Museum Lampung…

Nama resmi dari museum ini sebenarnya adalah “Museum Negeri Provinsi Lampung, Ruwa Jurai”. Namun masyarakat lampung sendiri tampaknya lebih suka atau lebih mengenalnya dengan nama yang cukup singkat, Museum Lampung. Atau mungkin perihal nama tersebut karena tulisan di atas genting gedung Museum itu sendiri, sehingga masyarakat pun lebih mengenalnya dengan nama Museum Lampung.

DSC_0106DSC_0097  DSC_0112
Gedung utama Museum atau ruang pamer terdiri dari dua lantai seperti gambar diatas. Namun selain itu, ada juga beberapa koleksi yang diletakan di halaman depan gedung, disusun sedemikian rupa diantara tanaman.

Kompleks Museum ini menempati lahan yang cukup luas, dan jika melihat maket yang ada didalam gedung, sepertinya masih ada rencana pembangunan dan perluasan area untuk ke depan nya.

DSCN2688Masuk dari pintu tengah, kita akan langsung menghadap ke petugas penjaga museum. Mereka dengan ramah akan menyapa kita, mempersilakan mengisi buku tamu dan kemudian menyebutkan biaya administrasi atau tiket masuk yang harus dibayarkan jika ingin melihat bagian dalam museum. Saya dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp. 10.000,-. untuk dua orang, tidak ada tanda bukti berupa karcis atau sejenisnya jadi saya tidak tau pasti apakah memang biaya masuknya sebesar itu atau bukan.
Beberapa tulisan di internet mengatakan kita akan mendapatkan semacam booklet setelah membayar tiket masuk, namun kemarin saya tidak mendapatkan apa-apa, mungkin persediannya sedang habis. :)

Lantai satu museum berisikan peninggalan-peninggalan sejarah yang ditemukan di Lampung serta peninggalan-peninggalan budaya yang pernah ada di Lampung. Di lantai ini kita bisa melihat mulai dari diorama letusan Krakatau, hewan-hewan langka, kerangka dan peninggalan manusia purba, prasasti-prasasti kerajaan sampai koleksi senjata dan numismatik.
DSCN2619DSCN2640DSCN2646DSCN2628

Sedangkan di lantai dua, lebih menonjolkan sisi budaya daerah Lampung. Di sini kita bisa melihat, pakaian adat, alat kerajinan tenun kain, baju dan pelaminan pengantin adat, miniatur rumah adat, alat musik dan lain sebagainya.
DSCN2673DSCN2681DSCN2677

Museum Lampung ini sepertinya tidak mengkhususkan diri menjadi museum purbakala atau museum budaya, mungkin Museum Lampung ini adalah Museum umum, karena semua tentang Lampung diperlihatkan disini.

Museum Lampung menurut saya pribadi sudah cukup baik, dua kali saya mengunjungi museum ini dan ternyata pengunjung nya cukup ramai. Koleksi tersusun rapi dalam kotak kaca, walaupun dari penyusunannya sendiri menurut saya sepertinya agak kurang teratur dan tidak ada pemisahan berdasarkan zaman atau era.
Selain itu keterangan yang ditempelkan di dekat koleksi juga dirasa kurang lengkap apalagi ditambah dengan tidak adanya DSCN2661pendamping yang bisa menjelaskan tentang koleksi kepada pengunjung. Memang ada semacam barcode yang ditempelkan di kaca tempat menyimpan koleksi, mungkin bagi pengunjung yang memiliki smartphone bisa dengan mudah mengakses informasi dari situ, tapi saya rasa tidak semua pengunjung museum memiliki smartphone.

Saya berharap semoga kedepannya, pemerintah terus memberi perhatian terhadap  keberadaan Museum Lampung ini, agar museum Lampung dan juga museum-museum di Indonesia tidak hanya sekedar menjadi tempat menyimpan benda-benda purbakala atau sejarah saja, tapi juga dapat menjadi pelengkap pembelajaran para siswa dan masyarakat sekaligus tempat rekreasi keluarga.

Satu catatan lagi, beberapa museum di Pulau Jawa yang saya tau, melarang pengunjung untuk mengambil foto didalam museum, tapi tidak untuk Museum Lampung dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, saya tidak tahu apakah ada kebijakan berbeda atau ada alasan lain.

