Selamat Berbuka Puasa…

Hahaha.. parah nih..

udah bulan Juni aja, padahal awal tahun bilangnya mau rajin-rajin nge-post karena banyak yang mau diceritain..

ya apa mau dikata, rencana dan kenyataan ternyata tidak sejalan..

sekarang gimana ? sudah bisa dimulai ?

hmm… seperti nya bisa, gimana kalau kita coba nanti malam, sehabis taraweh ?

 

-selamat berbuka puasa buat kawan-kawan di Sumsel dan sekitarnya..

17 ramadhan 1438 H

Iklan

2017…

Dari kemaren pengen posting, tapi selalu lupa, pas inget bahan nya gak dibawa.. he (banyak alasan ya).

Kemaren kan niatnya tiap bulan selalu ada postingan ya, dan sekarang januari dan februari lewat gitu aja, berasa dejavu saya, perasaan udah pernah kejadian kayak gini, hampir tiap tahun mungkin ya… hahaha

Semoga besok lancar lah postingannya. Saya mau cerita tentang buku karya Rizky Ridyasmara selain the Escaped, kemudian saya mau cerita juga soal makanan khas dari Solo, sedikit cerita jalan-jalan ketika cuti kemarin, dan beberapa cerita jalan-jalan tahun lalu yang belum sempat diceritakan…

Yah semoga besok di site sinyal internet bagus trus banyak waktu luang biar sempat nulis 🙂

Dua Desember…

Sudah hampir satu minggu berlalu, tapi perasaan haru pada jumat 2 desember yang lalu masih terasa ketika melihat foto dan membaca kisah cerita yang juga masih ramai beredar di media sosial.

Aku hanya ingin bercerita sedikit tentang 212-ku, mungkin sudah banyak cerita dan posting tentang 212, tapi ini 212-ku.
212-4

Sebenarnya keinginan untuk ikut serta dalam aksi 212 itu datang terlambat. Dua hari sebelum hari H aku sedikit gelisah dengan sebuah status yang kubaca di facebook. “kamu ada di pihak mana?”

Aku tidak terlalu mengikuti berita soal aksi 411, yang aku tahu aksi yang bertujuan untuk menuntut agar orang yang dianggap sudah menghina agama kami itu dihukum berjalan dengan damai. Kabar selanjutnya, yang bersangkutan ditetapkan menjadi tersangka, namun ternyata hal itu belum cukup memuaskan, sehingga beredar isu akan diadakan lagi aksi lanjutan, Aksi Bela Islam III.  Awalnya diberitakan aksi akan dilakukan pada tanggal 25 November, namun tidak terjadi apa-apa pada tanggal tersebut, baru setelah itu muncul berita terbaru bahwa aksi akan dilakukan pada hari jumat tanggal 2 Desember.

Seperti yang kubilang sebelumnya, sebuah status di facebook membuatku galau sebelum akhirnya aku putuskan untuk turut serta ambil bagian pada aksi tersebut. Aku dibuat bimbang dengan dengan pertanyaan itu. Sepertinya keimananku yang dipertanyakan.

“Siapa yang kamu bela?”
“kau tidak marah kitab suci mu dihina? Dianggap alat kebohongan?”
“apakah bagiku cukup hanya dengan mendoakan saja agar aksi berjalan lancer?”
“kau takut? malu? Dianggap tidak toleran? “

Sial, aku benar-benar bingung dan tidak tahu jawabanya, sampai istri ku tiba-tiba bertanya, “mas bener mau ikutan demo besok?”  pertanyaan itu pun tetap kujawab tanpa kepastian “pengen sih, tapi…”

“coba tanya kak Ali, kemaren dia ikut waktu 411, siapa tau besok dia ikut lagi, ntar bareng aja” bilang istri ku seperti tahu kebingunganku.

Mendengar itu langsung kuhubungi kakak sepupuku itu, tapi ternyata beliau tidak turut serta untuk aksi besok karena ibu nya melarang. Namun beliau berkata kepadaku “ikut aja jel, niatkan karena Allah, gak apa sendirian, nanti juga ketemu jamaah disana, berangkat dari stasiun Rawa Buntu juga udah ketemu pasti dengan jamaah yang laen”

Percakapan kami lewat bbm itu berakhir dengan bismillah, aku niatkan untuk turut serta besok (2 des).

Kupersiapkan malam nya semua yang disarankan untuk dibawa seperti disebarkan oleh broadcast bbm untuk jamaah yang ingin turut serta pada aksi 212, sajadah, mantel, air mineral (untuk minum dan wudhu), makanan kecil, obat diare, dll. Aku tidak punya baju koko putih, jadi kupakai saja kaos putih lengan panjang.

