Linggau – Curup… Bukit Kaba.

Melanjutkan cerita liburan singkat kemarin, he. Setelah dari Pemandian Air Panas Suban, kami beristirahat di sebuah penginapan murah yang direkomendasikan oleh penjaga loket di pemandian. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pemandian Air Panas Suban, kurang lebih sekitar 15-20 menit lah.

Saya lupa nama penginapannya, harga per-kamar disana ada dua macam, ada yang Rp.100.000,00 dan Rp.200.000,00, perbedaanya hanya pada kasur, single bed dan double bed. Secara umum penginapannya cukup nyaman dan aman, kamar yang luas, ada tv dan kalau malam gerbang dikunci dari luar oleh penjaganya, dijamin aman. he

Satu malam saja kami disana, karena keesokan harinya kami harus segera kembali ke Sekayu, walaupun beberapa orang ingin melanjutkan perjalanan menuju Pantai Panjang Bengkulu, namun karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya niat itu terpaksa kami urungkan dan berharap di lain kesempatan kami bisa pergi kesana.

Ditengah perjalanan pulang, secara tidak sengaja kami melihat papan penunjuk jalan bertuliskan Objek Wisata Bukit Kaba, tanpa pikir panjang, kami belok mengikuti arah panah yang ditunjuk. Bayangan kami adalah objek wisata seperti Bukit Sulap yang ada di Linggau.

Dari jalan utama menuju Bukit Kaba ternyata cukup jauh, kami pun harus bertanya kepada penduduk sekitar dimana tepatnya lokasi Bukit Kaba, karena setelah penunjuk arah di jalan tadi tidak ada lagi tanda yang menunjukan ke arah mana jika hendak menuju Bukit Kaba.

Setelah perjalanan yang cukup panjang turun naik dan berkelok melintasi perkebunan sayur, akhirnya kami sampai di gerbang Bukit Kaba, semua bayangan kami tentang Bukit Kaba berubah total. Bukit Kaba tidak sama dengan Bukit Sulap, Bukit Kaba bukan objek wisata keluarga seperti Bukit Sulap. Bukit Kaba lebih ke Objek Wisata Alam yang ditunjukan kepada mereka yang hobi trekking atau naik gunung.

20150817_105614

welcome to bukit kaba 🙂

Terliahat sekali ketika kami masuk ke Gerbang atau Pos Pendakian Bukit Kaba, banyak sekali motor dan mobil yang parkir bahkan sampai menutupi jalan, kebetulan saat itu bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, mungkin mereka para penggiat alam yang ingin merayakan hari kemerdekaan di puncak Bukit Kaba.

Terlanjur sampai disana, tidak ada salahnya jika kita coba berjalan menuju puncak Bukit Kaba, walaupun tanpa persiapan apa-apa. Hanya air mineral dan sebungkus rokok. haha.

4 Jam perjalanan, itulah yang dikatakan seorang polisi yang berada di Gerbang Bukit Kaba, Dan kami pun termakan kata-kata itu. Selangkah demi selangkah kami menapaki jalan menanjak, sesekali kami harus menepi karena ada motor yang lewat. Ya, kami juga baru tahu kalau kita bisa kepuncak Bukit Kaba menggunkan motor, motor pribadi atau Ojek, ya Ojek.. tanya saja kepada warga atau pengurus disana.

20150817_100150

puncak bukit kaba nun jauh di mata… haha

Sekitar dua jam perjalanan kami mulai putus asa, karena tidak juga sampai atau bahkan melihat dimana puncak Bukit Kaba ini. Sampai akhirnya kami tiba di posisi dimana puncak terlihat sangat jelas.. jelas-jelas masih jauh. hahaha dan dengan mantab kami putuskan untuk balik arah dan turun saja. Hahaha.

Untuk menuju puncak paling tidak memakan waktu, 1-2 jam, ditambah lagi perjalanan turun yang memakan waktu hampir sama dengan perjalanan naik. Kita akan kehabisan waktu di Bukit Kaba dan terlambat sampai di Sekayu. Alasan logis yang disepakati oleh semua anggota untuk turun tanpa penyesalan. Haha.
20150817_10581520150817_105931

Tidak sampai satu jam kami sudah tiba dibawah, di pos pendakian dan langsung melanjutkan perjalanan ke Sekayu.. Selesailah sudah liburan singkat kami kali ini.. 🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s