Museum Keris Nusantara…

Cerita Korea-nya kita pending dulu ya, Saya mau kasih tau tempat wisata baru di Solo soale. 🙂

Hari minggu kemarin (20 Agustus) saya mudik ke Solo, karena ada acara resepsi pernikahan sepupu. Setelah rangkaian acara selesai, langsung cari-cari informasi ada event apa yang sedang di gelar di kota ini, gak mau rugi udah jauh-jauh dari Sumatera sampai ke Solo masa gak jalan-jalan. Ternyata ada museum yang baru diresmikan tanggal 9 Agustus lalu oleh bapak presiden, namanya Museum Keris. Karena museum biasanya tutup pada hari senin, jadilah saya memundurkan waktu kepulangan menjadi hari Selasa agar bisa mampir melihat museum ini.

Lokasinya gak jauh dari taman Sriwedari, bersebelahan dengan stadion di Jalan Bhayangkara. Gak susah kok nemuin Museum Keris ini. Museum ini merupakan gagasan pak Jokowi sewaktu beliau masih menjadi walikota Solo. Namun pembangunan gedung museum ini baru dimulai secara bertahap sejak tahun 2013.

Gedung Museum Keris ini terdiri dari 1 basement yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir, dan 4 lantai sebagai ruang pamer. Terdapat lift yang menyambungkan semua lantai-nya. Jadi kalau capek naek tangga, bisa naek lift.

Di lantai 1 yang merupakan lobi, terdapat ruang audio visual pada sisi sebelah kanan dan kiri, kemudian meja loket dan informasi. Kabarnya pengunjung yang ingin masuk ke museum ini akan dikenakan biaya sebesar Rp.6000,- per orangnya, namun selama bulan agustus ini masih gratis. Mungkin masih promosi ya. 🙂

 

Naik ke lantai 2 kita mulai bisa menikmati koleksi dari Museum Keris ini, selain itu disuguhkan juga informasi tentang keris dan bagian-bagian keris. Di lantai 2 ini juga ada tempat bermain untuk anak-anak dan perpustakaan. Koleksi buku-bukunya tidak jauh dari masalah keris dan budaya baik tentang kota Solo maupun kota-kota lain di Indonesia. Tapi sepertinya koleksi bukunya perlu diperbanyak, soale rak nya masih banyak yang kosong.
Baca lebih lanjut

Iklan

Selat Solo…

bilangnya mau post pas bulan puasa kemaren, ini syawal udah mau habis belum terealisasi juga.. haha
dasar manusia..

Buat bayar utang nih, he. Saya mau cerita soal makanan yang jadi salah satu favorit saya, namanya Selat Solo. Sesuai namanya makanan ini menjadi khas di Solo Raya. Tapi bagaimana ceritanya hingga makanan ini bisa menjadi makanan khas kota Solo? ini yang masih belum saya temukan jawabannya. Sama halnya kalau kita tanya kenapa namanya “Selat”, jawaban orang pada umumnya akan mengatakan Selat diambil dari Salad.

Kita tau Salad itu makanan orang bule yang isinya cuman sayur-sayur trus dikasih saos mayones. Untuk sayur dan saos mayonesnya mungkin mirip, tapi salad kan sayurnya mentah, sedangkan selat sayurnya di rebus. Tambah lagi selat ada kuah dan dagingnya. Jauh sekali dari salad kan ?.

Kayaknya bakalan panjang kalau kita ngomongin asal-usul selat ya, biar lain kali aja kita bahas lagi, he
sekarang kita daftar dimana tempat makan selat yang enak dan pernah saya cicipin..
Baca lebih lanjut

Benteng Vastenburg…

Saya agak sedikit heran ketika googling tempat-tempat wisata di Kota Solo. Dari beberapa website ataupun blog yang saya temukan dan memberikan informasi tentang wisata Solo, tidak satupun yang mencantumkan Benteng Vastenburg sebagai salah satu tempat wisata. Apakah Benteng Vastenburg kalah tenar dibandingkan dengan pasar Klewer (yang sekarang sedang dibangun kembali setelah kebakaran beberapa waktu lalu) atau mall-mall yang megah itu.
Rasa heran itu bertambah ketika beberapa orang yang saya kenal dan tinggal di Solo tidak tau persis dimana keberadaan benteng ini, bahkan isteri saya sendiri tidak tahu dimana letaknya benteng ini, jadi hanya tau nama tapi tidak tahu persis dimana lokasinya.

20160905_094629

Setiap ke Solo saya memang selalu melewatkan kesempatan untuk mengunjungi benteng Vastenberg, sampai kemarin (4 September 2016 yang lalu) saya dan istri menghadiri undangan resepsi seorang sahabat di Klaten, kami berniat menuntaskan rasa penasaran terhadap Vastenburg dan menyempatkan untuk mencari benteng ini setelah pulang dari acara resepsi.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi saya membayangkan benteng Vastenburg ini sama seperti Benteng Vredeburg di kota tetangga Yogjakarta. Namun apa yang saya bayangkan itu ternyata sangat berbeda dengan apa yang saya lihat. he

Baca lebih lanjut