Ramadhan…Pemilu dan Piala Dunia.

Mungkin banyak tulisan sejenis dalam jagat per-blog-an yang mengambil tema yang sama, dan saya pun ingin menambah sebuah tulisan sesuai dengan pikiran dan apa yang saya rasakan, itu saja.

Bulan Juli ini, memang ada dua hajat yang memang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia yang juga penikmat bola. Pada bulan Juli tahun ini perhelatan akbar kompetisi sepak bola 4 tahunan kembali di gelar, piala dunia 2014. Berbarengan dengan itu, Indonesia juga akan mengadakan acara yang juga tidak kalah ramainya, yaitu pemilihan presiden untuk masa jabatan 5 tahun kedepan, tepat nya besok tanggal 9 juli 2014. Dan kedua acara itu diselenggarakan bertepatan pada bulan Ramadhan, bulan suci bagi umat muslim dimana kita tahu banyak kemuliaan didalam bulan Ramadhan ini.

Kebetulan? bisa jadi. Tapi menurut saya, hal ini seharusnya bisa kita jadikan sebuah momentum atau saat yang tepat untuk kita belajar bagaimana bersikap dan berintrospeksi sekaligus belajar tentang kita sebagai seorang umat beragama dan juga seorang warga negara sekaligus penikmat sepak bola. Terdengar aneh? mari kita lanjutkan.

Seperti kita tahu, piala dunia selalu menjadi perhatian bagi pecinta olahraga sepak bola, baik untuk negara peserta maupun bagi negara yang tidak ikut serta berkompetisi dan hanya sekedar menjadi penonton. Mulai dari yang sekedar penikmat, fans pendukung negara sampai para pebisnis yang menjadikan sepak bola sebagai ajang meraup keuntungan.

Kemudian Pemilu, tidak kalah dengan piala dunia, pemilu juga menarik banyak perhatian buat para pendukung capres, simpatisan dan anggota partai sampai rakyat biasa yang tidak terlalu paham dunia politik.

Lalu bulan Ramadhan, seperti kita tahu, bulan ini umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa, berlomba-lomba mengais pahala di setiap ibadah yang dilakukan, berlomba-lomba berbuat kebajikan dan berlomba-lomba belajar menjadi seorang muslim yang ber-taqwa. Namun saya merasa hal tersebut agak sedikit terganggu karena dua perhelatan yang sudah disebutkan sebelumnya.

Lalu apa hubungannya dengan momentum yang saya sebutkan sebelumnya?

Pada bulan Ramadhan ini, umat Islam di wajibkan untuk berpuasa, selain menahan untuk tidak makan dan minum disiang hari, ajaran kita menganjurkan untuk menahan nafsu, memperbanyak membaca quran, zakat, dan ibadah-ibadah lainnya. Lalu yang terjadi? Kita memang berpuasa dan beribadah, namun kita juga sibuk dengan semua aktivitas tentang kampanye pemilu dan acara menonton sepak bola. Apakah hal itu dilarang? tentunya tidak, kita semua punya hak untuk itu. Tetapi yang sangat disayangkan adalah, ketika aktivitas kita dalam menyambut dan menikmati piala dunia maupun pemilu menganggu bahkan merusak ke-khusyuk-an dalam beribadah di bulan Ramadhan.

Mungkin teman-teman juga mengalami bagaimana media sosial dan media informasi lain memberitakan soal kampanye pemilu dan lain-lain hal soal pilpres atau capres. Kita banyak menemukan pemberitaan negatif tentang kedua capres yang kita tidak tahu kebenarannya, sesuatu hal yang dikhawatirkan akan menuju atau menjadi fitnah, saling ejek dan hujat antar simpatisan atau pendukung fanatik ke dua capres, sampai tindakan anarkis. Bagaimana mungkin hal tersebut dilakukan di bulan suci? padahal dibulan-bulan lain pun hal tersebut tidak baik untuk dilakukan apalagi dibulan Ramadhan ini.

Berbeda lagi piala dunia, dengan entengnya para penikmat bola bertaruh menjagokan tim dukungannya. Bukankah berjudi itu dilarang? dan bertaruh termasuk dalam judi? dan sekali lagi ini bukankan kita sedang dalam suasana Ramadhan? berjudi di bulan ramadhan? w.o.w

Saya agak bingung dengan hal ini, fanatik terhadap capres? fanatik terhadap tim negara kesayangan? atau sekedar ikut-ikutan untuk meramaikan acara.

Ramadhan kali ini sepertinya kalah dengan pemilu dan piala dunia, saya tidak tahu kenapa atau salah siapa. Paling tidak itulah yang terjadi di sekitar kita saat ini, di dunia maya maupun di alam nyata. Pemilu akan diselenggarakan besok, tanggal 9 Julil 2014, dan piala dunia akan berakhir tanggal 14 juli 2014. Sedangkan Ramadhan masih tersisa kurang lebih 20 hari lagi.

Jadi kesimpulannya? yah saya sendiri hanya berharap Ramadhan kali ini bisa lebih baik dari Ramadhan tahun yang lalu, dan berdoa agar bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Untuk Pemilu Pilpres, semoga menjadi berkah bagi masyarakat Indonesia, siapapun nantinya yang akan terpilih. Untuk Piala Dunia? siapa peduli, negara saya tidak ikut serta didalamnya, siapapun pemenang nya tidak ada pengaruhnya dengan saya. 🙂

Selamat melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan 🙂

 

Iklan

Taat Aturan…?

Beberapa hari yang lalu saya melakukan perjalanan dari Lampung ke Yogyakarta dengan menggunakan Bis AKAP, di Jogja saya jalan-jalan mengunjungi rumah kerabat dan teman-teman. Merasa cukup menghabiskan beberapa hari di Jogja saya memutuskan untuk pulang ke Lampung, dengan menggunakan pesawat singgah sejenak di Jakarta, baru kemudian melanjutkan perjalanan dengan travel ke Lampung.

Dari perjalanan panjang dengan bermacam mode transportasi tersebut, sesuai dengan judul tulisan kali ini, ternyata masih banyak dari masyarakat kita yang tidak terlalu peduli dengan aturan. Padahal aturan tersebut dibuat untuk keamanan dan kenyamanan kita sendiri. Sepertinya jargon ” Aturan di buat untuk di langgar” itu masih “berlaku”.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, kenapa masyarakat kita susah sekali untuk mentaati aturan-aturan yang berlaku. Saya sendiripun bukan orang yang lurus dan taat 100% dengan aturan-aturan yang ada, namun kadang kalau lagi kumat ya gini, he.
Yang paling sering dilihat pasti kalau kita dijalan raya adalah di perempatan dengan lampu lalu lintas, banyak pelanggaran disana. Lalu kalau kita di pesawat terbang, aturan untuk mematikan dan menyalakan HP serta menggunakan atau melepaskan sabuk pengaman pada waktunya, disana juga banyak yang menganggap remeh. Dan masih banyak lagi kalau mau disebutkan satu persatu.

Dari hal-hal kecil seperti ini sebenarnya kita bisa melihat sejauh mana kesadaran dan kedewasaan kita sebagai masyarakat. Jangan bisanya hanya protes dan meminta apa yang menjadi hak, tapi ketika diminta kewajiban atau sekedar menuruti aturan ternyata enggan. Padahal jika terjadi sesuatu, lagi-lagi kita pasti yang merasa dirugikan dan kemudian menyalahkan orang-orang lain.Yuk kita mencoba tertib dan taat dengan aturan yang berlaku. 🙂

Investasi dengan Emas ??…

Sekali-kali kita menulis hal yang agak serius dikit ya. Mengenai Emas, soalnya santer kabar yang saya dengar, harga emas sedang turun, bahkan penurunannya sampai 50 ribu rupiah. Sebenarnya saya pribadi kurang paham dengan hal itu, harga emas naik atau turun tidak pernah menjadi perhatian saya.

Sampai dengan beberapa bulan yang lalu, mungkin sekitar 10 bulan lah, saya termasuk rajin dan rutin menyisihkan uang penghasilan saya untuk ditukar dengan emas. Niatnya sebagai tabungan ketika besok memerlukan uang, karena kata orang-orang harga emas tidak akan pernah turun, ya paling tidak ketika kita menjual emas kita pasti ada keuntungan yang kita dapatkan dari selisih harga dulu dan sekarang.

Selain berita tentang harga emas turun, sekrang juga katanya sedang ramai berita investasi atau berkebun emas, intinya, dengan sejumlah uang kita bisa mempunyai emas plus uang yang sangat banyak, cara yang mudah untuk menumpuk kekayaan. he

Ada sedikit kertertarikan saya untuk ikut cara tersebut, ya namanya manusia, siapa yang tidak tergiur dengan iming-iming kekayaan, he. Dan seperti biasa, saya mencari-cari info di Internet. Selama pencarian tersebut saya menemukan dua artikel yang sangat menarik menurut saya. Buat yang penasaran, silahkan di buka aja link dibawah ini.

Bank Indonesia Melarang Berkebun Emas

Berkebun Emas dan Kawin Kontrak

Kalau sudah baca dua artikel diatas mungkin niatan untuk investasi atau berkebun emas akan hilang dan berpikir dua kali untuk melakukannya. Ya secara pribadi saya pun membeli emas itu hanya sekedar sebagai pengganti tabungan konvensional, karena tidak akan terpotong administrasi dan “bunga” nya tinggi serta sewaktu-waktu bisa dijual atau digadaikan. Hanya itu. 🙂

Sonor 1005…

Saya memang suka musik dan bermain musik, dan saya paling suka dengan alat musik pukul, seperti drum, kendang, tabla, djembe dan sebagai nya. Dan pada sebuah kesempatan, akhirnya saya bisa membeli drum, walaupun harga nya lumayan mahal, tetapi karena bisa diangsur jadi tidak terlalu terasa. he

Drum bermerk Sonor tipe 1005 ini saya dapatkan dari seorang rekan yang dahulu punya usaha studio musik di Palembang. Teman-teman yang suka nge-band di Palembang mungkin tahu dengan Delale Entertaiment. Salah satu properti dari delale yaitu drum sekarang pindah ke tangan saya. 🙂

Kondisi drum ini masih sangat baik, walaupun agak sedikit berdebu dan ada sedikit lecet karena pemakaian, maklum sudah 3 tahun lebih usia drum ini. Drum Sonor ditambah cymbal Sabian SX seperti pas buat saya menyalurkan hobi sekaligus belajar bermain drum yang benar. Karena dari dulu saya hanya bermain seperti apa yang saya liat di Video clip musik atau konser.

Setelah drum ini pindah tangan, ternyata masih ada halangan lagi. Suara nya yang berisik membuat saya tidak bisa bermain sesuka hati saya. Tetangga kiri-kanan bisa-bisa ngamuk dan mengusir saya dari tempat tinggal.. hahahaha

Jadi solusi nya saya hanya bisa bermain di pagi hari sebelum berangkat kerja dan pada saat weekend ketika wisma kosong karena di tinggal penghuni nya mudik. Itupun saya masih harus menggunakan peredam untuk mengurangi gaung suara nya yang memang sangat besar. 🙂

Badai Pasti Berlalu…

Badai Pasti Berlalu…
Sebuah ungkapan yang sering kita dengar dan sangat populer, tetapi ini bukan hanya sekedar ungkapan, karena dibalik kalimat itu terdapat sebuah makna yang sangat dalam dan mampu memberikan kita semangat untuk terus menjalani kesulitan dengan tabah dan sabar.

Seperti yang sedang terjadi di dunia pertambangan saat ini, khusus nya batubara, berita menyebutkan bahwa harga jual batubara turun drastis, bahkan sampai 50%. Hal ini  menyebabkan pengusaha dan perusahaan batubara merugi karena ongkos produksi dan hasil penjualan ternyata tidak sesuai. Sehingga beberapa perusahaan dengan terpaksa harus mengambil kebijakan-kebijakan yang mungkin tidak bisa diterima oleh beberapa karyawan tapi itu harus dilakukan. Penghematan biaya produksi, pengurangan upah, penghapusan lembur sampai PHK adalah langkah yang mungkin diambil oleh pihak manajemen.

Mungkin ini adalah badai yang sedang melanda usaha batubara di Indonesia, tapi kembali lagi ke judul diatas, bahwa Badai Pasti Berlalu. Kita harus percaya bahwa kesulitan ini akan segera berakhir, dan kita perlu strategi yang tepat untuk menghadapi hal itu. Kita harus tetap yakin dan tetap semangat untuk bekerja dan berusaha, yakin lah bahwa keadaan pasti akan membaik.
Tetap semangat, tetap berpikiran positif, kuatkan mental untuk mengahadapi badai ini, dan yakin lah… Badai Pasti Berlalu.

