Air Terjun Tenang (Bedegung)…

Hampir setahun setelah jalan-jalan kami ke Lubuk Linggau dan Curup, akhirnya kami berkesempatan untuk menikmati lagi salah satu objek wisata  yang ada di Sumatera Selatan. Tidak mudah memang bagi seorang karyawan seperti saya dan teman-teman untuk berlibur apalagi keluar kota. Jadi ketika dilihat ada kesempatan, tanpa pikir panjang langsung disusun rencana.

Sebelum masuk bulan puasa kami memang berencana untuk jalan-jalan dan setelah mencari-cari info di internet, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Air terjun Bedegung di Kab.Muaraenim.

Kami berempat berangkat dari lokasi kami bekerja dan tinggal di Dusun Supat, Kab. Musi Banyuasin hari Sabtu pagi tanggal 4 Juni. Setelah persiapan ala kadarnya, melihat jalur yang akan dilewati melalui google maps dan memori di otak yang mulai kabur, membeli perbekalan dan mengisi bahan bakar. Tepat pukul 09.00 pagi kami meninggalkan kota Sekayu melintasi jalan alternatif menuju Simpang Belimbing.

sky-blb

kondisi sebagian jalan yang rusak ditambah nyasar membuat waktu tempuh kami lebih lama dari yang tertulis di gmaps… hahaha

Baca lebih lanjut

Datang Lagi…

Hampir setengah tahun dari postingan terakhir yang tercatat di Blog ini. Akhirnya hari ini saya bisa posting lagi.

Enam bulan itu waktu yang cukup lama, dan cukup banyak cerita-cerita yang ingin saya sampaikan namun terkendala masalah waktu, peralatan dan tentu saja jaringan internet, he

Tapi sekarang sepertinya keadaan sudah cukup kondusif, walaupun laptop masih rusak tapi penggantinya ada dan sedia untuk dipakai kapanpun, jaringan internet pun sepertinya cukup baik. Tinggal menyisihkan sedikit waktu agar bisa kembali aktif nge-blog lagi. he

Selamat Datang kembali untuk saya… he

Gagal nge-Trip…

Tiga kali rencana dibuat, dan ketiga-tiga nya terpaksa dibatalkan. Pertama, kami (saya dan teman-teman di kantor) merencanakan untuk berkunjung ke curug macan di Lahat dan rafting di sungai Manna Pagaralam. Akan tetapi rencana tersebut gagal karena setelah dihitung-hitung biaya yang nanti harus dikeluarkan per orangnya dirasa cukup memberatkan.

Untuk kedua kalinya, kami kembali merencanakan ke Pagaralam, tapi tanpa rafting, agar ongkos “liburan” nya tidak terlalu besar. Kami rencanakan hanya mengunjungi curug-curug yang ada disekitar kaki Gunung Dempo. Akan tetapi, sekali lagi rencana tersebut gagal, karena teman yang diandalkan mobilnya bisa dipakai untuk ke lokasi liburan ternyata berhalangan.

Dan yang terakhir, kali ini saya sendiri yang merencankannya, tidak dengan teman kantor, karena posisi sedang off. Saya berencana mengajak isteri jalan-jalan dan liburan Tahun Baru Hijriah yang lalu ke Lampung Barat untuk melihat pantai dan objek wisata disana.  Tapi setelah kita cari-cari info dan menghitung perkiraan pengeluaran, dengan menyesal kami batalkan rencana jalan-jalan semula.

Tiga kali gagal jalan-jalan ini cukup membuat kesal.

my Game..my Adventure…

Judulnya agak-agak mirip dengan nama acara jalan-jalan yang lagi rame kaosnya dimana-mana..he

Tulisan tentang game yang terakhir saya posting yaitu FM 2015. Selain itu juga ada beberapa game yang pernah saya posting disini, yang agak sering adalah game PES (Pro Evolution Soccer). Hampir tiap tahun saya update setiap ada seri baru sejak tahun 2012.

Dan untuk game facebook, dulu pernah juga saya posting disini. Beberapa game masih saya mainkan sampai sekarang ditambah beberapa game baru, sebut saja Criminal Case, Candy Crush, Candy Crush Soda, Farm Heroes dan Pet Rescue.
Baca lebih lanjut

Linggau – Curup… Bukit Kaba.