Keesokan harinya, setelah mengantar istri ke kantor, aku langsung menuju stasiun Rawa Buntu. Perjalanan ke monas yang kutahu, dari Rawa Buntu turun di Tanah Abang, lanjut ke stasiun Juanda, jalan ke Monas. Maklum, kami belum resmi jadi warga tangsel, walaupun istri sudah hampir lima tahun kerja di tangsel. Aku masih pulang pergi sekayu-tangsel. Jadi kalau ditanya arah kemana-kemana masih bingung. He

Aku tidak menyangka Rawa Buntu akan seramai ini, stasiun dipenuhi dengan jamaah peserta aksi yang ingin pergi ke monas, bahkan sebuah posko sudah berdiri di area stasiun. Mereka membagikan bekal makanan dan air minum kepada semua orang yang hendak turut serta dalam aksi 212.

Gerbong yang biasanya penuh, kali ini lebih padat lagi. Benar, aku merasa tidak sendirian walaupun masih sedikit bingung ntar ke monas nya gimana. He

Perjalanan dari sta.Rawa Buntu sampai ke sta.Tanah Abang melewati lima stasiun, ditiap stasiun pun ramai dengan jamaah yang hendak turut serta mengikuti aksi 212.

Sampai sta.Tanah Abang, ketika hendak berpindah jalur untuk melanjutkan perjalanan ke sta.Juanda, secara tidak sengaja, aku mendengar salah satu rombongan berkata “kita jalan aja, tuh pada jalan semua” sambil menunjuk keluar stasiun. Akupun melihat kearah yang ditunjuk mereka, dan ternyata para jamaah peserta aksi 212 memang jalan kaki beramai-ramai menuju monas. Tanpa pikir panjang lagi langsung kuikuti rombongan tersebut.
212-2 212-1

Waa, ternyata jalan diluar stasiun sudah ramai dengan jamaah yang berpakain putih dengan bermacam atribut, ada yang membawa poster, ikat kepala, bendera organisasi, bendera merah putih. Aku segera bergabung dengan kerumunan tersebut. Teriakan takbir dari atas mengejutkan ku, kujawab takbir itu sambil menengok kearah sumber suara. Didepan sta.Tanah Abang ada jalan layang, dan jalan itupun ternyata penuh dengan jamaah yang entah aku tidak tau mereka mulai berjalan dari mana. Yang pasti mereka sama-sama peserta aksi 212 dan sama-sama hendak ke monas.
212-5 212-3

Didepan ternyata lebih ramai lagi, alhasil jalan yang lebar itu penuh dengan jamaah peserta aksi dan membuat kendaraan harus sedikit mengalah. Beberapa mobil ada yang parkir ditengah jalan, dan ternyata itu adalah mobil logistik (tertempel tulisan dimobilnya) mereka membagikan makanan mulai dari roti, kue, sampai nasi kotak kepada para jamaah peserta aksi secara cuma-cuma. Mobil-mobil logistik seperti ini banyak sekali, kami tidak pernah kekurangan air maupun makanan selama perjalanan dan aksi.

Satu rombongan memulai bersholawat yang diikuti oleh seluruh jamaah yang berjalan kaki menuju monas, disitu air mataku mengalir tanpa sadar. Diselingi oleh teriakan takbir. Tangisku pecah walaupun tidak sampai terisak, entah apa yang kurasa saat itu. Yang jelas dada ini seolah bergemuruh, ada haru dan kebahagian serta rasa malu yang bercampur.

Jalan menjadi semakin sempit karena jamaah peserta aksi semakin bertambah seiring mendekati monas, sampai akhirnya rombongan terhenti di bundaran gedung indosat dekat patung kuda. Disana sudah sangat ramai, suara dari load speaker mengatakan monas sudah sangat penuh dan tidak bisa lagi menampung jamaah. Langkah ku pun terhenti disini.

Aku dan jamaah lain yang tidak bisa lanjut lagi ke dalam monas mengikuti jalannya aksi damai disini. Air mata kembali tumpah mendengarkan tausiyah dan doa dari para ustadz yang silih berganti berbicara. Dibawah guyuran hujan kami melaksanakan sholat jumat dan memanjatkan doa. Kemudian dengan tertib jamaah membubarkan diri.