Andai…

Inget dengan lagu Oppie Andaresta yang berjudul Andai? lagu unik nan ceria yang syair nya  mengajak kita untuk berandai-andai menjadi orang kaya, punya uang banyak, dan sebagai nya, tapi di bagian akhir dikatakan kalau itu semua cuma khayalan.
Gak salah kok berandai-andai, karena itu sama dengan mimpi, kalau kata Bondan Prakoso dan teman-teman Fade2Black nya, Hidup Berawal dari Mimpi, jadi jalani mimpi mu sampai jadi kenyataan. Nah, karena itu, bermula dari ber andai-andai, lalu kita memikirkan dan menemukan jalan untuk mewujudkan semua andai-andai itu…

Tapi ada gak berandai-andai yang gak bakal atau sangat susah terwujud? jawabannya pasti ada dan mungkin banyak..hehe. Dan kalau sudah begitu gimana? ya yang paling ideal adalah, segeralah bangun dari andai, mimpi dan khayalan kita itu, ubah menjadi andai, mimpi dan khayalan yang mungkin untuk terjadi. Gampang kan ? 🙂

Sama seperti gambar dibawah ini,  sangat tidak mungkin untuk saya bisa mendapatkan ke 14 kit tamiya itu, bahkan bisa dibilang mustahil bagi saya untuk memiliki nya. Hal itu dikarenakan, semua mobil dibawah ini adalah produk lama yang sudah tidak diproduksi lagi, kalaupun ada yang menjual harga nya akan sangat mahal, mungkin sudah juta an harganya (beberapa memang masih ada versi murah nya). Tapi di kala ketidakmungkinan yang hanya bisa saya berandai-andai, ada orang yang beruntung yang bisa mendapatkannya dengan harga sangat murah.
Kalau sudah begini bagaimana? Keinginan tidak sesuai dengan kemampuan. Ada banyak cara, salah satu nya adalah cari edisi baru dan buat menjadi seperti edisi lama, atau modifikasi alias buat sendiri.. gimana ?? masuk akal ? untuk kolektor miskin seperti saya sih tidak ada masalah, dengan barang KW dan sejenis nya karena prinsip saya yang penting item yang di inginkan ada. 🙂

Samsung X-Cover2 C3350…

Ponsel outdoor memang sedikit berbeda dengan ponsel pada umumnya, karena selain berfungsi sebagai alat komunikasi dan hiburan. Ponsel outdoor dibuat agar tangguh ketika berada di situasi yang tidak normal.  Ponsel jenis ini punya keunikan tersendiri dan setiap kemunculannya selalu di tunggu-tunggu oleh para penggemar ponsel outdoor.

Cukup banyak vendor yang merilis ponsel outdoor, sebut saja Sonim, kemudian di masa lalu ada Siemens dan Ericsson yang terkenal dengan Hiu nya.

Ericsson dan Siemens mungkin sudah tenggelam oleh Nokia, tapi Sonim masih terus memproduksi ponsel tipe outdoor sampai sekarang. Selain Sonim, salah satu vendor yang rajin menelurkan ponsel tipe outdoor adalah Samsung, hanya saja dari sekian banyak ponsel outdoor besutan samsung, hanya sedikit yang resmi dijual di Indonesia . Terhitung hanya Samsung B2100 yang muncul beberapa tahun lalu, dan yang terbaru adalah Samsung X-Cover C3350 yang di launching akhir tahun lalu.

Kita fokuskan tulisan kali ini ke Samsung X-Cover C3350. Ponsel ini dikenal oleh para pecinta ponsel outdoor produksi samsung dengan sebutan “Badak Junior”.  Ponsel ini di banderol dengan harga Rp.900.000,- pada saat lauching pertama kali dan sekarang ponsel ini bisa didapatkan dengan harga berkisar antara Rp 850.000,- sampai Rp. 875.000,-.

Ponsel ini memang pantas disebut sebagai ponsel outdoor, berbekal sertifikat IP67 yang dimiliki adalah bukti yang menjadikan ponsel ini aman direndam dalam air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit. Ponsel ini juga anti debu, dan cukup tahan banting ketika terjatuh. (jatuh ya, bukan di banting.) 🙂

Walaupun jaringannya 3G dan maksimal hanya EDGE, namun itu sudah cukup untuk pengguna yang hobi berselancar di dunia maya, karena badak junior ini juga dilengkapi dengan jalur pintas ke social networking seperti Facebook, Twitter dan Mesengger.

