Masjid Al Anwar, Bandar Lampung…

Tidak perlu jauh-jauh untuk sekedar refreshing atau jalan-jalan, apalagi jika kita tidak punya waktu libur yang panjang, cobalah untuk mencari objek-objek menarik yang ada disekitar kita. Seperti yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Secara tidak sengaja, saya menemukan sebuah artikel di internet tentang masjid-masjid tua di Indonesia. Membaca itu terpikir untuk mencari masjid tertua yang ada di kota tempat tinggal saya, di Bandar Lampung. Pencarian di google merujuk ke Masjid Al Anwar yang berada di daerah Teluk Betung.

Berbekal informasi itu, saya dan adik saya pun langsung berangkat menuju lokasi yang ditunjukan oleh mbah google. Masjid Al Anwar terletak di daerah Teluk Betung, tidak terlalu jauh memang, kurang lebih 30 menit dari rumah saya di daerah Kemiling, atau sekitar 15 menit dari pusat kota. Namun saya maupun adik saya memang jarang main ke daerah itu, sehingga tidak terlalu hapal dengan jalan-jalan nya. Walaupun alamat yang kami dapatkan dari internet itu sudah sangat jelas, perlu sedikit waktu bagi kami untuk akhirnya menemukan masjid ini.
6
Menurut informasi yang saya dapatkan dari internet, Masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1839, pada waktu itu wujudnya hanya berupa mushalla kecil. Kemudian bencana Krakatau merusak bangunan mushalla ini. Baru kemudian pada tahun 1888 oleh Daeng Sawijaya, di tempat yang sama didirikan masjid Al Anwar yang hingga kini masih kokoh berdiri.
1
Masjid ini mengalami perbaikan pada tahun 1962. Rehab masjid dilakukan dengan memperbesar area masjid dengan tetap mempertahankan bangunan asli, seperti bagian depan masjid dan enam tiang penyangga dari beton di bagian dalam masjid yang disebut melambangkan 6 Rukun Iman.

Satu hal lagi yang membuat saya tertarik untuk mengunjungi masjid ini, selain masjid ini adalah masjid tertua di Bandar Lampung. Artikel di internet yang saya temukan, mengatakan dihalaman masjid ini terdapat dua meriam, agak membingungkan karena ada yang menyebutkan meriam ini peninggalan Belanda, namun ada juga yang mengatakan bahwa meriam ini peninggalan Portugis. Saya sendiri tidak menemukan cerita lebih jauh soal meriam ini, kenapa sampai ada meriam di masjid ini.
54

Di masjid ini juga dikatakan menyimpan banyak dokumen dan kitab-kitab kuno, namun saya tidak berani untuk menanyakan disimpan dimana dokumen dan kitab-kitab tersebut, karena saya memang tidak berkepentingan dengan itu dan hanya sekedar ingin melihat saja.

Sebagai tempat ibadah masjid ini bagus, rapih dan ramai di kunjungi jamaah. Sebagai bangunan bersejarah masjid ini juga sepertinya cukup mendapat perhatian baik dari masyarakat sekitar maupun pemerintah daerah.
Dari masjid ini, timbul ketertarikan saya dan adik saya untuk kembali mencari bangunan-bangunan bersejarah lainnya di kota saya, di Bandar Lampung.
3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s