Demo (rusuh) Mahasiswa…

Kemarin saya melihat berita di televisi tentang demo mahasiswa menolak BPH Pendidikan, demo menyambut kedatangan SBY, demo tentang BBM dan demo lain-lain dengan tema berbeda. Dari perbedaan itu ternyata ada satu persamaanya, yaitu berakhir dengan rusuh dan bentrok antara pendemo dengan aparat keamanan..!!

Melihat itu saya jadi bingung sendiri, sepertinya memang dari awal para demonstran memang berniat untuk melakukan “kerusuhan”. Kenapa setiap demo selalu ditutup dengan pembubaran paksa aparat keamanan.

Jika bertanya kepada mahasiswa pasti mereka akan menyalahkan aparat dengan bermacam alasan HAM, kebebasan berpendapat dan alasan politis lain. Jika kita bertanya kepada aparat pasti mereka akan berpendapat bahwa para demonstran sudah bertindak berlebihan dan mulai menjurus ke anarkis. Lalu, siapa yang benar-benar bisa dipegang kata-katanya..???

Saya jadi berfikir, apakah memang cara demonstrasi masih bisa berhasil? kemarin di berita SBY marah karna demo mahasiswa mengganggu jalannya rapat, dan rapat tersebut pastinya penting. Sepertinya para mahasiswa (termasuk saya) harus mencari jalan lain untuk bisa “meneruskan suara rakyat” kepada pemerintah.

Belajar dengan giat, menjadi orang sukses lalu mengambil alih kekuasaan dan mengubah sistem dengan “idealisme” yang kita dan kalian miliki mungkin cara yang paling realistis…!!

6 pemikiran pada “Demo (rusuh) Mahasiswa…

  1. demonstrasi mahasiswa skr gue liat kok kayaknya suka kehilangan arah. ujung2nya ..bukkannya berakhir seperti yg diharapkan, eh malah kadang rusuh dan anarkis. hm..sungguh sangat disesalkan.

  2. Orang demo tanpa alasan tentu aneh. Kira-kira untuk apa semua demo itu berlangsung, apakah benar tanpa sebab dan alasan yang kuat? Jika akhirnya menjadi rusuh, kemungkinannya tidak selalu harus diletakkan pada buruknya motif gerakan mahasiswa yang melancarkan demo. Ada sebab dan ada akibat.

    • > masalah sebab akibat itu pasti lah, fitrah nya memang seperti itu, akibat muncul karena sebab…
      tapi jarang lho (dalam kasus demo ya)…kerusuhan di picu dari pihak keamanan (ini kata temenku yg polisi)…

      • Saat akan menuliskan komen ini dari Mataram saya “terinterupsi” tayangan tv tentang gerakan masyarakat yang membakar sebuah restoran yang diduga disalahgunakan pemiliknya sebagai tempat “esek-esek”. Kepolisian Sektor kewalahan, lalu minta bantuan Kepolisian Resor. Dari Corong pembesar suara kepolisian berseru: kami akan bertindak tegas.
        Kita cobalah definisikan “bertindak tegas” itu. Awalnya sudah dimusyawarahkan di tingkah kelurahan (desa?), menang pengusaha itu. Tahukah kepolisian tentang penyimpangan izin restoran menjadi esek-esek? Di situlah hendaknya kepolisian tegas, bukan saat masyarakat mengamuk.
        Kawan saya yang bekerja sebagai polisi juga mengeluh: “susah”. Entah apa maksudnya, tetapi jelas ia (teman saya polisi yang baik ini) frustrasi.

  3. akan menjadi sangat susah ketika kita berusaha mencari pihak yang benar dan mana yang salah…
    terlebih posisi kita adalah “orang luar” yang hanya mendengar cerita dan tidak terlibat langsung di dalamnya…
    satu sisi mungkin polisi benar (dalam beberapa kasus), di sisi lain mungkin masyarakat/mahasiswa juga tidak salah (untuk beberapa kasus juga)…

    berperasangka baik mungkin yang bisa saya (kita) lakukan saat ini…

  4. Mahasiswa yang bertindak rusuh dengan alasan apapun adalah SALAH. Demo dengan tujuan dan alasan apapun yang mengganggu kepentingan orang lain adalah SALAH, terutama macet. Bagaimana jika ada keperluan hidup mati atau masa depan seseorang dipertaruhkan, dan terhambat hanya gara gara macet karena demo mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s