Melanjutkan cerita liburan singkat kemarin, he. Setelah dari Pemandian Air Panas Suban, kami beristirahat di sebuah penginapan murah yang direkomendasikan oleh penjaga loket di pemandian. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pemandian Air Panas Suban, kurang lebih sekitar 15-20 menit lah.

Saya lupa nama penginapannya, harga per-kamar disana ada dua macam, ada yang Rp.100.000,00 dan Rp.200.000,00, perbedaanya hanya pada kasur, single bed dan double bed. Secara umum penginapannya cukup nyaman dan aman, kamar yang luas, ada tv dan kalau malam gerbang dikunci dari luar oleh penjaganya, dijamin aman. he

Satu malam saja kami disana, karena keesokan harinya kami harus segera kembali ke Sekayu, walaupun beberapa orang ingin melanjutkan perjalanan menuju Pantai Panjang Bengkulu, namun karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya niat itu terpaksa kami urungkan dan berharap di lain kesempatan kami bisa pergi kesana.

Ditengah perjalanan pulang, secara tidak sengaja kami melihat papan penunjuk jalan bertuliskan Objek Wisata Bukit Kaba, tanpa pikir panjang, kami belok mengikuti arah panah yang ditunjuk. Bayangan kami adalah objek wisata seperti Bukit Sulap yang ada di Linggau.
Baca lebih lanjut

Linggau – Curup…Pemandian Air Panas Suban

Sekitar pukul 4 sore, setelah menyempatkan diri mampir di Masjid Agung Linggau untuk “laporan” kepada Yang Maha Kuasa, kami berangkat menuju Curup.

Di sore yang cerah itu kami melewati jalan yang berliku-liku dalam artian sebenarnya. Ya, lepas dari kota Linggau menuju Curup kita akan memasuki jalan perbukitan yang sudah tentu penuh dengan tanjakan dan turunan serta kelok-kelok yang aduhai.

Sepanjang jalan kita akan disuguhi pemandangan alam yang menyejukan hati. Hijau rimbun pepohonan yang diselingi ramainya pemukiman, makin lengkap ketika ditambah susunan rapi barisan perkebunan bermacam sayur dan buah. Kalau kata Dikdik, seperti di Lembang, Bandung suasananya.

Jarak tempuh dari Linggau hingga sampai ke tujuan yaitu Pemandian Air Panas Suban kira-kira memakan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan darat. Karena sekitar pukul 17.30 WIB kami sampai di lokasi. Ada sedikit kekhawatiran kalau tempat tersebut sudah akan tutup, melihat para pengunjung yang sudah bergegas pulang.

Kami pun bertanya kepada petugas tiket masuk, dan jawabnya cukup melegakan, Pemandian Air Panas Suban buka sampai pengunjung terakhir pulang. nah.. mantap kan? Dan kami pun akhirnya masuk setelah membayar tiket seharga Rp.10.000,00/orang.
Baca lebih lanjut

Linggau – Curup… Bukit Sulap.

Setelah berpuas diri menikmati Air Terjun Temam, perjalanan kami lanjutkan menuju Objek Wisata yang juga cukup populer (berdasarkan hasil googling) di Kota Lubuklinggau, yaitu Bukit Sulap.

Kami berempat tidak mempunyai gambaran apapun tentang Bukit ini, walaupun sudah sempat mencari di internet, tapi tidak ada penjelasan tentang tempat yang bernama Bukit Sulap, akses menjuju kesana, ada apa saja disana, apa yang bisa kita lakukan disana dan penjelasan lain-lain. Kebanyakan blog atau situs menyebutkan Objek Wisata Bukit Sulap, tapi tidak menerangkan lebih jauh.