Terlepas dari apa yang dituntut oleh aksi 212 ini, aku benar-benar bersyukur berada disini, aku benar-benar bersyukur pada akhirnya kuputuskan untuk turut serta dalam aksi ini.

Aku ada di pihak-MU ya ALLAH…

Klise Film Jadi Foto Digital

Waktu belum ada kamera dijital kita kalau foto-foto masih pakai kamera film ya. Nah, secara tidak sengaja waktu saya iseng liat-liat video di youtube, ada sebuah video yang menampilkan bagaimana kita mengubah film negatif jadi foto dijital. Bukan video baru sih sebenarnya, dan sudah banyak juga ternyata blog yang menuliskan cara ini. Tapi gak apa kan kalau saya juga ikutan share. 🙂

Saya putar beberapa video sejenis lalu kemudian saya kumpulan negatif film dari foto-foto saya dulu yang belum sempat dicetak karena tidak punya uang untuk nyetak foto (soale mahal, hahaha). Dan langsung saya praktikkan cara yang menurut saya paling mudah.

Baca lebih lanjut

Datang Lagi…

Hampir setengah tahun dari postingan terakhir yang tercatat di Blog ini. Akhirnya hari ini saya bisa posting lagi.

Enam bulan itu waktu yang cukup lama, dan cukup banyak cerita-cerita yang ingin saya sampaikan namun terkendala masalah waktu, peralatan dan tentu saja jaringan internet, he

Tapi sekarang sepertinya keadaan sudah cukup kondusif, walaupun laptop masih rusak tapi penggantinya ada dan sedia untuk dipakai kapanpun, jaringan internet pun sepertinya cukup baik. Tinggal menyisihkan sedikit waktu agar bisa kembali aktif nge-blog lagi. he

Selamat Datang kembali untuk saya… he

Gagal nge-Trip…

Tiga kali rencana dibuat, dan ketiga-tiga nya terpaksa dibatalkan. Pertama, kami (saya dan teman-teman di kantor) merencanakan untuk berkunjung ke curug macan di Lahat dan rafting di sungai Manna Pagaralam. Akan tetapi rencana tersebut gagal karena setelah dihitung-hitung biaya yang nanti harus dikeluarkan per orangnya dirasa cukup memberatkan.

Untuk kedua kalinya, kami kembali merencanakan ke Pagaralam, tapi tanpa rafting, agar ongkos “liburan” nya tidak terlalu besar. Kami rencanakan hanya mengunjungi curug-curug yang ada disekitar kaki Gunung Dempo. Akan tetapi, sekali lagi rencana tersebut gagal, karena teman yang diandalkan mobilnya bisa dipakai untuk ke lokasi liburan ternyata berhalangan.

Dan yang terakhir, kali ini saya sendiri yang merencankannya, tidak dengan teman kantor, karena posisi sedang off. Saya berencana mengajak isteri jalan-jalan dan liburan Tahun Baru Hijriah yang lalu ke Lampung Barat untuk melihat pantai dan objek wisata disana.  Tapi setelah kita cari-cari info dan menghitung perkiraan pengeluaran, dengan menyesal kami batalkan rencana jalan-jalan semula.

Tiga kali gagal jalan-jalan ini cukup membuat kesal.

my Game..my Adventure…

Judulnya agak-agak mirip dengan nama acara jalan-jalan yang lagi rame kaosnya dimana-mana..he

Tulisan tentang game yang terakhir saya posting yaitu FM 2015. Selain itu juga ada beberapa game yang pernah saya posting disini, yang agak sering adalah game PES (Pro Evolution Soccer). Hampir tiap tahun saya update setiap ada seri baru sejak tahun 2012.

Dan untuk game facebook, dulu pernah juga saya posting disini. Beberapa game masih saya mainkan sampai sekarang ditambah beberapa game baru, sebut saja Criminal Case, Candy Crush, Candy Crush Soda, Farm Heroes dan Pet Rescue.
Baca lebih lanjut

Mengurus Kartu Identitas…

Seperti postingan saya sebelumnya di sini, yang karena keteledoran dan kelalaian saya membuat semua rencana jadi gagal total.

Rencana melancong ke Baluran pun sepertinya harus ditunda sampai usai Hari Raya besok.

Aktivitas saya setelah kehilangan dompet tersebut akhirnya penuh dengan mengantri. Ya, setelah malam kejadian saya menghubungi Bank untuk memblokir kartu ATM saya, yang dilanjutkan dengan mendatangi polsek untuk membuat surat Kehilangan.

