Museum Sultan Mahmud Badaruddin II…

Hari minggu yang lalu (3 November), kami berkesempatan mengunjungi kota Palembang dalam rangka menghadiri resepsi pernikahan rekan kerja. Sudah tentu kesempatan untuk keluar sejenak dari rutinitas kerja ini tidak kami lewatkan begitu saja.

Sehabis makan siang di acara resepsi tersebut, sebelum kembali pulang kami sempatkan untuk berwisata sejenak di Kota Palembang. Pilihan kami adalah Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, selain lokasinya yang berada di pusat keramaian kota, Saya dan teman-teman yang lain juga belum pernah mengunjungi Museum tersebut.

DSC_0128

Bangunan dengan arsetektur kolonial dua lantai ini berada di komplek Benteng Kuto Besak Palembang. Dikatakan bahwa Bangunan ini berdiri diatas tanah bekas keraton Kesultanan Palembang, namun sejarah lengkap nya saya sendiri kurang paham, mungkin teman-teman bisa mencari nya lewat google.

Museum sendiri menempati lantai atas, sedangkan lantai dasar tidak tahu di fungsikan untuk apa. Koleksi dari museum ini juga tidak terlalu banyak, mungkin dikarenakan bangunan Museum ini sendiri tidak terlalu besar.

Tiket masuk museum bervariasi, untuk pelajar, umum dan turis asing dibedakan, berkisar antar Rp.2000 – Rp.10.000,-. Pada saat kami kesana suasana museum cukup ramai dengan pengunjung. Mulai dari pelajar sampai keluarga. Ada yang serius memperhatikan semua koleksi dan membaca setiap keterangan, ada juga yang hanya sekedar berfoto ria didepan setiap koleksi.

Menurut pendapat saya pribadi, Museum ini cukup bagus dan rapi, beberapa koleksi tersimpan dalam lemari kaca, seperti foto, kain, dsb . Dan ada juga koleksi yang diletakan dan disusun dengan apik di sudut ruangan.

Setelah membayar tiket, kemudian masuk di ruangan depan kita disuguhkan dengan koleksi dari jaman Sriwijaya seperti prasasti dan peninggalan lainnya.

Memasuki ruangan utama kita langsung disambut dengan foto Sultan Mahmud Badaruddin II yang berukuran besar.

DSC_0069Koleksi lainnya yang dapat dilihat di Museum tersebut adalah koleksi kain, pakaian kebesaran Sultan, Koleksi mata uang, peralatan memasak, satu set kursi dan meja, set lengkap pelaminan, alat musik dll.

Mungkin Museum ini berfokus ke budaya Palembang, karena koleksi peninggalan dari jaman pra-sejarah ataupun koleksi dari kerajaan Sriwijaya tidak terlalu banyak. Mungkin Museum Balaputradewa memiliki koleksi yang lebih lengkap.

Walaupun demikian, mengunjungi Museum Sultan Mahmud Badaruddin ini pun tak kalah menarik, karena melihat, mengetahui dan mempelajari benda dan peristiwa masa lalu selalu mempunyai kejutan dan keasyikan tersendiri.

Buat teman-teman yang ingin berwisata ketempat yang sedikit berbeda, atau bosan dengan jalan-jalan di mall dan pusat keramaian lainnya, mungkin tidak ada salahnya untuk berkunjugn ke Museum.
Berwisata sekaligus belajar tentang sejarah masa lalu. 🙂

 

beberapa koleksi dari Museum Sultan Badaruddin II yang sempat diabadikan dalam kamera.
DSC_0088DSC_0092

“pura-pura” membahas salah satu koleksi Museum, Silisilah Raja Palembang.
DSC_0063

2 respons untuk ‘Museum Sultan Mahmud Badaruddin II…

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Dikelola oleh WordPress.com.

Atas ↑

Muhammad robby

Komedi dulu.

I k h a

Potongan Cerita yang Berserakan

fatahilaharis

Go and see all you possibly can.

my eat and travel story

because every food and place has their own story

Buku, Film, dan Hidup

Who what am I? My answer: I am the sum total of everything that went before me, of all I have been seen done, of everything done-to-me. I am everyone everything whose being-in-the-world affected was affected by mine. I am anything that happens after I've gone which would not have happened if I had not come. (Salman Rushdie, Midnight's Children)

Bukanrastaman

Not lost just undiscovered

Winny Marlina

Winny Marlina– whatever you or dream can do, do it! travel

anisfa

Sebuah Nafas Baru

djangki

Avant Garde

JaTiara

KETIKA TULISAN BERBICARA

Life begins at 30...

by Arman Tjandrawidjaja

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

tulis apa yang dilihat, lihat apa yang tertulis

tulis apa yang dilihat, lihat apa yang tertulis

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

AIKO

Change your mind and you can change the world

Pasangan Traveling

Jeff & Diana : Traveling is Our Passion

Zakiyatun Najwah

Sharing Informations All About Sumbawa Island

catatan mama nisa

Jadi Ibu di Jepang.

Deffa Utama

Here Comes The Piano Prince Jazzy

B. S. Totoraharjo

Orang Desa Yang Mencintai Desa dan Kebudayaannya

SELAMAT DATANG DI SAUNG

rehat sejenak dan selamat menikmati!!!

Gadis Pemimpi

Imaginasi Tanpa Batas Menembus Ruang & Waktu

jamalalhalili

jamalalhalili.wordpress.com

Muhamad rido

Experience is The Best teacher

JustMaulz

Tulisan Ide dan Hobi lain Calon Sarjana Pertanian

Keliling Lampung

Jalan-jalan Seru di Lampung

Embun Pagi Bee

Menanti embun disenja hari

Sekedar Bercerita

Anggi Sekedar bercerita tentang sekitarnya dan yang ada dipikirannya

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

a madeandi's life

something good doesn't have to look difficult

pensamiento amplio

berfikir luas

dananwahyu.com

Menyatukan Jarak dan Waktu

WP SHOP COLLECTION

Belanja Murah Terjamin & Berkualitas, Disini Tempatnya!!!

smallestforest.wordpress.com/

Express yourself. It is later than you think.

Cuma Omong Kosong Tentang Hidup yang Menguap dari Kepalaku yang Pengap

Cuma Omong Kosong Tentang Hidup yang Menguap dari Kepalaku yang Pengap

FOR THE FUTURE

kita untuk masa depan

%d blogger menyukai ini: