Museum Lampung…

Nama resmi dari museum ini sebenarnya adalah “Museum Negeri Provinsi Lampung, Ruwa Jurai”. Namun masyarakat lampung sendiri tampaknya lebih suka atau lebih mengenalnya dengan nama yang cukup singkat, Museum Lampung. Atau mungkin perihal nama tersebut karena tulisan di atas genting gedung Museum itu sendiri, sehingga masyarakat pun lebih mengenalnya dengan nama Museum Lampung.

DSC_0106DSC_0097  DSC_0112
Gedung utama Museum atau ruang pamer terdiri dari dua lantai seperti gambar diatas. Namun selain itu, ada juga beberapa koleksi yang diletakan di halaman depan gedung, disusun sedemikian rupa diantara tanaman.

Kompleks Museum ini menempati lahan yang cukup luas, dan jika melihat maket yang ada didalam gedung, sepertinya masih ada rencana pembangunan dan perluasan area untuk ke depan nya.
Baca lebih lanjut

Iklan

Taman Kupu kupu Gita Persada…

Saya pertama kali mengunjungi Taman Kupu-kupu Gita Persada sekitar tahun 2002, dan setelah 10 tahun lebih akhirnya saya mempunyai kesempatan lagi untuk berkunjung ke tempat ini.DSC_0252
Taman yang memiliki luas kurang lebih 5 Ha dan berdiri sekitar tahun 1997 ini sepertinya sekarang sudah menjadi salah satu objek wisata alam favorit di Bandar Lampung. Sedikit obrolan dengan mbak (saya lupa namanya) yang bertugas disana, dengan koleksi yang mencapai 200 jenis kupu-kupu, taman ini cukup ramai dikunjungi peminat dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda. Mulai dari pelajar dan mahasiswa yang memang tertarik dengan pelesatarian kupu-kupu, wisatawan biasa yang ingin melihat kupu-kupu, para pecinta alam yang ingin berkemah, fotographer, sampai calon pengantin yang ingin membuat foto prewed disana.

Baca lebih lanjut

Masjid Al Anwar, Bandar Lampung…

Tidak perlu jauh-jauh untuk sekedar refreshing atau jalan-jalan, apalagi jika kita tidak punya waktu libur yang panjang, cobalah untuk mencari objek-objek menarik yang ada disekitar kita. Seperti yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Secara tidak sengaja, saya menemukan sebuah artikel di internet tentang masjid-masjid tua di Indonesia. Membaca itu terpikir untuk mencari masjid tertua yang ada di kota tempat tinggal saya, di Bandar Lampung. Pencarian di google merujuk ke Masjid Al Anwar yang berada di daerah Teluk Betung.

6Berbekal informasi itu, saya dan adik saya pun langsung berangkat menuju lokasi yang ditunjukan oleh mbah google. Masjid Al Anwar terletak di daerah Teluk Betung, tidak terlalu jauh memang, kurang lebih 30 menit dari rumah saya di daerah Kemiling, atau sekitar 15 menit dari pusat kota. Namun saya maupun adik saya memang jarang main ke daerah itu, sehingga tidak terlalu hapal dengan jalan-jalan nya. Walaupun alamat yang kami dapatkan dari internet itu sudah sangat jelas, perlu sedikit waktu bagi kami untuk akhirnya menemukan masjid ini.
Baca lebih lanjut

Masih Lebaran ??

Terhitung sejak kemarin, libur lebaran selesai sudah, dan kita kembali sibuk dengan rutinitas hari-hari, bekerja. Saya sendiri baru masuk kerja hari ini karena kemarin kondisi badan tidak fit, mungkin karena perjalanan Lampung – Sekayu via travel selama kurang lebih 14 jam membuat fisik menjadi lelah. Sehingga waktu istirahat dengan sangat terpaksa ditambah sehari dan mengambil hari dimana seharusnya sudah masuk bekerja.

Hari pertama kerja situasi dan kondisi masih belum optimal, suasana lebaran di libur masih sangat melekat. kantor masih sepi, dan makanan ramai bergeletakan di meja-meja. Yah mungkin beginilah kondisi umum di hampir semua kantor di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Masih lebaran ??

(memang) Masih Lebaran…

Lebaran memang waktu yang pas untuk berkumpul kembali selain dengan tajuk menyambung silaturahim, liburan panjang juga menjadi salah satu faktor besar yang membuat kita mempunyai waktu untuk berkumpul bersama keluarga, saudara, teman ataupun komunitas dll.

Jika biasanya hari pertama, kedua dan mungkin sampai hari ke tiga, kita disibukan dengan hilir mudik mengunjungi sanak famili di dalam maupun luar kota, maka hari berikutnya, hari ke-empat dan seterus nya adalah waktu berkumpul buat teman sekolah, teman-teman kuliah, teman-teman kerja, teman sehobi dsb. Seperti agenda saya dua hari ini dan sampai hari sabtu besok mungkin. he

Hari rabu yang lalu, teman-teman semasa SMU mengajak untuk berkumpul bersama di sebuah rumah makan, suasana santai untuk berbincang-bincang sambil bersantap siang ria mungkin memang paling cocok. Acara ini rutin kami gelar setiap tahun. Mengetahui kesusksesan teman-teman dan mendengarkan cerita mereka memang menyenangkan, Sayang pada acara kemarin banyak rekan-rekan yang berhalangan hadir.