Keesokan harinya saya mendatangi Kelurahan tempat saya tinggal untuk membuat surat permohonan penggantian KTP, dari sana saya langsung ke Kantor Catatan Sipil untuk mengurus KTP. Saya kira proses nya cepat atau langsung jadi, ternyata saya harus menunggu 3 hari untuk mendapatkan KTP pengganti tersebut.

Selesai mengurus KTP, saya mampir ke Poltabes untuk menanyakan persyaratan mengganti SIM yang hilang. Mereka mengatakan prosesnya sama dengan perpanjangan SIM, tapi kita harus ada fotocopy SIM yang lama, atau minimal ingat no SIM kita. Jika tidak ada keduanya berarti membuat baru. Karena saya tidak ada akhirnya saya buat baru, tapi SIM saya urus keesokan harinya, karena sudah terlalu siang.

Pagi-pagi datang, mengurus surat kesehatan, lampirkan dengan surat keterangan kehilangan dan fotocopy KTP (untung masih nyimpen). SIM langsung diurus, tes-tes-tes.. foto, selesai, sehari (seharian asal gak rame) jadi.

Besok nya lagi, waktunya untuk mengambil KTP, setelah menunggu agak lama, karena banyak yang antri, saya pun akhirnya punya KTP lagi, walaupun bukan eKTP, tapi mirip KTP jaman dulu.

Lepas dari ngambil KTP, saya ke Kantor Pajak untuk minta penggantian kartu NPWP. Dengan surat keterangan kehilangan dan formulir permohonan penggantian kartu, tidak sampai satu jam, kartu NPWP baru saya sudah jadi.

yah, begitulah aktivitas 3 hari setelah kehilangan dompet. sibuk mondar-mandir ke bermacam instansi dan ngantri. he

Setelah semua kartu saya kembali, langkah pertama adalah, mem-fotocopy dan men-scan semua kartu-kartu saya, untuk jaga-jaga jika ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Kehilangan Dompet…

Sebuah peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu membuat semua rencana yang telah disusun rapi jadi berantakan.
Ya, beberapa hari yang lewat, tepatnya hari senin, tanggal 8 Juni. Saya kehilangan dompet kartu di ATM, sesuai dengan namanya, dompet kartu. Dompet itu berisi semua kartu-kartu sakti mandraguna. Sebut saja KTP, SIM, ATM, NPWP, BPJS, dan beberap kartu yang lain yang tidak saya ingat.

Hal itu tentu saja cukup membuat saya pusing karena semua identitas saya hilang, tanpa KTP atau SIM tidak mungkin bisa memesan tiket pesawat, kereta atau checkin hotel. Padahal saya berencana untuk liburan ke Jawa Timur pada hari Rabu nya.

Akibat dari kehilangan itu, saya terpaksa mengurus kembali syarat-syarat untuk membuat KTP dan SIM, sedangkan ATM sudah saya blokir lebih dahulu via telepon ketika saya sadar bahwa dompet saya hilang.

Membuat surat kehilangan di kantor polisi terdekat adalah hal wajib yang harus dilakukan, karena surat inilah yang akan ditanyakan terlebih dahulu ketika kita akan mengurus KTP, SIM ataupun kartu-kartu yang lain.

Sebuah pelajaran yang saya ambil dari kejadian ini adalah, jelas agar lebih berhati-hati lagi kedepannya. Dan selain itu, sebaiknya kita mempunya copy atau scan dari semua ID kita, agar jika sewaktu-waktu hilang, kita akan lebih mudah mengurusnya.

Secangkir Kopi di Pagi Hari…

Judul klasik ketika tidak ada ide atau tulisan untuk posting di blog ini..haha

Bulan April lewat begitu saja tanpa ada postingan satupun, kenapa? sibuk bekerja? atau memang tidak ada bahan?

Yah, keduanya benar, lagipula saya bukan seorang blogger yang sangat-sangat aktif, walaupun memang menargetkan paling tidak dua postingan setiap bulannya.

Tapi apa mau dikata, saya bukan orang yang rajin travelling ke berbagai tempat, atau suka menyambangi warung dan mencicipi makanan enak, bukan photograper.

Hanya karyawan di sebuah perusahaan yang berlokasi di sebuah dusun di Sumatera, tinggal di mess dari senin sampai senin lagi selama dua bulan. Bisa dibayangkan ? he sebaiknya tidak usah, buang masa saja.

Ya sudahlah, kita seruput dulu kopi pagi ini, dan bulan Mei sudah jalan hampir setengahnya, Apa yang akan terjadi kira-kira besok ?