Sekitar pukul tiga sore kami sampai di tujuan setelah mampir sejenak untuk mengisi perut dan tesesat sedikit karena memang tidak ada yang tahu jalan dan juga tidak ada petunjuk di sepanjang jalan yang kami lewati.
20150816_152543
Objek Wisata Bukit Sulap ini sepertinya masih baru, ada aula yang cukup luas disana dan beberapa kamar sewa (mungkin). Sepertinya tidak banyak yang bisa dilakukan disini (atau kami saja yang tidak tahu ya).
Para pengunjung yang datangpun terlihat hanya bersantai, ngobrol dan bercanda, serta berfoto-foto ria. Namun kabarnya, Bukit Sulap ini terkenal sebagai arena Mountain Bike, khususnya Downhill. Tapi kalau kita yang gak punya Sepeda Gunung trus gimana ? he

Tidak ada petugas yang bisa ditanya apakah boleh atau ada jalan untuk mendaki ke puncak bukit? yang banyak bersebaran disana hanyalah penjual minuman dingin.
20150816_151350

Dan sama seperti Air Terjun Temam yang sedang giat membangun sarana-prasarana. Di Bukit Sulap pun sedang dibangun sebuah inclinator, ya semacam kereta gantung mungkin ya. Biar pengunjung lebih gampang kalau mau ke puncak bukit, he

Tidak lama kami di Bukit Sulap, karena bingung apa yang bisa dilakukan disini. Akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju Curup, Pemandian Air Panas Suban.

Linggau – Curup… Air Terjun Temam.

Dua kali gagal ke Pagaralam sedikit membuat kecewa, sehingga ketika melihat ada angka merah di kalender yang bertepatan dengan peringataan kemerdekaan Indonesia, sebuah rencana segera disusun dengan cepat, secepat penulisan teks proklamasi. he

Menggaet Dikdik, Agus dan pak Darwin, rekan-rekan di tempat saya bekerja. Minggu pagi (16/8) kami langsung berangkat menuju Lubuk Linggau menggunakan mobil Agus. Lubuk Linggau merupakan salah satu kabupaten di Sumatera Selatan yang jarak tempuhnya kurang lebih 4 jam perjalanan darat dari tempat kami bekerja di Sekayu, kab MUBA (Musi Banyuasin). Tujuan kami adalah jalan-jalan dan mengunjungi objek wisata disana. Hasil pencarian di google mengarahkan kami ke Air Terjun Temam dan Bukit Sulap, dua objek wisata paling populer di kota Linggau dan lokasinya pun tidak terlalu jauh dengan pusat kota.

20150816_133156Sekitar pukul 12.00 WIB kami sampai di objek wisata Air Terjun Temam, promosi nya mengatakan objek wisata ini mirip dengan Air Terjun Niagara tapi dengan ukuran yang jauh lebih kecil. he

20150816_121839

Akses menuju Objek Wisata Air Terjun Temam cukup mudah, namun sepertinya agak sulit jika menggunakan transportasi umum, karena saya tidak melihat adanya angkutan umum yang lewat, rata-rata pengunjung menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa bus.Dengan biaya parkir sebesar Rp.5000 dan tiket masuk Rp.3000 per orang, kita sudah bisa bersantai dan menikmati mini Niagara. Sayang sekali kami datang disaat musim kemarau, sehingga debit air nya tidak terlalu besar.

20150816_122332 20150816_123422
Fasilitas di Objek Wisata Air Terjun Temam bisa dibilang cukup lengkap, mushalla dan toilet sudah tersedia. Warung-warung yang menjajakan makanan dan minuman pun ada. Bahkan sepertinya pemerintah sedang mengembangkan Objek Wisata ini dengan membangun amphiteather. dan waterpark (sedang dalam tahap pembangunan).

Setelah kami merasa cukup menikmati sejuknya suasana dan pemandangan Air Terjun Temam, kami istirahat sejenak sebelum bergegas menuju perhentian selanjutnya. Bukit Sulap.

Koreksi Sholatmu!…

Tidak terasa Bulan Suci Ramadhan sudah memasuki minggu terakhir, yang berarti sebentar lagi kita akan merayakan Idul Fitri alias Lebaran.

Nah, akhr-akhir Ramadhan begini selalu dianjurkan untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah, bahkan jika ada waktu sebaiknya ber-itikaf di masjid.
Bukan malah sebaliknya, sibuk mempersiapkan lebaran hingga ibadah ketinggalan.