Taman Kupu kupu Gita Persada…

Saya pertama kali mengunjungi Taman Kupu-kupu Gita Persada sekitar tahun 2002, dan setelah 10 tahun lebih akhirnya saya mempunyai kesempatan lagi untuk berkunjung ke tempat ini.DSC_0252
Taman yang memiliki luas kurang lebih 5 Ha dan berdiri sekitar tahun 1997 ini sepertinya sekarang sudah menjadi salah satu objek wisata alam favorit di Bandar Lampung. Sedikit obrolan dengan mbak (saya lupa namanya) yang bertugas disana, dengan koleksi yang mencapai 200 jenis kupu-kupu, taman ini cukup ramai dikunjungi peminat dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda. Mulai dari pelajar dan mahasiswa yang memang tertarik dengan pelesatarian kupu-kupu, wisatawan biasa yang ingin melihat kupu-kupu, para pecinta alam yang ingin berkemah, fotographer, sampai calon pengantin yang ingin membuat foto prewed disana.
IMG_20140309_160818 IMG_20140309_160621
Dengan tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- per orang, kita bisa melihat penangkaran kupu-kupu, bersantai di rumah pohon yang tersebar di seluruh area taman, atau sekedar berjalan-jalan memutari taman untuk foto-foto atau menikmati kesejukan alam.
Setelah lelah berjalan-jalan dan melihat-lihat kita bisa istirahat di cafe untuk menikmati secangkir kopi Lampung atau teh sambil melihat-lihat koleksi kupu-kupu yang sudah diawetkan, karena selain cafe dan kantor, bangunan ini juga berfungsi sebagai museum Kupu-kupu.

Lokasi Taman Kupu-Kupu Gita Persada ini sebenarnya tidak terlalu jauh, akses kesana cukup mudah dan hanya memakan waktu sekitar 30 menit dari pusat kota. Memang tidak ada petunjuk disepanjang jalan untuk menuju kesana, bahkan jika kita tidak awas, bisa-bisa taman ini akan terlewat karena pintu masuk dan papan namanya sedikit tertutup rimbunnya pepohonan.
DSC_0315 DSCN2715DSC_0308IMG_20140309_160417 IMG_20140309_160411

 

 

 

 

 

Saya berkunjung kesana sekitar pukul 14.30 WIB, tidak terlalu banyak kupu-kupu yang bermain di taman, kecuali di area penangkaran. Mungkin buat teman-teman yang ingin berkunjung sebaiknya lebih pagi atau perlu bertanya terlebih dahulu kapan waktu sekiranya kupu-kupu sedang ramai-ramai nya. :)

oiya, untuk keterangan lebih lanjut silahakan googling saja ya, atau kunjungi facebook nya di sini.

~

#beberapa foto kupu-kupu yang dengan susah payah berhasil kami ambil :)
DSCN2728 DSC_0268 DSC_0276 DSC_0278 DSC_0285 DSCN2713dikit ya fotonya? yah seperti yang saya sebutkan sebelumnya, tidak terlalu banyak kupu-kupu yang bermain-main di taman saat kami datang, dan dari sedikit itu yang bersedia di foto hanya ini, selebih nya tidak mau diam dan beterbangan kesana kemari, he

Masih Lebaran ??

Terhitung sejak kemarin, libur lebaran selesai sudah, dan kita kembali sibuk dengan rutinitas hari-hari, bekerja. Saya sendiri baru masuk kerja hari ini karena kemarin kondisi badan tidak fit, mungkin karena perjalanan Lampung – Sekayu via travel selama kurang lebih 14 jam membuat fisik menjadi lelah. Sehingga waktu istirahat dengan sangat terpaksa ditambah sehari dan mengambil hari dimana seharusnya sudah masuk bekerja.

Hari pertama kerja situasi dan kondisi masih belum optimal, suasana lebaran di libur masih sangat melekat. kantor masih sepi, dan makanan ramai bergeletakan di meja-meja. Yah mungkin beginilah kondisi umum di hampir semua kantor di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Masih lebaran ??

(memang) Masih Lebaran…

Lebaran memang waktu yang pas untuk berkumpul kembali selain dengan tajuk menyambung silaturahim, liburan panjang juga menjadi salah satu faktor besar yang membuat kita mempunyai waktu untuk berkumpul bersama keluarga, saudara, teman ataupun komunitas dll.

Jika biasanya hari pertama, kedua dan mungkin sampai hari ke tiga, kita disibukan dengan hilir mudik mengunjungi sanak famili di dalam maupun luar kota, maka hari berikutnya, hari ke-empat dan seterus nya adalah waktu berkumpul buat teman sekolah, teman-teman kuliah, teman-teman kerja, teman sehobi dsb. Seperti agenda saya dua hari ini dan sampai hari sabtu besok mungkin. he

Hari rabu yang lalu, teman-teman semasa SMU mengajak untuk berkumpul bersama di sebuah rumah makan, suasana santai untuk berbincang-bincang sambil bersantap siang ria mungkin memang paling cocok. Acara ini rutin kami gelar setiap tahun. Mengetahui kesusksesan teman-teman dan mendengarkan cerita mereka memang menyenangkan, Sayang pada acara kemarin banyak rekan-rekan yang berhalangan hadir.

