Arsip untuk Kategori 'Opini'

01
Apr

Bubarkan Gerakan Mahasiswa….

Judul diatas  saya ambil dari judul acara dialog anak-anak UGM beberapa waktu yang lalu. (lupa jurusannya apa!!) saya pikir cocok dengan pristiwa yang lagi hangat diberitakan di media elektronik, tentang ricuh di Unhalu, Kendari, Sultra.

Saya sebagai sesama mahasiswa, maaf saja ya… secara pribadi saya tidak suka dengan apa yang mereka perbuat !! walaupun kabar yang saya terima dari media itu juga tidak seberapa jelas, siapa yang memulai dan apa yang mengawali timbulnya kerusuhan yang berekor panjang tersebut sampai melibatkan masyarakat umum.

Mahasiswa tidak sekiranya berbuat seperti itu, seperti orang tidak berpendidikan, main lempar, main pukul, teriak-teriak seperti orang purba berkelahi…. malu dong dengan status ke “maha” siswaan yang kita sanding !! Seolah-olah demo harus berakhir dengan rusuh, apa bangga kalian jika bisa “menang” dari aparat…!!

Mana niatan “suci” untuk membela rakyat !!!??? dengan kerusuhan seperti itu justru rakyat akan antipati dan merasa tidak aman, yang akan merembat kepada semua bidang kehidupan….PIKIR DONG ..!!!!

Mahasiswa PAYAH..!!!! KRIMINAL !!! Harusnya kalian mendapat lebih dari sekedar serbuan aparat !!!!!

06
Mar

Bus Kota vs Trans Jogja

Ini masih membicarakan keberadaan transportasi baru di kota DIY. Trans Jogja, yang sudah mulai beroperasi kurang lebih 2 minggu, ternyata tidak terlalu memberi dampak terhadap keberadaan angkutan transportasi bus yang sudah ada sebelumnya. Bus-bus berwarna kuning, orange, biru dan Damri tetap beroperasi seperti biasa dan tetap mempunyai pelanggan tetap.

Saya sempat bertanya kepada beberapa kernet bus kota yang saya tumpangi, apakah pendapatan mereka menurun semenjak diresmikannya Trans Jogja ? dan mereka menjawab tidak, sama saja dengan dulu. Pendapatan mereka memang sudah agak menurun semenjak kenaikan tarif menjadi Rp.2000,- tapi ketika ada bus Trans Jogja, pendapatan mereka tetap seperti biasanya.

Memang kalau menurut saya, kedua transportasi tersebut mempunyai kelebihannya masing-masing. Jika kita melihat Trans Jogja, disini ditekankan kepada sistem transportasi modern yang mengutamakan pelayanan dan kenyamanan, bis yang tepat waktu, bersih, dan tidak ugal-ugalan, tapi kita hanya bisa naik dan turun di tempat-tempat tertentu.

Jika kita melihat bus-bus kota yang sudah ada sebelumnya, mungkin yang menjadi faktor keengganan masyarakt untuk naik bus kota adalah, kondisi bus yang sudah tua, sering mangkal untuk waktu yang lama dan sopir yang sering kebut-kebutan. Tapi baiknya, kita dapat naik dan turun di tempat yang kita mau, tidak mesti di halte.

Apa yang menjadi solusi ? mungkin pihak pengurus bus kota harus meremajakan kembali bus kota mereka, sehingga sedikit banyak dapat memberi kenyamanan kepada penumpang. Dan mungkin di berikan sedikit kelonggaran kepada sopit dalam masalah setoran, biar sopirnya gak terlalu mengejar setoran sehingga bersaing dengan bus lain dan kebut-kebutan di jalan.

27
Feb

JOGJA TRANS….

Kegiatan saya belakangan hari ini memaksa untuk menggunakan kembali bis kota, perjalanan yang cukup jauh dan panasnya matahari jogja membuat saya memilih untuk memarkirkan motor di rumah dan menggunakan jasa transportasi angkutan umum bis. Selain itu saya memang lebih senang menggunakan bis daripada motor, terutama jika harus melewati jalan-jalan yang cukup padat (pasti tahu alasannya kan..!!).

Kebetulan sekali, mulai bulan ini di Jogjakarta telah hadir sebuah alternatif transportasi umum baru. Orang -orang menyebutnya trans Jogja, agak mirip dengan trans Jakarta atau busway, bedanya trans Jogja tidak punya jalur pribadi.

Agak susah juga pada awalny, karena harus menghapal kembali jalur trayek tiap bis, trans jogja sendiri mempunyai 6 trayek. Pendapat pribadi ku ketika mencoba pertama kali adalah puas. Puas dengan pelayanan dan kenyamanan yang diberikan, baik oleh para pramugara/pramugari di halte maupun di bis dan oleh sopir yang bisa saya bilang profesional.

Harga tiket Rp.3000,- saya rasa cukup wajar dan pantas untuk fasilitas yang didapatkan. Bis ber-ac yang bersih dan wangi, tidak ada pengamen (tapi tetep ada musik..he..he..) dan jelas tidak ada copet.

Terakhir, saya sendiri tidak bisa memastikan dengan pasti. Halte pemberhentian bis trans Jogja itu mempunyai warna yang berbeda - beda di tiap tempat, ada merah, kuning, hijau dan biru. Pada awalnya saya berpikir bahwa warna menunjukan trayek, tapi ternyata ada selentingan kabar bahwa, warna tersebut secara tidak langsung menunjukan basis partai besar yang berada di lokasi tersebut. Sepintas saya pikir dan saya lihat cukup masuk akal, tapi kepastian benar atau tidak saya tidak tahu

04
Feb

Kematian Aktivis HAM…

Beberapa waktu yang lalu media heboh memberitakan kematian seorang aktivis HAM. Ya di negaraku ini di Republik Ngindonesa telah terjadi sebuah kasus kematian seorang aktivis HAM yang bernama Murin, dan muncul dugaan bahwa dia telah dibunuh dengan cara diracun ketika berada di pesawat terbang yang sedang meluncur menuju Benalda.

Media memberitakan bahwa pihak keluarga tidak terima dan terus mengajukan tuntutan kepada pemerintah untuk menyelidiki kematian yang tidak wajar ini. Kegencaran untuk memaksa pemerintah tersebut membuahkan hasil dengan didapatnya beberapa nama yang dijadikan tersangka dan diindikasi kuat mempunyai hubungan dengan kasus ini, antara lain pilot pesawat yang ditumpangi oleh korban.

Lanjutkan membaca ‘Kematian Aktivis HAM…’

28
Jan

Selamat Jalan Jenderal Besar

 

keluarga.jpg

Hari sabtu kemarin seluruh media memberitakan bahwa mantan presiden RI HM.Soeharto telah berpulang ke Rahmatullah pada pukul 13.10 WIB. Perjuangan dan karir beliau akhirnya harus berakhir di usia 68 tahun.
Lanjutkan membaca ‘Selamat Jalan Jenderal Besar’