The Escaped…

Adolf Hitler atau sering kita sebut Hitler, seorang pemimpin Jerman yang kabarnya telah membantai ribuan suku yahudi dan menyebabkan meletusnya Perang Dunia ke II.

Banyak misteri dan kontroversi mengenai Hitler, dari sejarah keluarganya, karir politik hingga ia menjadi pemimpin Jerman, bahkan sampai kematiannya pun tetap menjadi misteri dan kontroversi diberbagai kalangan.

the-escaped Buku ini mengambil latar belakang cerita soal Hitler. Novel dengan judul the Escaped ini ditulis oleh Rizky Ridyasmara dan diterbitkan oleh Salsabila Kaisar Utama pada tahun 2011. Sudah lama memang, namun saya baru beberapa waktu yang lalu membacanya. Maklum, namanya juga tinggal jauh di pedalaman. He

Diawali dengan sebuah fakta mengejutkan kalau tengkorak yang selama ini dipercaya sebagai tengkorak dari sang diktator yang disimpan di Rusia ternyata palsu. Hal ini semakin menambah  keyakinan beberapa pihak bahwa Hitler tidak mati bunuh diri dan berhasil melarikan diri ketika Jerman diserbu oleh Tentara Merah Rusia.

Cerita kemudian berlanjut dengan mengambil tempar di Jakarta, Indonesia.
Tidak disangka kalau peristiwa tabrak lari yang disaksikan oleh Sabina pada pagi itu akan mengantarkannya ke sebuah petualangan yang akan mengungkap misteri terbesar mengenai Hitler. Bersama sang suami Doktor Steven Aleyda dan rekan-rekan yang mereka temui dalam perjalanan mencari kebenaran, mereka bersama-sama mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada akhir Perang Dunia II dan Hitler sendiri.

Penasaran? Silahkan cari bukunya.. atau mungkin sudah baca? Gimana? Sangat menarik apa yang disampaikan oleh sang penulis ya.. memadukan cerita dan fakta pada lokasi-lokasi yang memang benar-benar ada menjadi satu alur yang menarik.

Kita santai mengikuti jalan cerita namun tanpa sadari kita juga sedang membaca sebuah berita, cerita sejarah atau bahkan fakta yang berbeda dari yang selama ini kita dengar. Sangat menyenangkan.

Oiya, kenapa setting ceritanya di Indonesia? Karena menurut salah satu teori yang dipercaya, Adolf Hitler melarikan diri dan bersembunyi di Indonesia, sampai akhirnya wafat dan dimakam kan di Surabaya. Seperti yang tertulis di cover buku nya. Apakah benar ?

30 Hari Keliling Sumatera…

30 Hari Keliling Sumatera karya Ary Amhir adalah judul dari buku yang akan kita bahas kali ini, saya tidak sengaja menemukannya di toko buku Fajar Agung, Bandar Lampung ketika saya cuti bulan lalu. Tulisan kisah nyata di cover buku ini membuat saya menarik untuk membawanya pulang.

Awalnya saya mengira buku ini akan bercerita tentang petualangan yang mendebarkan, naik gunung, menjelajahi rimba dan semacamnya. Tapi ternyata saya salah, bukan tentang itu cerita dalam buku ini. Buku ini menceritakan perjalanan sang penulis mengunjungi beberapa kota dan tempat di Sumatera karena berbagai keperluan. Secara keseluruhan kisah dalam buku ini sangat menarik.

30 hari keliling sumateraKisahnya berawal dari Padang untuk menghadiri acara pernikahan seorang teman lama yang dulu pernah sama-sama bekerja di Malaysia. Dari Padang perjalanan terus berlanjut ke Sumatera Utara, Aceh, Palembang dan berakhir di Lampung.

Walaupun bukan tentang petualangan yang mendebarkan, kisah perjalanan yang dikisahkan oleh Ary menurut saya sangat menarik. Penjelasannya tentang setiap tempat yang dikunjungi sangat detil membuat kita seolah-olah berada di lokasi yang sama. Sesekali Ary membawa kita ke masa lalu dan bercerita mengenai sejarah tempat yang dikunjunginya.

