Selamat Berbuka Puasa…

Hahaha.. parah nih..

udah bulan Juni aja, padahal awal tahun bilangnya mau rajin-rajin nge-post karena banyak yang mau diceritain..

ya apa mau dikata, rencana dan kenyataan ternyata tidak sejalan..

sekarang gimana ? sudah bisa dimulai ?

hmm… seperti nya bisa, gimana kalau kita coba nanti malam, sehabis taraweh ?

 

-selamat berbuka puasa buat kawan-kawan di Sumsel dan sekitarnya..

17 ramadhan 1438 H

Iklan

2017…

Dari kemaren pengen posting, tapi selalu lupa, pas inget bahan nya gak dibawa.. he (banyak alasan ya).

Kemaren kan niatnya tiap bulan selalu ada postingan ya, dan sekarang januari dan februari lewat gitu aja, berasa dejavu saya, perasaan udah pernah kejadian kayak gini, hampir tiap tahun mungkin ya… hahaha

Semoga besok lancar lah postingannya. Saya mau cerita tentang buku karya Rizky Ridyasmara selain the Escaped, kemudian saya mau cerita juga soal makanan khas dari Solo, sedikit cerita jalan-jalan ketika cuti kemarin, dan beberapa cerita jalan-jalan tahun lalu yang belum sempat diceritakan…

Yah semoga besok di site sinyal internet bagus trus banyak waktu luang biar sempat nulis 🙂

Datang Lagi…

Hampir setengah tahun dari postingan terakhir yang tercatat di Blog ini. Akhirnya hari ini saya bisa posting lagi.

Enam bulan itu waktu yang cukup lama, dan cukup banyak cerita-cerita yang ingin saya sampaikan namun terkendala masalah waktu, peralatan dan tentu saja jaringan internet, he

Tapi sekarang sepertinya keadaan sudah cukup kondusif, walaupun laptop masih rusak tapi penggantinya ada dan sedia untuk dipakai kapanpun, jaringan internet pun sepertinya cukup baik. Tinggal menyisihkan sedikit waktu agar bisa kembali aktif nge-blog lagi. he

Selamat Datang kembali untuk saya… he

Gagal nge-Trip…

Tiga kali rencana dibuat, dan ketiga-tiga nya terpaksa dibatalkan. Pertama, kami (saya dan teman-teman di kantor) merencanakan untuk berkunjung ke curug macan di Lahat dan rafting di sungai Manna Pagaralam. Akan tetapi rencana tersebut gagal karena setelah dihitung-hitung biaya yang nanti harus dikeluarkan per orangnya dirasa cukup memberatkan.

Untuk kedua kalinya, kami kembali merencanakan ke Pagaralam, tapi tanpa rafting, agar ongkos “liburan” nya tidak terlalu besar. Kami rencanakan hanya mengunjungi curug-curug yang ada disekitar kaki Gunung Dempo. Akan tetapi, sekali lagi rencana tersebut gagal, karena teman yang diandalkan mobilnya bisa dipakai untuk ke lokasi liburan ternyata berhalangan.

Dan yang terakhir, kali ini saya sendiri yang merencankannya, tidak dengan teman kantor, karena posisi sedang off. Saya berencana mengajak isteri jalan-jalan dan liburan Tahun Baru Hijriah yang lalu ke Lampung Barat untuk melihat pantai dan objek wisata disana.  Tapi setelah kita cari-cari info dan menghitung perkiraan pengeluaran, dengan menyesal kami batalkan rencana jalan-jalan semula.

Tiga kali gagal jalan-jalan ini cukup membuat kesal.

Mengurus Kartu Identitas…

Seperti postingan saya sebelumnya di sini, yang karena keteledoran dan kelalaian saya membuat semua rencana jadi gagal total.

Rencana melancong ke Baluran pun sepertinya harus ditunda sampai usai Hari Raya besok.

Aktivitas saya setelah kehilangan dompet tersebut akhirnya penuh dengan mengantri. Ya, setelah malam kejadian saya menghubungi Bank untuk memblokir kartu ATM saya, yang dilanjutkan dengan mendatangi polsek untuk membuat surat Kehilangan.

Keesokan harinya saya mendatangi Kelurahan tempat saya tinggal untuk membuat surat permohonan penggantian KTP, dari sana saya langsung ke Kantor Catatan Sipil untuk mengurus KTP. Saya kira proses nya cepat atau langsung jadi, ternyata saya harus menunggu 3 hari untuk mendapatkan KTP pengganti tersebut.

Selesai mengurus KTP, saya mampir ke Poltabes untuk menanyakan persyaratan mengganti SIM yang hilang. Mereka mengatakan prosesnya sama dengan perpanjangan SIM, tapi kita harus ada fotocopy SIM yang lama, atau minimal ingat no SIM kita. Jika tidak ada keduanya berarti membuat baru. Karena saya tidak ada akhirnya saya buat baru, tapi SIM saya urus keesokan harinya, karena sudah terlalu siang.

Pagi-pagi datang, mengurus surat kesehatan, lampirkan dengan surat keterangan kehilangan dan fotocopy KTP (untung masih nyimpen). SIM langsung diurus, tes-tes-tes.. foto, selesai, sehari (seharian asal gak rame) jadi.

Besok nya lagi, waktunya untuk mengambil KTP, setelah menunggu agak lama, karena banyak yang antri, saya pun akhirnya punya KTP lagi, walaupun bukan eKTP, tapi mirip KTP jaman dulu.

