Koreksi Sholatmu!…

Tidak terasa Bulan Suci Ramadhan sudah memasuki minggu terakhir, yang berarti sebentar lagi kita akan merayakan Idul Fitri alias Lebaran.

Nah, akhr-akhir Ramadhan begini selalu dianjurkan untuk lebih meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah, bahkan jika ada waktu sebaiknya ber-itikaf di masjid.
Bukan malah sebaliknya, sibuk mempersiapkan lebaran hingga ibadah ketinggalan.

Salah satu ibadah yang dianjurkan adalah menuntut ilmu, tidak hanya di Bulan Ramadhan saja, di 11 bulan lain pun kita diwajibkan untuk menuntut ilmu alias belajar, terutama lagi belajar soal Agama. Dan sekiranya di bulan Ramadhan ini terasa pas waktu dan semangatnya,  🙂

IMG_20150702_032124

Buku berjudul Koreksi Sholatmu! ini sepertinya cocok sebagai pengisi waktu senggang di Bulan Suci. Buku yang diterbitkan oleh Buku Pintar, Yogyakarta ini isinya tentang kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam Sholat.

Buku yang ditulis oleh Wira Yunita ini dibagi menjadi 6 bagian, bagian 1 tentang kesalahan umum seputar sholat, bagian 2 tentang wudlu, bagian 3 tentang kesalahan di tempat sholat, bagian 4 tentang gerakan dalam sholat, bagian 5 tentang pakaian dan busana dalam sholat serta bagian terakhir, bagian 6 tentang sholat berjamaah dan sholat jumat.

Setiap bab atau bagian diperinci lagi tentang kesalahan-kesalahn yang umum atau mungkin biasa terjadi di lingkungan kita. Karena mungkin sudah dianggap biasa atau juga karena kurangnya pengetahuan dan perhatian dari kita sendiri.

Buku sejenis yang menjelaskan tentang kesalahan-kesalahan dalam sholat sebenarnya ada banyak, paling tidak saya melihat ada 3 buku yang sama dengan judul yang mirip-mirip ketika membeli buku ini.

Tidak ada salahnya membeli satu lagi buku sejenis sebagai pelengkap bahasan satu sama lain, ataupun sebagai pembanding. 🙂

 

 

Iklan

Kitab Epos Nusantara…

Buku terbitan Araska Publisher karya Bagoes Joemadi ini sebenarnya belum selesai saya baca, baru selesai setengahnya. Buku ini saya beli di Gramedia ketika libur cuti bulan lalu.

Foto0721Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi tentang beberapa epos atau legena kepahlawanan yang ada di Nusantara, bisa dilihat dari cover nya, ada beberapa kisah yang diceritakan disini. Antara lain, Mahabarata, Ramayana, Hang Tuah, Panji Semiring, La Galigo, Pocut Muhammad, Jowarsah, dan si Pitung.

Secara ringkas buku ini menjelaskan pendahuluan, sejarah, kemudian kontroversi dan bermacam versi cerita, lalu ditutup dengan cerita singkat dari kisah-kisah yang sudah disebut diatas.

Sangat menarik walaupun penulis bilang, selain delapan kisah epos ini, sebenarnya masih banyak lagi cerita tentang kepahlawanan yang ada di Nusantara, mungkin beratus-ratus cerita. Namun penulis membatasi hanya delapan kisah saja yang dianggap paling dikenal oleh masyarakat.

Dan tujuan daripada buku ini agar masyarakat terutama generasi muda tidak lupa dan mengenal beberapa cerita tentang kepahlawanan yang ada di Nusantara yang makin lama semakin terlupakan.

 

Sejarah Runtuhnya Kerajaan-kerajaan di Nusantara…

Baca cerita sejarah atau buku sejarah memang menarik sekaligus memusingkan, apalagi sejarah kerajaan-kerajaan masa lalu yang pernah ada di Indonesia. Saya pribadi bisa dipastikan tidak akan pernah hapal siapa saja raja-raja yang pernah berkuasa di kerajaan Pasai, Majapahit, Sriwijaya, atau kerajaan besar lain nya. Hahaha

Buku ini berjudul Sejarah Runtuhnya Kerajaan-Kerajaan di Nusantara. Apakah ratusan kerajaan yang pernah ada di bumi Nusantara diceritakan semua dalam buku karya Krisna Bayu Adji terbitan Araska Publisher ini? Tidak semua, Krisna Bayu Adji hanya menceritakan kisah runtuhnya 30 kerajaan besar dan memberikan daftar nama sekitar 600an kerajaan kecil lainnya yang dulunya menjadi bagian dari 30 kerajaan besar tersebut.

IMG_20150312_121249 copyBuku yang menarik tentunya, apalagi buat teman-teman yang hobi dengan kisah-kisah sejarah kerajaan Indonesia.

Bukan untuk membongkar aib sejarah, tetapi untuk meningkatkan pengetahuan masa silam. Sebuah kalimat yang tertulis pada kata pengantar.

Buku ini memang bertujuan seperti itu, seperti kita tahu, runtuhnya kerajaan-kerajaan di Nusantara secara garis besar dikarenakan dua hal, pertama karena serangan dari luar (Portugis, Belanda dll) dan kedua serangan dari dalam (Pemberontakan, Perebutan kekuasaan dan semacamnya).

Hal ini yang harus diperhatikan, walaupun sekarang kerajaan-kerajaan tersebut telah runtuh dan bersatu menjadi sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun ancaman-ancaman tersebut akan tetap sama, serangan dari luar dan serangan dari dalam.

Buku ini hadir untuk menyadarkan dan mengingatkan kita, akan kejayaan sekaligus kesalahan masa lalu agar kita belajar. Belajar dari masa lalu, belajar dari sejarah bagaimana dulu kita berjaya dan runtuh.

Negara Kesatuan Republik Indonesia, jika diibaratkan sebuah kerajaan. Maka kita wajib waspada, Karena sejarah telah membuktikan sekuat apapun armada laut Sriwijaya, seluas apapun wilayah kekuasaan Majapahit, mereka akhirnya pun runtuh karena saling berebut tahta.

Nabi Adam & Peradaban Nusantara…

Postingan kali ini buku lagi dulu ya, soale lagi gak ada kesempatan buat mainan mini 4wd, walaupun kemarin sempat nge-paint beberapa body kit tapi gagal. he Nabi Adam & Perdaban Nusantara, buku yang diterbitkan oleh Penerbit Zahira karya Yusep Rafiqi ini langsung menarik perhatian saya. Apalagi ketika melihat tulisan kecil dibawahnya, “Adam bukan manusia pertama”.  “wah, apalagi ini” pikir saya. Ada 6 bab utama dalam buku ini, dan  dalam bab tersebut terdapat sub-bab yang menjelaskan dengan lengkap cerita sejarah Nabi Adam dari awal sampai akhir. IMG_20150322_091329 Buku ini menurut saya sangat-sangat menarik dan saya jujur saya katakan, saya agak bingung untuk me-review nya. Silahkan teman-teman baca sendiri dan pastinya teman-teman akan dibuat berfikir ulang tentang Nabi Adam dan kisah-kisah nya yang selama ini kita dengar. Penulis memberikan cerita mitologi dari pelbagai dunia tentang penciptaan bumi, manusia purba, penciptaan nabi Adam, kisah surga, dan peristiwa diturunkannya nabi Adam ke bumi, tentang Iblis yang menyesatkan Nabi Adam dan lain-lainnya terkait soal itu, kemudian  beliau memberikan ayat-ayat Al-Quran sebagai pembanding. Seperti tertulis di sampul buku, “berdasarkan fakta sains & ayat-ayat Al-Quran” dan dari situ ditarik sebuah kesimpulan, yang menurut saya pribadi sebagai orang awam, memang masuk akal. Ada juga tentang teori Darwin dan terakhir adalah Atlantis yang menjadi pembahasan di bab terakhir, yang diyakini oleh penulis adalah Nusantaran dan juga tempat yang disebut surga tempat Nabi Adam tinggal. Dan karena seperti yang sudah saya sampaikan diatas kalau saya bingung untuk membahas buku ini, maka saya sarankan agar teman-teman membaca sendiri buku ini, yang jelas buku yang sangat menarik bagi saya, 🙂

30 Hari Keliling Sumatera…

30 Hari Keliling Sumatera karya Ary Amhir adalah judul dari buku yang akan kita bahas kali ini, saya tidak sengaja menemukannya di toko buku Fajar Agung, Bandar Lampung ketika saya cuti bulan lalu. Tulisan kisah nyata di cover buku ini membuat saya menarik untuk membawanya pulang.