Kisah perjalanan yang menarik sekaligus mendidik. Karna selain mendapatkan kisah perjalanan dari tempat-tempat menarik di Sumatera, kita juga mendapatkan pelajaran sejarah dari beberapa tempat tersebut.

Buku ini sebenarnya sudah lama diterbitkan, tertulis bahwa buku ini diterbitkan oleh Dolphin tahun 2013, dan jauh sebelumnya di tahun 2011 ternyata buku ini juga sudah diterbitkan secara indie. Dan saya sepertinya memang agak telat membaca buku ini. 🙂

Ingin merasakan berkeliling Sumatera? silahkan ke toko buku terdekat dan beli buku karya Ary Amhir ini 🙂

 

 

Lost in The Jungle…

Lost in The Jungle, sesuai dengan judul dari novel yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang petualangan sang penulis ketika tersesat di hutan Amazon. Adalah Yossi Ghinsbergs sang penulis buku yang menceritakan perjalanannya ke Peru, dan kemudian bertemu dengan sesama backpacker bernama Marcus dan Kevin, serta Karl, seorang yang mengaku geologist dan pemburu emas

Foto0346Kisah berlanjut, akhirnya mereka berempat, dengan Karl sebagai pemandunya. Mereka ingin agar Karl memandu mereka untuk meleawati hutan yang sebenarnya dengan binatang buas didalamnya kemudian menyusuri sungai dengan rakit, disisi lain Karl juga menjanjikan mereka untuk melihat pemukiman Indian dan mendulang emas.

Petualangan dimulai, dan ternyata tidak berjalan dengan mulus seperti apa yang mereka rencanakan semula. Berawal dengan mulai terjadi perselisihan antar mereka sendiri, dilanjutkan dengan Marcus yang menderita sakit di kaki sehingga sulit berjalan, lalu tujuan perjalan yang kemudian menjadi tidak jelas. Konflik ini kemudian berujung dengan terpecahnya mereka menjadi dua kelompok, Kevin denga Yossi memutuskan untuk menuruskan perjalan seperti rencana awal. Sedangkan Marcus dan Karl berbalik arah untuk kembali.

Dari sini petualangan yang sebenarnya dimulai oleh Yossi, berawal dari rakit yang mereka naiki ternyata terseret deras nya arus sungai dan mereka akhirnya terpisah jalan. Bagaimana kelanjutannya? adabaiknya teman-teman membaca nya sendiri. Buku ini diterbitkan oleh Elek Media Komputindo, walaupun sudah agak lama, tampaknya tidak terlalu sulit untuk mendapatkan buku ini. Untuk teman-teman yang menyukai novel petualangan, ada baiknya membaca novel ini, karena petualangan yang ada di novel ini adalah Kisah Nyata.

99 Cahaya di Langit Eropa…

Membaca buku juga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan di bulan puasa ini, apalagi jika buku yang kita baca bisa memberikan tambahan ilmu pengetahuan ataupun ilmu agama.

Akhirnya selesai juga novel 99 Cahaya di Langit Eropa ini, bukan Novel baru memang, karena buku ini sudah terbit sejak tahun 2011, tapi memang kesempatan saya untuk membaca baru tiba saat ini, jadi apa mau dikata. Jadi pasti sebelum saya memposting soal buku ini, jauh sebelum saya sudah banyak review dan resensi soal buku ini. Tapi biarlah, sekedar sharing tidak ada salahnya 🙂

Novel ini dirangkum dari pengalaman sang penulis selama tiga tahuan tinggal di eropa, Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Seperti judul kecil nya, Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa. Hal itulah yang membuat saya tertarik untuk meminjam buku ini, karena saya penasaran dengan kata-kata, menapak jejak Islam di Eropa. Apalagi di bagian belakang buku ada penggalan cerita yang berbunyi, “percaya atau tidak, pinggiran hijab bunda Maria bertahtakan kalimat tauhid, Laa Ilaaha Illalla….”
“wah ini sangat menarik sekali, ada rahasia apalagi di cerita buku ini?” itulah yang ada di pikiran saya ketika memegang buku Novel ini.