Lepas dari ngambil KTP, saya ke Kantor Pajak untuk minta penggantian kartu NPWP. Dengan surat keterangan kehilangan dan formulir permohonan penggantian kartu, tidak sampai satu jam, kartu NPWP baru saya sudah jadi.

yah, begitulah aktivitas 3 hari setelah kehilangan dompet. sibuk mondar-mandir ke bermacam instansi dan ngantri. he

Setelah semua kartu saya kembali, langkah pertama adalah, mem-fotocopy dan men-scan semua kartu-kartu saya, untuk jaga-jaga jika ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Kehilangan Dompet…

Sebuah peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu membuat semua rencana yang telah disusun rapi jadi berantakan.
Ya, beberapa hari yang lewat, tepatnya hari senin, tanggal 8 Juni. Saya kehilangan dompet kartu di ATM, sesuai dengan namanya, dompet kartu. Dompet itu berisi semua kartu-kartu sakti mandraguna. Sebut saja KTP, SIM, ATM, NPWP, BPJS, dan beberap kartu yang lain yang tidak saya ingat.

Hal itu tentu saja cukup membuat saya pusing karena semua identitas saya hilang, tanpa KTP atau SIM tidak mungkin bisa memesan tiket pesawat, kereta atau checkin hotel. Padahal saya berencana untuk liburan ke Jawa Timur pada hari Rabu nya.

Akibat dari kehilangan itu, saya terpaksa mengurus kembali syarat-syarat untuk membuat KTP dan SIM, sedangkan ATM sudah saya blokir lebih dahulu via telepon ketika saya sadar bahwa dompet saya hilang.

Membuat surat kehilangan di kantor polisi terdekat adalah hal wajib yang harus dilakukan, karena surat inilah yang akan ditanyakan terlebih dahulu ketika kita akan mengurus KTP, SIM ataupun kartu-kartu yang lain.

Sebuah pelajaran yang saya ambil dari kejadian ini adalah, jelas agar lebih berhati-hati lagi kedepannya. Dan selain itu, sebaiknya kita mempunya copy atau scan dari semua ID kita, agar jika sewaktu-waktu hilang, kita akan lebih mudah mengurusnya.

Secangkir Kopi di Pagi Hari…

Judul klasik ketika tidak ada ide atau tulisan untuk posting di blog ini..haha

Bulan April lewat begitu saja tanpa ada postingan satupun, kenapa? sibuk bekerja? atau memang tidak ada bahan?

Yah, keduanya benar, lagipula saya bukan seorang blogger yang sangat-sangat aktif, walaupun memang menargetkan paling tidak dua postingan setiap bulannya.

Tapi apa mau dikata, saya bukan orang yang rajin travelling ke berbagai tempat, atau suka menyambangi warung dan mencicipi makanan enak, bukan photograper.

Hanya karyawan di sebuah perusahaan yang berlokasi di sebuah dusun di Sumatera, tinggal di mess dari senin sampai senin lagi selama dua bulan. Bisa dibayangkan ? he sebaiknya tidak usah, buang masa saja.

Ya sudahlah, kita seruput dulu kopi pagi ini, dan bulan Mei sudah jalan hampir setengahnya, Apa yang akan terjadi kira-kira besok ?

2015…

Hahahaha… akhirnya saya tetap tidak bisa menepati janji di akhir tahun 2014 yang baru saja lewat beberapa hari. Maksud hati ingin membuat postingan di hari terakhir tahun 2014, tapi apa daya… saya lupa.. hahaha
Saya baru teringat ingin menulis ketika suara letusan kembang api saling bersahutan, dan terlambat karena tahun sudah berganti dan posisi saya sedang dalam perjalanan hendak menyebrang ke Sumatera. he

Dan sekarang sudah masuk tahun 2015, hari ke-3. Jadilah ini merupakan postingan pertama di tahun 2015. Besok saya atau mungkin nanti saya ingin menutup cerita Wisata Satu Hari di Ibukota sebelum pindah ke tema lain. he, (kali ini saya akan berusaha agar tidak lupa lagi) 🙂

2014…

Ternyata saya tidak bisa kembali aktif setelah postingan terakhir “Saya Datang Lagi..”. Bukan karena habis bahan dan tidak ada sesuatu untuk diceritakan, tapi lebih karena kondisi yang tidak mendukung untuk saya duduk didepan komputer dan bercerita.

Ya dua bulan terakhir ini memang sangat menguras fisik dan juga pikiran. Banyak yang harus dipersiapkan dan dikerjakan di bulan November yang lalu. Masuk ke Desember pun ternyata masih sama.. haha

Ingin rasaya kemarin bersua dengan blog ini dan menceritakan semua hal yang membuat saya sibuk, menceritakan buku, komik dan mini 4wd yang baru saya beli. Tapi ternyata waktu dan kesempatan tidak mengijinkan, bahkan ketika saya sempat ternyata teknologi tidak mendukung. yah, begitulah…

Ya sudahlah kalau kata Bondan & Fade2Black, yang lewat biarkan saja.. tinggal kedepannya bagaimana. Tahun 2014 tinggal tersisa beberapa hari lagi. Sebentar lagi kita masuk ke tahun yang baru, tahun 2015.

Ini bukan postingan terakhir di tahun 2014. Saya akan memanfaatkan hari yang tersisa untuk membayar hutang, terutama postingan tentang wisata satu hari di Jakarta 🙂

 

 

Saya Datang Lagi…

woooow… satu bulan tanpa posting, dan bahkan cerita wisata satu hari saya ketika di Jakarta pun belum selesai.. ckckckck
kemarin memang masa yang melelahkan dan membutuhkan perhatian lebih sehingga membuat saya lupa untuk mengunjungi blog saya ini.

ya tapi akhirnya semua sudah selesai, babak baru kehidupan saya dimulai per tanggal 23 November yang lalu 🙂

semoga ke depannya jalan saya semakin dimudahkan, semua mimpi dan cita-cita bisa terwujud. Aammiiiiinnn….