Akhirnya ada lagi komik lokal yang diterbitkan oleh ELex Media setelah sekian lama. Terhitung tanggal 13 januari lalu, komik yang dibuat oleh Andrea Tezuma dengan judul The Fifth Columnist ini diluncunrkan di pasaran, jangan tertipu dengan nama belakang yang berbau jepang, komik ini jelas asli lokal, dan ini jelas sangat menggembirakan.

Komik ini mengambil setting dunia tahun 2026, mengawali cerita di kota Moscow, Neo Soviet. Sebuah Badan Intelijen Inggris (MI-6) mempunyai misi untuk membunuh seseorang di kota ini.
Cerita kemudian berlanjut dengan misi-misi selanjutnya, tidak lupa dengan trik dan intrik yang biasa terjadi pada sebuah Badan Intelijen rahasia yang berisikan orang-orang hebat.

Jika melihat dari segi cerita, kisah yang ditampilkan menurut saya pribadi (sekali lagi ini pendapat pribadi lho) bagus dan menarik, pada awal cerita saja (komik ini masih volume 1), pembaca sudah disuguhi dengan beberapa kejutan yang cukup mengundang tanda tanya.

Dari segi gambar, menurut saya (lagi) memang gambar komik ini tidak terlalu bagus, tidak bagus dalam artian kurang rapi. Walaupun jika saya lihat, sang komikers pasti bisa membuat gambar ini menjadi lebih bagus, lebih tegas dan lebih rapi. Hal ini terlihat pada gambar-gambar ilustrasi yang dibuat pada halaman antar chapter. Gambar yang ada pada halaman antar chapter bagus dan rapih, sedangkan gambar pada komik  menurut saya masih tampak seperti gambar sketsa awal yang belum di edit dan diperhalus.

Tetapi terlepas dari itu, komik ini adalah komik yang menarik, alur cerita-nya pelan tapi pasti dan seru, dan itu membuat kita sejenak terlupa dengan gambar yang saya katakan masih seperti gambar sketsa tadi. Komik yang menarik dan yang jelas, ini komik lokal.   :)

Listen to the rhythm of the falling rain
Telling me just what a fool I’ve been
I wish that it would go and let me cry in vain
And let me be alone again

The only girl I care about has gone away
Looking for a brand new start
But little does she know
That when she left that day
Along with her she took my heart

Rain won’t you tell her that I love her so
Please ask the sun to set her heart aglow
Rain in her heart and let the love we knew start to grow

Listen to the rhythm of the falling rain
Telling me just what a fool I’ve been
I wish that it would go and let me cry in vain
And let me be alone again

Oh, listen to the falling rain
Oh, oh, oh, listen to the falling rain

Gambar ini saya buat untuk ikut meramaikan kontes pin-up GINA dalam rangka peluncuran kembali komik Gina di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

GINA merupakan salah satu tokoh super hero lokal, yang komik nya sempat berjaya dimasa lalu (sekitar tahun 70 sampai 80-an). Saya sendiri belum pernah memegang apalagi membaca komik karya Gerdi WK ini.  Gambar karakter sang tokoh pun hanya saya lihat dari gambar yang saya dapatkan di facebook mas Andi Wijaya.

….
…..
jangan tanya kenapa
jangan juga ber-fatwa tentang dia
karena pada akhirnya hanya dia teman-ku

….
setelah melewati Desember yang sulit
dan mengawali Januari dengan berat
hanya dia teman-ku
….
setia …

Yogjakarta, suatu pagi di awal Januari
….Sebatang Rokok Menjelang Pagi

Lum, the Invader Girl, Komik bergenre komedi yang menjurus ke arah bodoh dan lebay ini sudah masuk sampai edisi 17. Dulu kita sempat membahas sedikit mengenai komik ini pada masa awal terbitnya (baca disini). Selain cerita nya yang kocak dan konyol itu ada lagi yang menarik dari komik ini. Pada halaman akhir komik, setelah membahas masalah-masalah apa saja yang pernah terjadi di setiap edisi, seperti berapa banyak Ataru di setrum oleh Lum atau berapa banyak Ataru ditampar oleh para tokoh wanita dalam komik ini dan masih banyak yang lainnya yang setiap edisi komik selalu berganti. Ada dua halaman khusus yang ditujukan kepada sesama mangaka, junior maupun senior untuk memberikan pendapatnya mengenai komik Lum ini dan juga menggambar karakter LUM.

Halaman ini sangat menarik menurut saya, melihat bagaimana Adachi sensei, mangaka pembuat komik Touch, Cross Game dll menggambar karakter Lum dengan gayanya,  begitu juga dengan mangaka-mangaka lain. Dan hal ini lah yang menginspirasi saya (lebih tepatnya sok ikut-ikutan) untuk ikut serta menggambar karakter Lum dengan gaya saya.

Lum-nya tak gambar pake baju kebaya ama kaen batik, soale kalau pake kostum asli Lum yang di komiknya bakalan gak lulus sensor kayak e..hehe.
Gambarnya pake pensil, tadinya mau diwarnain sekalian tapi gak jadi soale takut malah jadi rusak. hehe
Jadinya begini deh, seperti yang terlihat pada gambar disamping, di edit sedikit pake Photoshop buat bagusin background ama ngasih tulisan LUM the Invader Girl.

Halaman Berikutnya »