Bangka Mempesona…

Liburan Natal kemarin saya dan istri jalan-jalan ke Bangka. Sebenarnya kami sudah jauh-jauh hari merencanakan untuk liburan ke Bangka ini, bahkan tiket sudah kami beli bulan April lalu. Agak khawatir juga sebenarnya ke Bangka di akhir tahun, wisata di Bangka kan kebanyakan pantai, sedangkan cuaca di akhir tahun biasanya hujan. Dan bener, empat hari kami disana tiada hari tanpa hujan. Haha

Hari pertama, 23 Desember 2017

Kami janjian untuk bertemu di Bandara Depati Amir, saya berangkat dari Palembang sedangkan istri berangkat dari Jakarta. Gerimis menyambut kedatanganku di Bangka, kakak sepupu yang menjemput  di bandara mengatakan sudah hampir dua minggu ini setiap pagi selalu hujan.

Kami akan menginap di sungai liat, kebetulan saya punya pakwo di sungai liat dan istri juga ada om yang tinggal di kota yang sama. Jadi kami tidak perlu penginapan selama berada di Bangka ini. Perjalanan dari bandara ke sungai liat kurang lebih 1 jam. Dalam perjalanan menuju Sungai Liat dari bandara pun hujan sempat turun sebentar.

Setelah sampai, makan dan istirahat sambil ngobrol kemana aja tempat-tempat di Bangka yang mau dikunjungi, kebetulan diluar masih gerimis jadi ya santai aja dulu. Pakwo merekomendasi kan beberapa pantai yang ada di Sungai Liat. Mulai dari Parai Tengiri, matras, tongaci, tikus mas dll.

Sekitar pukul 2 siang, cuaca sudah lebih bersahabat. Kakak sepupu mengajak kami untuk pergi ke Pantai Matras. Kamipun berangkat ke pantai matras, diperjalanan kami melewati pantai tongaci yang terkenal dengan penangkaran penyu-nya dan pantai Parai Tenggiri.

Kami membayar retribusi sebesar Rp 3000 per orang  untuk masuk ke area pantai matras. tapi sebenarnya selain pantai matras ada banyak pantai di sepanjang jalan ini. Kami sendiri berhenti di pantai Turun Aban, kemudian berjalan ke pantai Tanjung Selayang yang ada disebelahnya.


Puas foto-foto dan manjat-manjat batu-batu besar di dua pantai ini kami melanjutkan perjalanan ke pantai matras, tujuan kami yang sebenarnya.
Baca lebih lanjut

Iklan