Masih Lebaran..

Masih dalam suasana Lebaran, (ya iyalah, baru hari kedua kok.. he) jadi saya mau sedikit cerita tentang lebaran di jl.Durian, nama gang tempat saya tinggal sejak 20 tahun yang lalu. (gaya..) sedikit aja kok, gak banyak-banyak, soale kalau banyak pasti ngawur. hahaha

Saya pindah ke perumahan ini sekitar tahun 89 akhir – 90 awal, kurang tahu pastinya, yang tidak berapa lama setelah pindah ke kompleks tersebut, saya masuk TK. Sejak itu sampai sekarang rumah tipe 27 yang terakhir (mungkin) diproduksi oleh perum perumnas menjadi home sweet home buat kami sekeluarga.

Hitung saja sejak tahun tersebut sampai sekarang, sudah berapa kali lebaran yang terlewati? banyak banget kan? kalau bang toyib pasti sudah di talak tiga sama istrinya. Hahahahaha. Sejak tahun pertama kepindahan itu, seingat saya hanya sekali kami berlebaran di kampung. (tapi perkecualian saya, ketika kuliah sempat 2 lebaran tidak pulang). Selebihnya, sejak awal Ramadan sampai malam takbiran dan sholat Ied, di sini lah kami.

Dari saya TK sampai sekarang sudah bekerja, banyak sekali perubahan yang terkadang tidak saya sadari. Tentangga yang sudah berganti, bocah-bocah yang tumbuh menjadi ABG, teman sepermainan yang berubah status menjadi ayah, halaman rumah yang terasa semakin sempit, sampai poster di pintu kamar yang tidak terasa sudah hampir 10 tahun tetap terpasang dengan gagah nya..ckckck

Ada satu kebiasaan Lebaran yang entah sejak kapan dimulai nya, tapi yang jelas dulu tidak seperti ini. Tidak tau sejak kapan kami tidak pernah lagi mengunjungi rumah tetangga masing-masing. Kenapa ? Karena semua nya sudah bertemu di jalan. Gak ngerti ??
Jadi setiap habis sholat Ied, para warga jalan durian tempat saya tinggal tidak lantas kembali ke rumah masing-masing, tapi berdiri di tengah jalan sambil menunggu tetangga yang sekiranya belum pulang dari sholat, di situ lah kami bersilaturahim. Ibu-ibu dan pemudi yang tidak sholat pun, langsung keluar dan ikut berkumpul disana. Sehingga tidak ada yang terlewatkan semua nya.

Sederhana dan menarik, saya sendiri baru sadar dua tahun belakangan ini.  Suasana yang tercipta pun cukup hangat, karena obrolan-obrolan ringan atau sekedar basa-basi juga terlontar disela-sela tawa dan senyum bahagia. Walaupun kadang saya suka binggung, om ini rumah nya dimana ya ??? kok ikut kesini, he (maklum, anak perantauan yang cuman pulang pas lebaran). Kalaupun ada yang masih muter dari rumah ke rumah paling anak-anak yang berharap segepok angpao buat jajan. he

Foto, harusnya ada foto untuk menunjukan kemeriahan suasana lebaran di jalan Durian yang terdiri dari 15 rumah yang saling berhadapan ini, tapi karena saya harus mencari nya dahulu di hp atau kamera big boss, nanti saya susulkan ya. he

Sekali lagi, karena masih suasana lebaran saya ucapkan Selamat Hari Raya🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s