Berlanjut di hari Kamis kemarin, kali ini undangan datang dari organisasi Rohis SMU. Acara ini juga rutin dan kami menamakannya SIGER, saya lupa apa singkatan dari siger tersebut. he
Acara kali ini sedikit berbeda dari biasanya, karena selain tidak terlalu ramai, acara inti nya adalah bedah buku yang dikarang oleh salah seorang alumni yang kemudian dilanjutkan dengan pertandingan futsall antar angkatan. Susunan acara yang kurang klop ya? tapi itulah Rohis kami, gak bisa lepas dari main bola.

Hari ini,  Jumat, sedikit berbeda dengan sebelumnya, masih berkumpul bersama teman-teman, tapi kali ini kami akan mengunjungi makam sahabat kami, yang sudah mendahului kami beberapa tahun yang lalu. Seorang rekan yang ceria dan selalu optimis, saya menganggap dia artis dan seorang enterteiment. Suasana akan selalu ramai jika dia hadir di tengah-tengah kami.

Besok sabtu hari terakhir liburan, masih ada jadwal yang menunggu, kali ini dari teman-teman SMP, mereka mengajak untuk berkumpul di rumah salah satu rekan kami, mungkin biar tidak terlalu susah pesan-pesan tempat kali ya..he

Ada banyak dokumentasi dari acara-acara tersebut, sayang nya hampir 95% adalah BB user, dan foto-foto yang diambil rata-rata menggunakan BB, yang sangat disayangkan lagi, hanya di share di grup BBM saja.  Hadeh.. ya tidak mengapa lah, yang penting kebersamaan dan silaturahim di dunia nyata tetap terjaga dan memang masih lebaran.

Masih Lebaran..

Masih dalam suasana Lebaran, (ya iyalah, baru hari kedua kok.. he) jadi saya mau sedikit cerita tentang lebaran di jl.Durian, nama gang tempat saya tinggal sejak 20 tahun yang lalu. (gaya..) sedikit aja kok, gak banyak-banyak, soale kalau banyak pasti ngawur. hahaha

Saya pindah ke perumahan ini sekitar tahun 89 akhir – 90 awal, kurang tahu pastinya, yang tidak berapa lama setelah pindah ke kompleks tersebut, saya masuk TK. Sejak itu sampai sekarang rumah tipe 27 yang terakhir (mungkin) diproduksi oleh perum perumnas menjadi home sweet home buat kami sekeluarga.

Hitung saja sejak tahun tersebut sampai sekarang, sudah berapa kali lebaran yang terlewati? banyak banget kan? kalau bang toyib pasti sudah di talak tiga sama istrinya. Hahahahaha. Sejak tahun pertama kepindahan itu, seingat saya hanya sekali kami berlebaran di kampung. (tapi perkecualian saya, ketika kuliah sempat 2 lebaran tidak pulang). Selebihnya, sejak awal Ramadan sampai malam takbiran dan sholat Ied, di sini lah kami.

Dari saya TK sampai sekarang sudah bekerja, banyak sekali perubahan yang terkadang tidak saya sadari. Tentangga yang sudah berganti, bocah-bocah yang tumbuh menjadi ABG, teman sepermainan yang berubah status menjadi ayah, halaman rumah yang terasa semakin sempit, sampai poster di pintu kamar yang tidak terasa sudah hampir 10 tahun tetap terpasang dengan gagah nya..ckckck

Ada satu kebiasaan Lebaran yang entah sejak kapan dimulai nya, tapi yang jelas dulu tidak seperti ini. Tidak tau sejak kapan kami tidak pernah lagi mengunjungi rumah tetangga masing-masing. Kenapa ? Karena semua nya sudah bertemu di jalan. Gak ngerti ??
Jadi setiap habis sholat Ied, para warga jalan durian tempat saya tinggal tidak lantas kembali ke rumah masing-masing, tapi berdiri di tengah jalan sambil menunggu tetangga yang sekiranya belum pulang dari sholat, di situ lah kami bersilaturahim. Ibu-ibu dan pemudi yang tidak sholat pun, langsung keluar dan ikut berkumpul disana. Sehingga tidak ada yang terlewatkan semua nya.

Sederhana dan menarik, saya sendiri baru sadar dua tahun belakangan ini.  Suasana yang tercipta pun cukup hangat, karena obrolan-obrolan ringan atau sekedar basa-basi juga terlontar disela-sela tawa dan senyum bahagia. Walaupun kadang saya suka binggung, om ini rumah nya dimana ya ??? kok ikut kesini, he (maklum, anak perantauan yang cuman pulang pas lebaran). Kalaupun ada yang masih muter dari rumah ke rumah paling anak-anak yang berharap segepok angpao buat jajan. he

Foto, harusnya ada foto untuk menunjukan kemeriahan suasana lebaran di jalan Durian yang terdiri dari 15 rumah yang saling berhadapan ini, tapi karena saya harus mencari nya dahulu di hp atau kamera big boss, nanti saya susulkan ya. he

Sekali lagi, karena masih suasana lebaran saya ucapkan Selamat Hari Raya :)