(ke Lombok) – Rinjani II…

Plawangan adalah tempat camp terakhir sebelum kita menggapai puncak Rinjani, dari plawangan ini biasanya pendaki akan mengejar sunrise, sehingga mereka akan berangkat dini hari sekitar pukul 2 atau 3, dengan asumsi lama perjalanan sekitar 4 jam, maka tepat pada saat matahari terbit mereka akan sampai di puncak.

Rencana yang sama diberlakukan oleh Abdu sebagai guide terhadap kami, namun melihat kondisi fisik dan mental yang lelah, tampak nya tidak mungkin buat kami untuk summit attack. Cuaca dingin, fisik yang lelah, serta mental yang sedikit down karena hari pertama. Karena hal itu jadwal summit attack sepertinya harus diubah.

puncak Rinjani jauh dibelakang tempat kami bermalam

 

Oleh karena itu, seluruh jadwal perjalanan berubah total. Sebelumnya kami merencanakan untuk turun melalui senaru setelah melewati Danau Segara Anak. Namun karena kami memutuskan untuk tidak summit attack, maka perjalanan ke danau dan turun lewat jalur Senaru terpaksa dibatalkan. Jadwal perjalanan menjadi, ke puncak, kemudian turun bermalam lagi di Plawangan dan besok nya turun lagi ke Sembalun.

Setelah sarapan, sekitar pukul 8 pagi, kami berangkat menuju puncak Rinjani, perkiraan waktu adalah sekitar pukul 1 atau 2 siang kami akan sudah berada di puncak Rinjani. Namun lagi-lagi semua rencana dan bayangan harus gagal terwujud. Kondisi medan yang berat dan tidak disangka, ditambah kondisi fisik yang memang belum fit 100% membuat perjalanan sedikit lebih lambat dari yang di targetkan. Dan Akhirnya sampai pukul 5 sore kami belum sampai ke puncak, bahkan saya sendiri sudah menyerah lebih dulu dan memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan dan menunggu mereka yang mengejar puncak Rinjani.

Waktu yang semakin sore dan kekhawatiran akan kemalaman lagi di jalan membuat mereka memutuskan untuk turun dan batal meneruskan perjalanan ke puncak Rinjani yang hanya tinggal setengah jam perjalanan lagi. Berkejaran dengan matahari kami segera turun kembali ke Plawangan dengan sedikit rasa kecewa karena gagal menggapai puncak Rinjani.

Keesokan hari nya kami bersiap-siap untuk turun, perjalanan kami di Rinjani harus segera berakhir dengan kecewa, karena gagal puncak. Kondisi fisik kami memang harus dilatih lebih lagi untuk mendaki Gunung ini, kami terlalu meremehkan dengan menganggap bahwa semua akan berjalan lancar. ๐Ÿ™‚

Perjalanan turun ke Sembalun tidak terlalu banyak mengalami kesulitan, walaupun kami tetap terpisah-pisah. Andi, Astur dan Dina berada jauh didepan, sedangkan saya dan Adenan berjalan pelan di belakang. Sesekali saya melihat kebelakang, ke arah puncak Rinjani, dan melihat jalur yang kami daki malam sebelumnya. Saya percaya kenapa saya begitu lelah ketika menaiki jalur ini kemarin, trek nya memang nanjak tiada henti, namun karena kemaren malam sehingga tidak terlalu terlihat dan sekarang jelas sekali terlihat jalan tejal mendaki yang kami naiki itu.

Sekitar pukul 5 sore, kami sampai di Sembalun lagi, dan mobil sudah siap menjemput kami untuk membawa kami kembali ke Hotel untuk beristirahat. Munkin karena lelah atau kecewa, tidak banyak perbincangan dalam perjalanan kami kembali ke hotel itu. Sesampainya di hotel kami langsung bergantian bersih diri, di hotel suasana kekecewaan sudah mencari, dan kami bercakap-cakap dan bersenda gurau sampai pukul 3 pagi. Besok kita jalan-jalan ke Gili Trawangan. ๐Ÿ™‚

pemandangan danau segara Anak dari Plawangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s