Dan di awal novel, saya cukup terkesan dengan sebuah cerita sejarah tentang Austria, dimana Islam pun pernah berada di negeri tersebut. Austria memang menjadi latar belakang awal cerita dibuku ini, yang kemudian berlanjut ke Paris, Spanyol, dan terakhir di Turki. Di semua negara yang saya sebutkan sebelumnya itu ada cerita-cerita menarik tersendiri, bagaimana Islam di masa lalu pernah hidup dan memberi pengaruh di Paris, Spanyol dan Turki.

Namun menurut saya pribadi, sekali lagi menurut saya lho, jejak Islam yang tertulis di judul buku ini, hanya sebagian kecil saja ada di dalam cerita, tidak banyak dan mungkin karena ini bukan catatan perjalanan yang mengkhusus kan diri untuk meneliti peninggalan sejarah. Tapi hanya sekedar catatan pengalaman ketika tinggal di eropa kemudian bertemu dengan orang-orang hebat yang memberi tahukan soal betapa Islam dahulu pernah berkuasa di negeri biru ini.
Kebelakang penulis lebih bermain dengan bagaimana perasaan nya terhadap Islam yang diselipkan pada tempat-tempat dan lokasi-lokasi sejarah dimana Islam pernah berjaya. Tidak ada seperti di awal ketika bercerita tentang Austria dan Napoleon. Jadi menurut saya pribadi buku ini sangat menarik di awal, kemudian menjadi biasa di akhir cerita. Mungkin karena saya terlalu menginginkan Jejak Islam di Eropa-nya, sehingga lupa bahwa ini adalah novel yang bercerita.

Ya, sekali lagi ini adalah pendapat pribadi, mungkin rekan-rekan yang sudah membacanya punya pendapat lain ? Yah secara keseluruahan novel ini tetap menarik untuk dibaca kok. 🙂

“…bukan agama yang membuat perang dan diperangkan di dunia ini, melainkan nafsu manusia akan kekuasan dan nafsu manusia yang selalu ingin berbeda…”

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck…

Menyusul didalam lembah kehidupan, saya sajikan salah satu karya Hamka yang terkenal, yaitu sebuah roman yang berjudul “tenggelamnya kapal van der wijck”. Cerita dalam buku ini ditulis pada kisaran tahun 1938, dan diterbitkan secara berkala pada majalah “Pedoman Masyarakat” sebelum akhirnya cerita ini dibukukan. Buku yang saya pegang ini cetakan ke-16 yang berangka tahun 1984.

saya sempat berpikiran bahwa tokoh utama dalam cerita ini adalah sang penulis sendiri, dan ternyata tidak hanya saya yang berpikiran seperti itu, penulis sendiri menyatakan hal tersebut dalam kata pengantar yang selalu saya baca setelah selesai membaca ceritanya.

Menceritakan perjalanan hidup seorang pemuda yang bernama Zainuddin, bagaimana kehidupan nya, perjuangannya di perantauan, pertemuaanya dengan seorang gadis, terpuruknya dia karena patah hati, kebangkitannya kembali dan banyak lagi.

Penasaran?? Coba baca aja..   🙂

Didalam Lembah Kehidupan…

Gak sengaja nemu lagi buku ini diantara tumpukan buku-buku lama di rumah. Sebuah kumpulan kisah kisah pendek buah karya Hamka yang disatukan menjadi sebuah buku dan diberi judul didalam lembah kehidupan. Buku ini milik perpustakaan sekolah tempat Ayah dan Ibuku mengajar, terlihat ada cap di cover-nya kan? Saya sendiri sudah beberapa kali membaca buku ini waktu SMU dulu, tapi baru sekarang terpikir untuk menuliskannya dalam blog.

Ini buku sudah lama jadi saya sendiri tidak tahu apakah di luaran sana masih ada yang menjualnya. Ada 13 kisah dalam buku ini dan semuanya merupakan kisah yang bagus, sangat bagus !!.

