Misi Gagal…

Sudah lewat beberapa hari dari waktu libur saya dan sekarang saya harus kembali ke aktivitas rutin, yaitu bekerja. Beberapa agenda yang sudah saya rencanakan beberapa waktu lalu akhirnya pun tidak terlaksana.

Agenda saya untuk menyelesaikan project mini 4wd yang masih belum rampung akhirnya tidak tersentuh sama sekali ketika liburan kemaren. Memang sesekali saya masih sempat merapikan beberapa detil, tapi itu tidak membuat sebuah perubahan atau progres yang berarti. Tidak berbeda dari pertama kali saya tinggal ketika libur sebelumnya.

Terpaksanya, saya harus menunggu waktu lebih lama lagi.. libur berikutnya baru bulan februari 2014 besok…

Iklan

Raden Raja Kelana, 118 Hari Keliling Jawa Dengan Berjalan Kaki…

Awalnya saya agak bingung dengan judul buku ini, namun seperti yang tertulis di sampul bukunya, tulisan Raden Raja Kelana memang lebih besar dari pada tulisan lain, jadi saya anggap buku ini memang berjudul Raden Raja Kelana, dan kali ini Raden Raja Kelana bercerita tentang 118 hari perjalanannya mengelilingi pulau Jawa dengan berjalan kaki.

Seperti yang selalu saya sebut, Kisah Nyata selalu lebih menarik daripada cerita fiksi sehebat apapun, karena bagaimana pun juga kisah nyata itu benar-benar terjadi. Seperti buku Raden Raja Kelana ini. Buku ini adalah kisah nyata dari pengalaman sang penulis sendiri, pengalaman sang penulis ketika berpetualang seorang diri mengelilingi pulau Jawa, dan tentunya dengan berjalan kaki.

Raden Raja KelanaPertama kali melihat promo buku ini di facebook, saya agak heran, “118 Hari keliling Pulau Jawa dengan berjalan Kaki ?”, “Jangan bercanda, dalam rangka apa berbuat seperti itu?”
itulah yang ada di benak saya ketika membaca tulisan di sampul depan buku ini, karena rasa penasaran itulah, saya kemudian menghubungi nomor yang tertera untuk memesan buku Raden Raja Kelana ini.

Tepat sekali dugaan saya ketika beberapa halaman awal terlewati, 118 hari yang dihabiskan tersebut bukan tanpa alasan, tapi demi sebuah tujuan dan disertai niat yang sangat kuat, berziarah ke makam para Wali dan Ulama.

Kisah pada buku ini diawali dengan cerita latar belakang peristiwa yang membuat sang penulis mencetuskan sebuah niat untuk berziarah ke seluruh makam Wali dan Ulama di Pulau Jawa. Memang ada beberapa cerita yang masih disembunyikan oleh penulis (penulis sendiri yang mengatakannya dalam buku). Namun secara keseluruhan saya rasa pembaca masih tetap dapat menangkap inti cerita.

Raden Raja Kelana iiKemudian kisah dilanjutkan dengan sebuah diary perjalanan yang tercatat rapih setiap hari-nya selama 4 bulan, atau 118 Hari perjalanan. Setiap kejadian yang dialami penulis sepanjang perjalanan tercatat dan terangkum dengan wajar dan apa adanya. Kisah ketika sakit, kehabisan bekal, bahkan ketika bertemu dengan “teman” di perjalanan, semuanya terangkum disini, di bab yang dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan bulan ketika perjalanan berlangsung.

Buku ini menarik, seperti yang sudah saya sebutkan diatas, buku yang ditulis dari kisah nyata akan mempunyai nilai tersendiri. Seperti juga buku ini, Kisah perjalanan sang penulis paling tidak bisa memberikan sebuah inspirasi buat pembaca. Bukan untuk melakukan hal yang sama (pengecualian jika pembaca merasa mampu, he), tetapi untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa yang sudah dialami oleh sang penulis, dan jika hal yang sama kemudian terjadi kepada kita, kita tau bagaimana bersikap, berpikir dan bertindak.

Oiya, satu lagi, buku karya Baitu Rachman ini kabar terkahir yang saya dapat, belum dijual bebas di toko-toko buku, jika teman-teman ada yang berminat, sebaikanya hubungi langsung sang penulis di Facebook-nya, atau hubungi nomor berikut : 085729203271. Harganya murah kok, cuman Rp.40.000,- (free ongkir ke seluruh Indonesia) kita akan diajak merasakan keliling Pulau Jawa dengan berjalan kaki.

Oleh-oleh dari Palembang…

Bukan pempek, bukan kemplang atau makanan khas lainnya, tetapi buku. Benar sekali, oleh-oleh dari Palembang kali ini adalah buku. Seperti posting-an saya sebelumnya, minggu ini saya libur, tepatnya mulai tanggal 6 Desember yang lalu.

Seperti biasa saya pulang menggunakan jasa travel, perjalanan pulang dari Sekayu menuju Lampung mengharuskan untuk singgah sejenak di Kota Palembang karena harus berganti travel. Dari Sekayu ke Palembang memakan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan, kemudian dilanjutkan Palembang – Lampung kurang lebih 8 jam.

Kemarin saya sampai di Palembang lebih awal dari jadwal keberangkatan travel ke Lampung yang baru akan berangkat jam 8 malam. Sembari menunggu waktu, saya putuskan untuk ke toko buku yang sangat populer di Indonesia yang kebetulan dekat dengan lokasi loket travel.

Awalnya niat saya masuk ke toko buku ini adalah untuk mencari perkakas atau peralatan untuk kerajinan tangan, seperti cat acrylic, kuas, spidol, pisau cutter dsb. Namun apa yang saya cari tidak ada, malahan mata saya tertuju pada selebaran bertuliskan PESBUK (Pesta Buku Murah). Langsung saja saya menuju TKP yang berada di lantai paling atas gedung.

DSC_0360Dari pencarian sekitar satu jam, saya mengambil 5 buku seperti yang terlihat dalam gambar. Satu buku komik dihargai Rp.3000,- per buku, sedangkan novel, majalah dan buku lain selain komik dihargai Rp.10.000,- per buku.

Ada banyak komik yang ingin saya bawa pulang, Cross Game, Touch, Salad Days, dan masih banyak lagi, tapi saya pikir bakalan banyak bawaan nanti sehingga niat memborong urung dilaksanakan. Tetapi saya masih berharap semoga toko buku yang sama di Lampung juga menggelar program yang sama. 🙂

04 Desember 2013…

Tampaknya kebingungan masih belum habis, setelah kemaren post tidak jelas sebagai penutup bulan November, sekarang disambung dengan (lagi-lagi) sebuah postingan tidak jelas juga untuk mengawali Bulan Desember.

Ada banyak agenda kegiatan yang sudah saya rancang, kebetulan bulan ini jatahnya saya kembali off dari rutinitas harian. Libur 14 hari serasa angin segar yang berhembus di teriknya matahari. Rencana-rencana kegiatan berbaris dikepala untuk dilaksanakan. Yah mari kita lihat nanti, apakah semua itu dapat terlaksana. Terutama dua proyek Mini 4wd saya yang hampir dua bulan terbengkalai.