Olahraga memang sering menjadi tema untuk dibuat komik, dan kali ini olahraga sepeda mendapat kesempatan untuk diceritakan dalam sebuah komik. Yowamushi Pedal Go! satu dari dua komik tentang sepeda yang saya tahu, yang satu lagi kalau tidak salah berjudul Biking! (namun untuk komik yang ini saya tidak membacanya).

Menceritakan tentang seorang anak Smu, yang gila anime dan merasa dirinya sangat tidak berbakat olahraga dan mulai sedikit membenci olahraga karena dianggapnya penuh kekerasan. Dia memilih Smu tersebut karena disana terdapat klub Anime, dan dia sangat bersemangat sekali karenanya. Namun nasib berkata lain, pertemuan dengan sesama siswa baru yang ternyata atlet sepeda pada masa SMP membuat dia tertarik untuk mulai mengayuh pedal.
Pada  dasarnya sang tokoh, Onoda sudah terbiasa bersepeda dengan sepeda mini nya, menepuh jarak jauh dan tanjakan adalah hal yang biasa buat dirinya. Hal ini lah menjadi kelebihan yang dia sendiri tidak mengetahuinya. Kegembiraan saat mengayuh pedal bersama rekan-rekannya membuat Onoda lupa dengan anime dan mulai serius berolahraga sepeda dengan akhirnya masuk klub sepeda sekolah dan mulai aktif dengan segala aktivitas klub.

Komik karya Wataru Watanabe ini sudah diterbitkan oleh Mn’C sampai nomor 6, pada bagian halaman belakang disertakan sedikit penjelasan singkat tentang sepeda, terutama sepeda balap. Komik ini menarik (terutama buat saya), selain karena tema cerita yang diambil sedikit berbeda yaitu sepeda, lalu tokoh utama yang digambarkan seseorang yang biasa-biasa saja tetapi mempunyai bakat untuk menjadi luar biasa membuat kita penasaran akan apa yang terjadi di kemudian nanti, gambar dan detil nya juga bagus, ditambah lagi dengan selipan humor-humor yang menurut saya kadang aneh.

Menyusul didalam lembah kehidupan, saya sajikan salah satu karya Hamka yang terkenal, yaitu sebuah roman yang berjudul “tenggelamnya kapal van der wijck”. Cerita dalam buku ini ditulis pada kisaran tahun 1938, dan diterbitkan secara berkala pada majalah “Pedoman Masyarakat” sebelum akhirnya cerita ini dibukukan. Buku yang saya pegang ini cetakan ke-16 yang berangka tahun 1984.

saya sempat berpikiran bahwa tokoh utama dalam cerita ini adalah sang penulis sendiri, dan ternyata tidak hanya saya yang berpikiran seperti itu, penulis sendiri menyatakan hal tersebut dalam kata pengantar yang selalu saya baca setelah selesai membaca ceritanya.

Menceritakan perjalanan hidup seorang pemuda yang bernama Zainuddin, bagaimana kehidupan nya, perjuangannya di perantauan, pertemuaanya dengan seorang gadis, terpuruknya dia karena patah hati, kebangkitannya kembali dan banyak lagi.

Penasaran?? Coba baca aja..   :)

Gak sengaja nemu lagi buku ini diantara tumpukan buku-buku lama di rumah. Sebuah kumpulan kisah kisah pendek buah karya Hamka yang disatukan menjadi sebuah buku dan diberi judul didalam lembah kehidupan. Buku ini milik perpustakaan sekolah tempat Ayah dan Ibuku mengajar, terlihat ada cap di cover-nya kan? Saya sendiri sudah beberapa kali membaca buku ini waktu SMU dulu, tapi baru sekarang terpikir untuk menuliskannya dalam blog.

Ini buku sudah lama jadi saya sendiri tidak tahu apakah di luaran sana masih ada yang menjualnya. Ada 13 kisah dalam buku ini dan semuanya merupakan kisah yang bagus, sangat bagus !!.

Sebuah pengantar yang sangat menarik dari sang penulis, beliau mengatakan,
“Banyak orang mengarang dan menggubah bunga kehidupan yang mewah-mewah, melukiskan istana raja-raja, puteri yang kaya dan cantik, orang muda mudi yang disayang ayah dan perkawinan yang berbahagia. Maka tersenyumlah orang membaca ceritera yang demikian, gembiralah hatinya.
Padahal di dalam lembah yang dalam sekali, di dalam jurang yang tidak ditempuh mereka itu yaitu di dalam lembah kehidupan, adalah sekumpulan mahluk yang merintih. Tidak berapa orang yang mendengar rintihan itu – tidak tahu…. Hanya Tuhan jua yang Mahatahu, Pengasih dan sambil bekhidmat kepada bahasa ibuku.
Akan tetapi saya datang ke sana, sebab memang saya orang di sana. Saya lihat air mata titik, saya lihat air mata itu diiringi oleh darah, maka saya susunlah penderitaan itu jadi gubahan untuk bangsa dan nusaku, penyayang!
……

Kesemua kisah yang dihadirkan dalam buku ini memang menceritakan penderitaan, kesedihan, kemalangan dan ketidak beruntungan yang setiap manusia berharap hal itu tidak akan pernah terjadi pada dirinya.

Pendapat pribadi saya, buku ini wajib dibaca, banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Selain sebagai pengingat agar kita yang saat ini masih diberi karunia berupa harta dan semacamnya untuk selalu bersyukur dan juga untuk memberi tahu bahwa diluar sana banyak saudara-saudara kita yang tidak beruntung dan kita punya kewajiban untuk membantunya.

lambang kota Magelang pada zaman penjajahan Belanda. Keren ya ?? :)

Nagareru kisetsu no mannaka de
Futo hi no nagasa wo kanji masu
Sewashiku sugiru hibi no naka ni
Watashi to anata de yume wo egaku

San gatsu no kaze ni omoi wo nosete
Sakura no tsubomi wa haru he to tsuduki masu

Afuredasu hikari no tsubu ga
Sukoshizutsu asa wo atatame masu
Ookinaa kubi wo shita ato ni
Sukoshi tereteru anata no yoko de

Arata na sekai no iriguchi ni tachi
Kiduita koto wa hitori ja naitte koto

*Hitomi wo tojireba anata ga
Mabuta no ura ni iru koto de
Dore hodo tsuyoku nareta deshou
Anata ni totte watashi mo sou de aritai

Suna bokori hakobu tsumuji kaze
Sentaku mono ni karamari masu ga
Hirumae no sora no shiroi tsuki wa
Nan daka kirei de mitore mashita

Umaku wa ikanu koto mo arukeredo
Ten wo aogeba sore sae chiisa kute

Aoi sora wa rinto sunde
Hisu ji kumo wa shizuka ni yureru
Hanasaku wo matsu yorokobi wo
Waka chiaeru no de areba sore wa shiawase

Kono saki mo tonari de sotto hohoen de

Halaman Berikutnya »