Awalnya saya mengira buku ini akan bercerita tentang petualangan yang mendebarkan, naik gunung, menjelajahi rimba dan semacamnya. Tapi ternyata saya salah, bukan tentang itu cerita dalam buku ini. Buku ini menceritakan perjalanan sang penulis mengunjungi beberapa kota dan tempat di Sumatera karena berbagai keperluan. Secara keseluruhan kisah dalam buku ini sangat menarik.

30 hari keliling sumateraKisahnya berawal dari Padang untuk menghadiri acara pernikahan seorang teman lama yang dulu pernah sama-sama bekerja di Malaysia. Dari Padang perjalanan terus berlanjut ke Sumatera Utara, Aceh, Palembang dan berakhir di Lampung.

Walaupun bukan tentang petualangan yang mendebarkan, kisah perjalanan yang dikisahkan oleh Ary menurut saya sangat menarik. Penjelasannya tentang setiap tempat yang dikunjungi sangat detil membuat kita seolah-olah berada di lokasi yang sama. Sesekali Ary membawa kita ke masa lalu dan bercerita mengenai sejarah tempat yang dikunjunginya.

Kisah perjalanan yang menarik sekaligus mendidik. Karna selain mendapatkan kisah perjalanan dari tempat-tempat menarik di Sumatera, kita juga mendapatkan pelajaran sejarah dari beberapa tempat tersebut.

Buku ini sebenarnya sudah lama diterbitkan, tertulis bahwa buku ini diterbitkan oleh Dolphin tahun 2013, dan jauh sebelumnya di tahun 2011 ternyata buku ini juga sudah diterbitkan secara indie. Dan saya sepertinya memang agak telat membaca buku ini. 🙂

Ingin merasakan berkeliling Sumatera? silahkan ke toko buku terdekat dan beli buku karya Ary Amhir ini 🙂

 

 

Oleh-oleh dari Palembang…

Bukan pempek, bukan kemplang atau makanan khas lainnya, tetapi buku. Benar sekali, oleh-oleh dari Palembang kali ini adalah buku. Seperti posting-an saya sebelumnya, minggu ini saya libur, tepatnya mulai tanggal 6 Desember yang lalu.

Seperti biasa saya pulang menggunakan jasa travel, perjalanan pulang dari Sekayu menuju Lampung mengharuskan untuk singgah sejenak di Kota Palembang karena harus berganti travel. Dari Sekayu ke Palembang memakan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan, kemudian dilanjutkan Palembang – Lampung kurang lebih 8 jam.

Kemarin saya sampai di Palembang lebih awal dari jadwal keberangkatan travel ke Lampung yang baru akan berangkat jam 8 malam. Sembari menunggu waktu, saya putuskan untuk ke toko buku yang sangat populer di Indonesia yang kebetulan dekat dengan lokasi loket travel.

Awalnya niat saya masuk ke toko buku ini adalah untuk mencari perkakas atau peralatan untuk kerajinan tangan, seperti cat acrylic, kuas, spidol, pisau cutter dsb. Namun apa yang saya cari tidak ada, malahan mata saya tertuju pada selebaran bertuliskan PESBUK (Pesta Buku Murah). Langsung saja saya menuju TKP yang berada di lantai paling atas gedung.

DSC_0360Dari pencarian sekitar satu jam, saya mengambil 5 buku seperti yang terlihat dalam gambar. Satu buku komik dihargai Rp.3000,- per buku, sedangkan novel, majalah dan buku lain selain komik dihargai Rp.10.000,- per buku.

Ada banyak komik yang ingin saya bawa pulang, Cross Game, Touch, Salad Days, dan masih banyak lagi, tapi saya pikir bakalan banyak bawaan nanti sehingga niat memborong urung dilaksanakan. Tetapi saya masih berharap semoga toko buku yang sama di Lampung juga menggelar program yang sama. 🙂