Berlanjut di hari Kamis kemarin, kali ini undangan datang dari organisasi Rohis SMU. Acara ini juga rutin dan kami menamakannya SIGER, saya lupa apa singkatan dari siger tersebut. he
Acara kali ini sedikit berbeda dari biasanya, karena selain tidak terlalu ramai, acara inti nya adalah bedah buku yang dikarang oleh salah seorang alumni yang kemudian dilanjutkan dengan pertandingan futsall antar angkatan. Susunan acara yang kurang klop ya? tapi itulah Rohis kami, gak bisa lepas dari main bola.

Hari ini,  Jumat, sedikit berbeda dengan sebelumnya, masih berkumpul bersama teman-teman, tapi kali ini kami akan mengunjungi makam sahabat kami, yang sudah mendahului kami beberapa tahun yang lalu. Seorang rekan yang ceria dan selalu optimis, saya menganggap dia artis dan seorang enterteiment. Suasana akan selalu ramai jika dia hadir di tengah-tengah kami.

Besok sabtu hari terakhir liburan, masih ada jadwal yang menunggu, kali ini dari teman-teman SMP, mereka mengajak untuk berkumpul di rumah salah satu rekan kami, mungkin biar tidak terlalu susah pesan-pesan tempat kali ya..he

Ada banyak dokumentasi dari acara-acara tersebut, sayang nya hampir 95% adalah BB user, dan foto-foto yang diambil rata-rata menggunakan BB, yang sangat disayangkan lagi, hanya di share di grup BBM saja.  Hadeh.. ya tidak mengapa lah, yang penting kebersamaan dan silaturahim di dunia nyata tetap terjaga dan memang masih lebaran.

Masih Lebaran..

Masih dalam suasana Lebaran, (ya iyalah, baru hari kedua kok.. he) jadi saya mau sedikit cerita tentang lebaran di jl.Durian, nama gang tempat saya tinggal sejak 20 tahun yang lalu. (gaya..) sedikit aja kok, gak banyak-banyak, soale kalau banyak pasti ngawur. hahaha

Saya pindah ke perumahan ini sekitar tahun 89 akhir – 90 awal, kurang tahu pastinya, yang tidak berapa lama setelah pindah ke kompleks tersebut, saya masuk TK. Sejak itu sampai sekarang rumah tipe 27 yang terakhir (mungkin) diproduksi oleh perum perumnas menjadi home sweet home buat kami sekeluarga.

Hitung saja sejak tahun tersebut sampai sekarang, sudah berapa kali lebaran yang terlewati? banyak banget kan? kalau bang toyib pasti sudah di talak tiga sama istrinya. Hahahahaha. Sejak tahun pertama kepindahan itu, seingat saya hanya sekali kami berlebaran di kampung. (tapi perkecualian saya, ketika kuliah sempat 2 lebaran tidak pulang). Selebihnya, sejak awal Ramadan sampai malam takbiran dan sholat Ied, di sini lah kami.

Dari saya TK sampai sekarang sudah bekerja, banyak sekali perubahan yang terkadang tidak saya sadari. Tentangga yang sudah berganti, bocah-bocah yang tumbuh menjadi ABG, teman sepermainan yang berubah status menjadi ayah, halaman rumah yang terasa semakin sempit, sampai poster di pintu kamar yang tidak terasa sudah hampir 10 tahun tetap terpasang dengan gagah nya..ckckck

Ada satu kebiasaan Lebaran yang entah sejak kapan dimulai nya, tapi yang jelas dulu tidak seperti ini. Tidak tau sejak kapan kami tidak pernah lagi mengunjungi rumah tetangga masing-masing. Kenapa ? Karena semua nya sudah bertemu di jalan. Gak ngerti ??
Jadi setiap habis sholat Ied, para warga jalan durian tempat saya tinggal tidak lantas kembali ke rumah masing-masing, tapi berdiri di tengah jalan sambil menunggu tetangga yang sekiranya belum pulang dari sholat, di situ lah kami bersilaturahim. Ibu-ibu dan pemudi yang tidak sholat pun, langsung keluar dan ikut berkumpul disana. Sehingga tidak ada yang terlewatkan semua nya.

Sederhana dan menarik, saya sendiri baru sadar dua tahun belakangan ini.  Suasana yang tercipta pun cukup hangat, karena obrolan-obrolan ringan atau sekedar basa-basi juga terlontar disela-sela tawa dan senyum bahagia. Walaupun kadang saya suka binggung, om ini rumah nya dimana ya ??? kok ikut kesini, he (maklum, anak perantauan yang cuman pulang pas lebaran). Kalaupun ada yang masih muter dari rumah ke rumah paling anak-anak yang berharap segepok angpao buat jajan. he

Foto, harusnya ada foto untuk menunjukan kemeriahan suasana lebaran di jalan Durian yang terdiri dari 15 rumah yang saling berhadapan ini, tapi karena saya harus mencari nya dahulu di hp atau kamera big boss, nanti saya susulkan ya. he

Sekali lagi, karena masih suasana lebaran saya ucapkan Selamat Hari Raya 🙂