(ke Lombok) – Rinjani I…

Setelah beristirahat malam itu, esok hari nya pagi-pagi sekitar pukul 6 kami sudah di jemput oleh Abdurrahman, guide yang akan menemani kami mendaki Rinjani. Ya, rencana hari ini memang mendaki gunung tertinggi ke dua di Indonesia, Gunung Rinjani.

Perjalanan dari tempat kami menginap ke pos pendakian memakan waktu kurang lebih 2 jam, selain itu kami masih harus mampir di pasar untuk membeli perbekalan.Perjalanan panjang itu tidak kami sia-sia kan untuk menyambung mimpi yang terputus.

Taman Nasional gunung Rinjani ini seperti nya sangat luas, dan kami L300 yang kami naikin menyusuri jalan membelah pegunungan dan menanjak, di kiri dan kanan yang kami saksikan hanya pepohonan dan hutan.

Setalah hampir dua jam, kami sampai di sebuah tempat yang disebut oleh adbu sebagai puncak Sembalun. Sebuah titik tertinggi sebelum kami turun lagi menuju desa tempat kami akan memulai perjalanan. Kami mampir sejenak untuk mendaftarkan diri di pos pendakian, kemudian sarapan pagi walaupun waktu sudah menunjukan pukul 09.00. he

Setelah semua persiapan selesai, barang perbekalan sudah di packing dalam keranjang. Dua orang porter sudah siap membantu kami membawakan semua barang-barang itu. Tanpa mereka rasanya tidak mungkin bagi saya dan teman-teman untuk melakukan perjalanan ini. he

Sekitar pukul 10, perjalanan panjang kami dimulai, perjalanan diawali dengan melintasi perkampungan dan area perkebunan warga. Ketika hendak berangkat dda dua orang bule Jerman yang juga berencana memuncaki Rinjani.Mereka berdua dengan seorang guide dan 3 porter.

Kurang lebih setelah melewati perkebunan dan padang rumput, jalur pendakian memasuki kawasan hutan yang tidak terlalu lebat.Sejauh mata memandang yang kita lihat hanya bukit-bukit yang ditumbuhi rumput. Pemandangan ini terus menemani sampai ke pos I dan mendekati pos II. Pos II merupakan tempat pavorit bagi pendaki untuk istirahat siang, lokasi nya cukup bagus karena ada sumber air. Kami sampai di pos II sekitar pukul 2 siang, kami makan siang dan sholat disana, tak jauh dari tempat kami makan, kera abu ekor panjang melihat dengan serius sekali. he

Lepas dari pos II, perjalanan mulai sedikit terasa berat, entah lelah yang mulai terasa atau karena perut yang kenyang sehingga kaki dirasa berat untuk melangkah. Dengan susah payah kami berlima sampai di pos III, kemudian terus ke pos bayangan yang berada di tepi sungai mati. Selepas dari sana, kami mulai terpisah. Dina jauh berada di depan, disusul oleh Ade dan Astur, sedengkan saya dan Andi, berganti-gantian menempati posisi juru kunci. Kelelahan mulai terasa, karena jalur yang dilewati terus menanjak.

Target kami, sore hari maximal pukul 6 sore kami harus sampai di plawangan, tetapi target tinggalah target, ketika saya melirik jam di hp, sudah pukul setengah enam, sedangakan tanjakan ini belum terlihat akan berakhir. Sampai hari mulai gelap, dan kami benar-benar kewalahan, antara kelelahan, kaki yang kram, perasaan tidak percaya, dan mungkin hampir putus asa membuat perjalanan jadi terhambat. Hampir tiap 10 meter berjalan kami beristirahat, bahkan sampai tertidur.

Hal itu membuat perjalanan kami terasa semakin lama, perlahan-lahan kami bertiga, saya, Andi dan Adenan menapaki tanjakan yang terasa tidak berujung ini. Sedangkan Dina dan Astur tampak nya sudah jauh lebih dahulu sampai di plawangan.

Kami berkelakar, seandainya di dalam tas yang kami bawa ini ada sleeping bag dan matras, mungkin kami sudah memutuskan untuk tidur dimanapun tempat kami terlelap dan tidak meneruskan perjalanan ke plawangan. he

Dengan susah payah, akhirnya pukul 10 malam lewat kami tiba di plawangan, tanpa basa-basi lagi, Andi dan Adenan langsung beristirahat di tenda yang sudah disiapkan oleh porter dan guide kami. Hari pertama yang sangat melelahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s