Pemutar video dan musik serta Radio juga disematkan untuk melengkapi sisi hiburan sebagai pendamping ketangguhan hp ini di alam. Layar nya juga cukup jelas untuk menikmati video berformat Mp4 atau 3Gp. Ditambah lagi senter LED dan kamera 2mp sebagai pelengkap.

Jika dibandingkan dengan pendahulunya Samsung B2710, badak junior ini memang jauh kalah kelas. Tapi dengan harga yang terjangkau dan ketangguhan yang diberikan, sepertinya badak junior ini pantas dimiliki untuk para pengguna ponsel yang menginkan kekuatan dan ketahanan.

*spesifikasi lebih jelas bisa dilihat disini
bukan promosi lho, cuma sekedar berbagi 🙂

15052012 = ?? (kedua)

Begini ni kalau lagi rajin-rajinnya, sehari bisa dua kali posting, hahahaha. Ini rajin atau memang gak ada kerjaan ya?. Seharian yang saya lakukan cuma duduk (kadang tiduran atau jongkok bahkan sambil makan) di depan laptop, buka Kaskus, FB, email, Blog. Yah pokoknya gak ada kerjaan yang membuat badan berkeringat lah, he

Semua rencana yang dibuat tidak ada yang terlaksana, tapi dimaafkan lah, karena hari ini hari khusus dan bisa dibilang spesial, walaupun akhirnya waktu berlalu dengan biasa, bahkan sangat biasa. hahaha
Tadi nya hari ini saya mau pergi ke pasar, cari Tamiya baru, beli kabel LAN, mendaftar ke tempat kursus stir mobil, cari tabloid komputer, ke rental game PC, sampai terakhir beli kue buat dimakan malam hari, tapi karena suatu hal, semua gagal, tidak ada satu pun yang terlaksana. Sehingga alhasil, seharian ini saya cuma online..online.. 🙂

Tapi, sekali lagi tidaklah mengapa karena hari ini tanggal 15 Mei 2012,
yap.. hari ini 15 Mei.. 🙂

L.I.B.U.R…

Sudah dua bulan berlalu sejak terakhir saya cuti, akhirnya untuk kesekian kalinya waktu off datang kembali, kali ini saya memutuskan untuk tidak mengambil fasilitas tiket yang diberikan perusahaan, bukan sok atau semacamnya, cuma males aja harus mengisi form permintaan tiket, dsb dsb… sudahlah biarkan saja, malah seandainya bisa, saya pun malas untuk mengisi form cuti dan form surat perjalanan dinas yang seharusnya berbuah uang perjalanan namun kali ini tidak karena kondisi yang memang tidak memungkinkan.

Yah, situasi dua minggu kebelakang memang sulit buat tempat dimana saya bekerja, setelah sebelumnya di dera banyak masalah teknis dan finansial, kali ini masalah yang sama kembali menghantam, para supir demo karena upah mereka selama tiga bulan belum dibayar, selain masalah kontrak baru yang jadi masalah. Hampir 10 hari saya masuk kerja dengan suasana yang tidak jelas, tidak ada instruksi dari atasan untuk berlaku bagaimana seharusnya, sementara isu yang berkembang diluar juga kurang bijak untuk dipandang sebelah mata.

Syukur Alhamdulillah masalah dapat diatasi, paling tidak saya melihatnya seperti itu, entah benar atau tidak, karena bawahan seperti saya tidak pernah tau apa keputusan para pejabat dan kaum elite di perusahaan ini, ditambah tidak ada keterangan resmi. Ya sudah lah, yang penting sekarang saya libur..he

semangat pagi…

Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya.

Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni.

Bagi mereka menu dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah. Hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya ? wanita itu terkekeh menjawab, ” Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun ” tapi bukankan ia bisa menaikan harga sedikit ? sekali lagi ia terkekeh, “ lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka? ” katanya sambil menunjukan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja.


Ah..! betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua diatas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tidak runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankan demikian tugas kita dalam kerja? menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama.


*original posted by : sri endah