Sebuah pengantar yang sangat menarik dari sang penulis, beliau mengatakan,
“Banyak orang mengarang dan menggubah bunga kehidupan yang mewah-mewah, melukiskan istana raja-raja, puteri yang kaya dan cantik, orang muda mudi yang disayang ayah dan perkawinan yang berbahagia. Maka tersenyumlah orang membaca ceritera yang demikian, gembiralah hatinya.
Padahal di dalam lembah yang dalam sekali, di dalam jurang yang tidak ditempuh mereka itu yaitu di dalam lembah kehidupan, adalah sekumpulan mahluk yang merintih. Tidak berapa orang yang mendengar rintihan itu – tidak tahu…. Hanya Tuhan jua yang Mahatahu, Pengasih dan sambil bekhidmat kepada bahasa ibuku.
Akan tetapi saya datang ke sana, sebab memang saya orang di sana. Saya lihat air mata titik, saya lihat air mata itu diiringi oleh darah, maka saya susunlah penderitaan itu jadi gubahan untuk bangsa dan nusaku, penyayang!
……

Kesemua kisah yang dihadirkan dalam buku ini memang menceritakan penderitaan, kesedihan, kemalangan dan ketidak beruntungan yang setiap manusia berharap hal itu tidak akan pernah terjadi pada dirinya.

Pendapat pribadi saya, buku ini wajib dibaca, banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Selain sebagai pengingat agar kita yang saat ini masih diberi karunia berupa harta dan semacamnya untuk selalu bersyukur dan juga untuk memberi tahu bahwa diluar sana banyak saudara-saudara kita yang tidak beruntung dan kita punya kewajiban untuk membantunya.

Cerita si Lala…

Di buku ini tertulis sebagai Graphic Diary dan saya tidak begitu mengerti apa artinya, yang jelas isinya sama dengan komik dan itu sudah cukup buat saya, tapi ada satu lagi tambahannya, buku ini buatan lokal.

Apa yang diceritakan dalam “komik” ini sederhana saja, seperti dengan judulnya “Cerita si Lala” dengan judul kecilnya “Graphic Diary“. Jadi ceritanya ya tidak jauh yaitu tentang kehidupan si Lala, sang penulis yang mempunyai nama lengkap Sheila Rooswtiha Putri. Ceritanya memang mirip dengan cerita yang biasa ada dalam buku diary tetapi disampaikan dengan gambar, mungkin hal ini yang membuatnya disebut “Graphic Diary“.

Pada halaman sampul belakang, kita akan melihat komentar-komentar dari kartunis senior Dwi Koendoro Br, lalu kemudian ada Beng Rahardian, bahkan ada Nia Dinata dan Trinity, sutradara dan penulis buku.  Dan mereka semua sepakat mengatakan buku ini cute, bagus, unik, menyenangkan dan bermacam pujian lainnya.

Dan bukan bermaksud mengekor pendapat mereka, tapi menurut saya pribadi buku ini memang lucu,  kisah dalam buku ini sederhana tapi tetap menarik untuk disimak. Suatu hal yang memang terjadi pada kebanyakan manusia, kesibukan hari-hari, kehidupan keluarga, kisah dengan orang tercinta dan masih banyak lagi.

Keseharian yang kita anggap biasa itu ternyata bisa menjadi sebuah cerita yang unik, tentunya jika disampaikan dengan kemasan yang juga menarik, Seperti Graphic Diary berjudul Cerita si Lala ini contohnya.

Graphic Diary berjudul Cerita si Lala ini sudah cukup lama diterbitkan di pasaran, pada April 2009 yang lalu oleh penerbit CV.CAB (Curhat Anak Bangsa) , dan bila melihat hal terakhir sepertinya akan ada kelanjutan dari cerita si Lala ini.

Rembulan Tenggelam di Wajahmu…

Gara-gara novel ini saya belum meng-update lagi komik baru atau komik lama yang sedang saya baca (hehe alasan). Sekali lagi saya harus berterima kasih kepada saudara Adenan, karna sama dengan Kronik Betawi, novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu ini juga kepunyaan beliau (gak modal pisan ya jadi orang hehe).

Rembulan Tenggelam di Wajahmu, sebuah novel yang penuh dengan pujian, hal ini saya ketahui karena sebelum nge-post tentang novel ini, saya sempat googling untuk mengetahui tanggapan pembaca lain, karena sebenarnya saya sudah sangat telat dalam membaca novel ini, novel ini sudah terbit sejak bulan Februari 2009 lalu  dan saya baru baca sekarang (bulan November), jadi pasti sudah banyak blog yang membahas tentang novel ini, selain itu juga membaca bahasan orang lain dapat menjadikan sebagai referensi tidak langsung buat saya pribadi untuk menuliskan tentang novel ini (bukan meng-copy lho hehe).

Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu menurut saya sangat bagus dan menarik, menceritakan kisah hidup seorang manusia bernama kecil Rehan dan berubah menjadi Ray ketika dewasa. Menceritakan kisah hidup seorang manusia yang penuh dengan perjuangan di masa kecil karena tumbuh besar di panti asuhan yang tidak disukainya dengan tidak mengetahui siapa kedua orang tuannya, kemudian memutuskan untuk pergi dan memulai perjuangan dan petualangan hidup di berbagai tempat. Hidup di terminal, berjudi, mendapat luka tusukan, pergi ke ibu kota, tinggal di rumah singgah merupakan sedikit dari perjalanan panjang Rehan.
Selama perjalanan waktu itu pula dia menemukan yang menurutnya ketidakadilan, menemukan yang menurutnya kebahagian keluarga, menemukan yang menurutnya kesedihan karna kehilangan, menemukan apa yang menurutnya amarah dan lain sebagainya.

Novel yang sangat menarik menurut saya pribadi, Tere Liye sang penulis (entah bagaimana cara membaca nama ini) melalui cerita dalam novel ini dan melalui lima pertanyaan yang biasa di tanyakan manusia dalam hidupnya yang juga menjadi objek cerita pada novel ini, mengajarkan kepada kita bagaimana sebaiknya menghargai, menjalani dan menikmati hidup. Novel ini dikeluarkan oleh penerbit Republika, cetakan pertama tertulis pada Februari 2009, sedangkan buku yang saya baca adalah cetakan ketiga Agustus 2009, cukup membuktikan bahwa buku ini sangat menarik.

Kronik Betawi…

Setelah membahas beberapa komik, sepertinya tidak mengapa untuk sedikit mengalihkan pandangan ke Novel, terima kasih kepada saudara Adenan, yang membeli novel ini dan meninggalkannya di rumah saya.

Kronik BetawiSesuai dengan judul nya, novel ini menceritakan kehidupan masyarakat betawi yang diwakilkan oleh sebuah keluarga besar sebut saja Haji Jaelani. Di awali dengan peristiwa banjir yang menimpa daerah dimana tempat Haji Jaelani tinggal. Dari peristiwa banjir tersebut cerita berkembang menjadi lebih luas. Sebelumnya, penulis mengajak kita untuk sedikit menilik kebelakang untuk mengetahui latar belakang para tokoh yang ada.
Kisah yang dibawakan oleh penulis melalui Haji Jaelani dan keluarga besarnya ini sangat menarik  sekali, kita dibawa untuk melihat sebuah kehidupan serta pemikiran yang polos dan lugu dari masyarakat asli kota Jakarta yang perlahan tapi pasti mulai terpinggirkan dari “rumah”-nya sendiri.

Kebanyakan orang Jakarta sekarang pada kurang paham, kalau Menteng itu nama buah, Bintaro itu nama pohon dan Kebon Jeruk memang dulu di sana ada hamparan tanaman yang bener bener jeruk buahnya. Para pendatang agaknya hanya kenal nama-nama itu sebagai kawasan gedongan. Lalu benarkan yang namanya peradaban itu berarti membangun banyak gedung?…” Salah satu paragraf pada novel ini yang saya anggap sangat menarik.

Sederhana dan tidak mengada-ada bahkan terkesan nyata dan memang terjadi ketika saya membaca kisah-kisah yang dibawakan oleh setiap tokoh pada novel ini.

Secara pribadi saya sangat menyukai novel ini, ceritanya sederhana tapi sangat menarik dan ke-betawi-an nya sangat kental sekali. Novel ini buah karya Ratih Kumala dan diterbitkan oleh pt.Gramedia pada Juni 2009. Dikatakan bahwa novel ini sebelumnya adalah cerbung pada harian Republika pada Agustus – Desember 2008.  Pecinta novel sebaiknya tidak melewatkan buku ini.