Salah satu ibadah yang dianjurkan adalah menuntut ilmu, tidak hanya di Bulan Ramadhan saja, di 11 bulan lain pun kita diwajibkan untuk menuntut ilmu alias belajar, terutama lagi belajar soal Agama. Dan sekiranya di bulan Ramadhan ini terasa pas waktu dan semangatnya,  🙂

IMG_20150702_032124

Buku berjudul Koreksi Sholatmu! ini sepertinya cocok sebagai pengisi waktu senggang di Bulan Suci. Buku yang diterbitkan oleh Buku Pintar, Yogyakarta ini isinya tentang kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam Sholat.

Buku yang ditulis oleh Wira Yunita ini dibagi menjadi 6 bagian, bagian 1 tentang kesalahan umum seputar sholat, bagian 2 tentang wudlu, bagian 3 tentang kesalahan di tempat sholat, bagian 4 tentang gerakan dalam sholat, bagian 5 tentang pakaian dan busana dalam sholat serta bagian terakhir, bagian 6 tentang sholat berjamaah dan sholat jumat.

Setiap bab atau bagian diperinci lagi tentang kesalahan-kesalahn yang umum atau mungkin biasa terjadi di lingkungan kita. Karena mungkin sudah dianggap biasa atau juga karena kurangnya pengetahuan dan perhatian dari kita sendiri.

Buku sejenis yang menjelaskan tentang kesalahan-kesalahan dalam sholat sebenarnya ada banyak, paling tidak saya melihat ada 3 buku yang sama dengan judul yang mirip-mirip ketika membeli buku ini.

Tidak ada salahnya membeli satu lagi buku sejenis sebagai pelengkap bahasan satu sama lain, ataupun sebagai pembanding. 🙂

 

 

Mengurus Kartu Identitas…

Seperti postingan saya sebelumnya di sini, yang karena keteledoran dan kelalaian saya membuat semua rencana jadi gagal total.

Rencana melancong ke Baluran pun sepertinya harus ditunda sampai usai Hari Raya besok.

Aktivitas saya setelah kehilangan dompet tersebut akhirnya penuh dengan mengantri. Ya, setelah malam kejadian saya menghubungi Bank untuk memblokir kartu ATM saya, yang dilanjutkan dengan mendatangi polsek untuk membuat surat Kehilangan.

Keesokan harinya saya mendatangi Kelurahan tempat saya tinggal untuk membuat surat permohonan penggantian KTP, dari sana saya langsung ke Kantor Catatan Sipil untuk mengurus KTP. Saya kira proses nya cepat atau langsung jadi, ternyata saya harus menunggu 3 hari untuk mendapatkan KTP pengganti tersebut.

Selesai mengurus KTP, saya mampir ke Poltabes untuk menanyakan persyaratan mengganti SIM yang hilang. Mereka mengatakan prosesnya sama dengan perpanjangan SIM, tapi kita harus ada fotocopy SIM yang lama, atau minimal ingat no SIM kita. Jika tidak ada keduanya berarti membuat baru. Karena saya tidak ada akhirnya saya buat baru, tapi SIM saya urus keesokan harinya, karena sudah terlalu siang.

Pagi-pagi datang, mengurus surat kesehatan, lampirkan dengan surat keterangan kehilangan dan fotocopy KTP (untung masih nyimpen). SIM langsung diurus, tes-tes-tes.. foto, selesai, sehari (seharian asal gak rame) jadi.

Besok nya lagi, waktunya untuk mengambil KTP, setelah menunggu agak lama, karena banyak yang antri, saya pun akhirnya punya KTP lagi, walaupun bukan eKTP, tapi mirip KTP jaman dulu.

Lepas dari ngambil KTP, saya ke Kantor Pajak untuk minta penggantian kartu NPWP. Dengan surat keterangan kehilangan dan formulir permohonan penggantian kartu, tidak sampai satu jam, kartu NPWP baru saya sudah jadi.

yah, begitulah aktivitas 3 hari setelah kehilangan dompet. sibuk mondar-mandir ke bermacam instansi dan ngantri. he

Setelah semua kartu saya kembali, langkah pertama adalah, mem-fotocopy dan men-scan semua kartu-kartu saya, untuk jaga-jaga jika ada hal-hal yang tidak diinginkan.