212 Asal Usul Djakarta Tempo Doeloe…

Buku karya Zaenuddin HM ini sebenarnya terbit tahun 2012. Tapi memang saya baru berkesempatan untuk membacanya sekarang, di tahun 2021. Itupun karna tidak sengaja melihat ada yang menjual buku ini di marketplace. Ya, saya mendapatkan buku ini dalam kondisi bekas.

Terlepas dari kondisi buku, isinya lebih menarik untuk dibicarakan ya. Soalnya tidak banyak buku-buku semacam ini. Yang merangkum sejarah asal-usul nama sebuah tempat atau daerah. Dan saya juga sebenarnya selalu penasaran dengan buku-buku yang menceritakan asal-usul nama tempat atau daerah, salah satunya ya buku 212 Asal Usul Djakarta Tempo Doeloe ini.

Sesuai judulnya, buku ini menceritakan asal-usul darimana nama-nama tempat di Jakarta yang sekarang sering kita dengar itu berasal. Isi buku dibagi menjadi lima bab sesuai dengan administratif Ibu kota Jakarta yang dibagi menjadi lima wilayah yaitu Jakarta Pusat, Timur, Barat, Utara dan Selatan.

Saya tidak tahu, apakah semua daerah di Jakarta diceritakan dalam buku ini, karena sesuai judulnya, hanya ada 212 tempat di Jakarta yang diceritakan. Atau penulis hanya memilih 212 daerah saja di Jakarta atau ada memang tercatat ada 212 daerah yang punya cerita sejarah asal-usul yang menarik.

Di setiap daerah atau kawasan, penulis menceritakan kondisi daerah pada masa lalu, kemudian menceritakn kondisi saat ini (tahun 2012). Penulis juga memasukan cerita-cerita yang erat kaitanya dengan daerah atau kawasan yang sedah dibahas. Tak lupa penulis memberikan foto kawasan itu pada masa lampau.

Dari buku ini saya jadi tahu kalau banyak nama daerah atau kawasan di Jakarta ini diambil dari kondisi alam pada masanya, seperti Gambir, Pondok Kacang, Kebun Jeruk, Cendana, dsb. Nama kawasan itu diambil karena pada masa lalu didaerah itu memang banyak pohon Gambir, Kacang, Jeruk dan Cendana.

Ada juga daerah atau kawasan yang diambil dari nama sungai yang melintas di daerah tersebut, diambil dari nama orang terkenal (jagoan atau saudagar kaya) pada masanya, dari nama penduduk yang mendiaminya, dari nama bangunan yang terkenal dulunya ataupun memang nama pemberian dari pejabat berwenang pada masa itu.

Menarik dan lucu kadang ketika kita membaca sebuah asal-usul nama tempat, apalagi jika kita merasa aneh dan tidak masuk akal. Seperti di buku ini nama daerah Slipi, sebuah versi mengatakan kemungkinan diambil dari nama slipi diambil dari kondisi daerah atau jalan yang membuat orang menjadi mengantuk (sleepy).

Dari 212 daerah atau kawasan dalam buku ini, saya mencatat ada beberapa kawasan yang belum jelas atau tidak tertulis asal-usulnya, yaitu Cengkareng, Cikini, Pejompongan, Salemba dan Pecenongan. Penulis hanya menceritakan kondisi masa lalu dan sekarang, tapi tidak dengan jelas menceritakan darimana nama daerah tersebut berasal. Tidak seperti daerah-daerah lainnya.

Mungkin ada versi terbaru dari buku ini yang saya tidak tahu, atau ada buku sejenis yang isinya sama, menceritakan asal-usul nama tempat di Jakarta atau di kota lain. Kalau saya nemu buku yang lain pasti akan saya ceritakan lagi disini 🙂

5 comments

    • iya, mungkin gampangnya begitu ya.. masih ada kebon jeruk, bintaro, kedoya, kepa, mangga besar, kosambi dan laen-laen.. saya juga baru tahu setelah baca buku ini… hehe

      • Betul, karena lebih duluan ada hewan dan tumbuhan jadinya manusia ambil nama2 mereka buat nama tempat, selebihnya dari kejadian penting dan nama orang misal kampung Pecah Kulit, Kebagusan, Kemayoran hehe

        • iya diseluruh dunia mungkin juga kebanyakan seperti itu ya awalnya,
          setelah ramai dan berkembang, baru nama-nama baru usulan dari raja, pejabat, atau tokoh-tokoh setempat..

          nanti saya cari buku sejenis untuk daerah laen lah, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s