Kronik Betawi…

Setelah membahas beberapa komik, sepertinya tidak mengapa untuk sedikit mengalihkan pandangan ke Novel, terima kasih kepada saudara Adenan, yang membeli novel ini dan meninggalkannya di rumah saya.

Kronik BetawiSesuai dengan judul nya, novel ini menceritakan kehidupan masyarakat betawi yang diwakilkan oleh sebuah keluarga besar sebut saja Haji Jaelani. Di awali dengan peristiwa banjir yang menimpa daerah dimana tempat Haji Jaelani tinggal. Dari peristiwa banjir tersebut cerita berkembang menjadi lebih luas. Sebelumnya, penulis mengajak kita untuk sedikit menilik kebelakang untuk mengetahui latar belakang para tokoh yang ada.
Kisah yang dibawakan oleh penulis melalui Haji Jaelani dan keluarga besarnya ini sangat menarik  sekali, kita dibawa untuk melihat sebuah kehidupan serta pemikiran yang polos dan lugu dari masyarakat asli kota Jakarta yang perlahan tapi pasti mulai terpinggirkan dari “rumah”-nya sendiri.

Kebanyakan orang Jakarta sekarang pada kurang paham, kalau Menteng itu nama buah, Bintaro itu nama pohon dan Kebon Jeruk memang dulu di sana ada hamparan tanaman yang bener bener jeruk buahnya. Para pendatang agaknya hanya kenal nama-nama itu sebagai kawasan gedongan. Lalu benarkan yang namanya peradaban itu berarti membangun banyak gedung?…” Salah satu paragraf pada novel ini yang saya anggap sangat menarik.

Sederhana dan tidak mengada-ada bahkan terkesan nyata dan memang terjadi ketika saya membaca kisah-kisah yang dibawakan oleh setiap tokoh pada novel ini.

Secara pribadi saya sangat menyukai novel ini, ceritanya sederhana tapi sangat menarik dan ke-betawi-an nya sangat kental sekali. Novel ini buah karya Ratih Kumala dan diterbitkan oleh pt.Gramedia pada Juni 2009. Dikatakan bahwa novel ini sebelumnya adalah cerbung pada harian Republika pada Agustus – Desember 2008.  Pecinta novel sebaiknya tidak melewatkan buku ini.

7 pemikiran pada “Kronik Betawi…

  1. wuih keren kyknya! saya lahir dan besar di jakarta ga tau kl menteng itu nama buah dan bintaro itu nama pohon.. ada knowledge dan budaya yg bisa diambil kyknya.

    salam kenal yah! :mrgreen:

  2. Prikitiw…

    jeli bergeser ke novel…

    di daerah Lampung kan juga gitu jel. Sebagian, semacam akibat pemecahan kekuatan daerah oleh Belanda.. hahaha.. gue ngelantur nih kyknya

    • uyee..uyee…

      gak bergeser, sebenernya sih suka juga ama novel… cuma rental novel pan jarang dan mahal klo ada hehehe

      di lampung sebelah mana git yang mirip2 dengan yang di novel… 🙂

  3. Lalu benarkan yang namanya peradaban itu berarti membangun banyak gedung?

    pertanyaan yang berat, untuk jawaban yang berat juga.

    makasih atas pencerahannya, kawan!

    saking beratnya…tuh jawaban belum ketemu… he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s