99 Cahaya di Langit Eropa…

Membaca buku juga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan di bulan puasa ini, apalagi jika buku yang kita baca bisa memberikan tambahan ilmu pengetahuan ataupun ilmu agama.

Akhirnya selesai juga novel 99 Cahaya di Langit Eropa ini, bukan Novel baru memang, karena buku ini sudah terbit sejak tahun 2011, tapi memang kesempatan saya untuk membaca baru tiba saat ini, jadi apa mau dikata. Jadi pasti sebelum saya memposting soal buku ini, jauh sebelum saya sudah banyak review dan resensi soal buku ini. Tapi biarlah, sekedar sharing tidak ada salahnya šŸ™‚

Novel ini dirangkum dari pengalaman sang penulis selama tiga tahuan tinggal di eropa, Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Seperti judul kecil nya, Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa. Hal itulah yang membuat saya tertarik untuk meminjam buku ini, karena saya penasaran dengan kata-kata, menapak jejak Islam di Eropa. Apalagi di bagian belakang buku ada penggalan cerita yang berbunyi, “percaya atau tidak, pinggiran hijab bunda Maria bertahtakan kalimat tauhid, Laa Ilaaha Illalla….”
“wah ini sangat menarik sekali, ada rahasia apalagi di cerita buku ini?” itulah yang ada di pikiran saya ketika memegang buku Novel ini.

Dan di awal novel, saya cukup terkesan dengan sebuah cerita sejarah tentang Austria, dimana Islam pun pernah berada di negeri tersebut. Austria memang menjadi latar belakang awal cerita dibuku ini, yang kemudian berlanjut ke Paris, Spanyol, dan terakhir di Turki. Di semua negara yang saya sebutkan sebelumnya itu ada cerita-cerita menarik tersendiri, bagaimana Islam di masa lalu pernah hidup dan memberi pengaruh di Paris, Spanyol dan Turki.

Namun menurut saya pribadi, sekali lagi menurut saya lho, jejak Islam yang tertulis di judul buku ini, hanya sebagian kecil saja ada di dalam cerita, tidak banyak dan mungkin karena ini bukan catatan perjalanan yang mengkhusus kan diri untuk meneliti peninggalan sejarah. Tapi hanya sekedar catatan pengalaman ketika tinggal di eropa kemudian bertemu dengan orang-orang hebat yang memberi tahukan soal betapa Islam dahulu pernah berkuasa di negeri biru ini.
Kebelakang penulis lebih bermain dengan bagaimana perasaan nya terhadap Islam yang diselipkan pada tempat-tempat dan lokasi-lokasi sejarah dimana Islam pernah berjaya. Tidak ada seperti di awal ketika bercerita tentang Austria dan Napoleon. Jadi menurut saya pribadi buku ini sangat menarik di awal, kemudian menjadi biasa di akhir cerita. Mungkin karena saya terlalu menginginkan Jejak Islam di Eropa-nya, sehingga lupa bahwa ini adalah novel yang bercerita.

Ya, sekali lagi ini adalah pendapat pribadi, mungkin rekan-rekan yang sudah membacanya punya pendapat lain ? Yah secara keseluruahan novel ini tetap menarik untuk dibaca kok. šŸ™‚

“…bukan agama yang membuat perang dan diperangkan di dunia ini, melainkan nafsu manusia akan kekuasan dan nafsu manusia yang selalu ingin berbeda…”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s