Arsip untuk Maret, 2008

28
Mar

mubeng Ring Road…..

sebenernya perjalanan muterin RingRoad jogjakarta ini udah lumayan lama pelaksanannya,sudah satu tahun berlalu (24 maret 2007) tapi gpp kan sekedar berbagi cerita, sapa tau menginspirasi temen-temen yang lain… (gak mungkin kali…)

perjalanan ini bisa terjadi karena tantangan seorang teman, namanya Astur Kurniawan untuk berjalan memutari ring-road dengan berjalan kaki dan saya menyanggupinya. Kemudian karena kami tidak bisa menemukan orang lain yang mau menerima tantangan ini , akhirnya kami berdua saja yang berangkat mengitari ring-road jogjakarta.

perjalanan dimulai dari perempatan kentungan, kearah timur, berangkat dari rumah terhitung pukul 07.30 WIB, dan start perjalanan memutari ring-road sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya semua berjalan lancar, kecepatan penuh kami ambil, perempatan Condongcatur lewat, kemudian UPN, maguwoharjo, sampai perempatan Janti.

Perjalanan terus kami lanjutkan dengan singgah sejenak di rumah seorang rekan kami bernama Adnan Arif, di perempatan JEC, disana kami diberi sedikit “bekal” minuman (lumayan he..he..he..). perjalanan diteruskan sampai ke perempatan Wonosari.

Mulai memasuki area Ring Road Selatan, disini agak sedikit membosankan karena pemandangannya tidak terlalu ramai dan cenderung sepi, terus sampai terminal Giwangan sampai perempatan paris sampai akhirnya masuk ke wilayah ringroad barat.

masuk wilayah ini, tenaga sudah terkuras habis, berjalan pun sudah terseok-seok, karena kaki kami sudah terasa sakit. kami istirahat lama di pom bensin Taman Tirto, sebelum UMY. lepas dari sana, perjalanan agak terganggu dan terpaksa sering berhenti untuk istirahat karena rasa sakit di kaki (rasanya mau copot…)

dan akhirnya, di perempatan jalan Wates, kami putuskan untuk mengakhiri perjalanan. selain merasa sudah tidak sanggup lagi. saat itu waktu sudah menunjukan pukul 17.45 WIB. setelah beristirahat sejenak, kami menyetop bis untuk pulang kembali ke rumah kontrakan.

Agak tidak puas sebenernya, karena perjalanan muterin ringroad tidak dapat terselesaikan tapi saya rasa itu sudah cukup dan saya sendiri heran kenapa mau menerima tantangan dari temen saya itu,..mungkin karena ego ya.

20
Mar

perayaan 40 tahun SWAGAYUGAMA

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, malam tanggal 18 Maret 2008 pementasan wayang wong Arjuna Wiwaha digelar dalam rangka perayaan 40 tahun UKM SWAGAYUGAMA (Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Jawa Gaya Yogyakarta Gajah Mada) yang jatuh pada tanggal 6 maret 2008

Dan pementasaan ini secara pribadi bisa dibilang cukup sukses, terlihat dengan ramainya para peminat yang ingin menyaksikan pementasan ini. Walaupun publikasi dilakukan dengan cukup mepet dengan waktu pementasan.

Pukul 19.30 wib pementasan dibuka oleh teman-teman dari UNS Solo kurang lebih selama setengah jam, yang kemudian dilanjutkan dengan SWAGA selama kurang lebih satu setengah jam. Pementasan sendiri berakhir pada sekitar pukul 23.00 wib

Sayang saya belum mendapatkan foto-fotonya untuk ditampilkan disini.

17
Mar

Sekaten…

Mungkin bisa dibilang basi jika baru sekarang saya menulis tentang sekaten, selain karena acara pasar malem sekaten telah dimulai kurang lebih sejak 2-3 minggu yang lalu juga karena pasti sudah banyak tulisan yang membahas tentang sekaten ini.

Tapi kenapa masih tetep juga memaksakan untuk menulis tentang sekaten ? tidak lain dan tidak bukan karena ada sedikit kontribusi dari kami, SWAGAYUGAMA dalam sekaten. Malam minggu kemarin, tanggal 15 maret 2008, SWAGA melakukan pentas karawitan di Kraton dalam rangka pagelaran Sekaten.

Buat para senior SWAGA, mungkin pentas ini merupakan hal biasa, tapi buat saya, ini merupakan sebuah kebanggaan yang cukup besar dan pengalaman yang sangat berarti.
Pementasan dimulai pukul 20.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB menampilkan beberapa tarian antara lain, beksa serimpi dan gatot kaca pergiwa.

Pementasan pagelaran Sekaten ini merupakan salah satu dari tiga rangkaian pentas yang akan diselenggarakan oleh SWAGA. Menyusul besok tanggal 18 Maret 2008 adalah pementasan wayang wong arjuna wiwaha. DON’T MISSED

1_376488212l.jpg

11
Mar

Jogja tergenang….

Apakah setiap musim hujan selalu seperti ini atau tidak, saya juga tidak tau. Hanya saja, kemarin, tepatnya hari minggu sore ketika saya baru pulang beraktivitas. Cuaca saat itu memang sudah hujan tetapi belum begitu deras. Dan saat dalam perjalanan pulang, hujan menjadi semakin deras disertai angin yang cukup kencang.

Bukan sesuatu yang aneh, jikalau hujan turun pada musimnya. Akan tetapi, ketika akan melintasi Toko Buku Gramedia, jalan yang dilalui angkutan yang saya tumpangi tergenang air, dari pada jalan mungkin lebih tepat kalau disebut sungai kecil, karena airnya mengalir.

Saya genangan air itu hanya terjadi di perempatan Gramedia saja, tapi ternyata aliran air yang tumpah ke jalan itu berasal dari utara. Jadi dari perempatan Gramedia sampai ke bunderan UGM, jalan itu berubah menjadi sungai kecil karena di aliri air.

Tidak tahu pasti dari mana datangnya air tersebut, yang jelas air itu mengalir bukan pada tempatnya. Dan rasanya kita semua tahu apa penyebabnya.

06
Mar

Bus Kota vs Trans Jogja

Ini masih membicarakan keberadaan transportasi baru di kota DIY. Trans Jogja, yang sudah mulai beroperasi kurang lebih 2 minggu, ternyata tidak terlalu memberi dampak terhadap keberadaan angkutan transportasi bus yang sudah ada sebelumnya. Bus-bus berwarna kuning, orange, biru dan Damri tetap beroperasi seperti biasa dan tetap mempunyai pelanggan tetap.

Saya sempat bertanya kepada beberapa kernet bus kota yang saya tumpangi, apakah pendapatan mereka menurun semenjak diresmikannya Trans Jogja ? dan mereka menjawab tidak, sama saja dengan dulu. Pendapatan mereka memang sudah agak menurun semenjak kenaikan tarif menjadi Rp.2000,- tapi ketika ada bus Trans Jogja, pendapatan mereka tetap seperti biasanya.

Memang kalau menurut saya, kedua transportasi tersebut mempunyai kelebihannya masing-masing. Jika kita melihat Trans Jogja, disini ditekankan kepada sistem transportasi modern yang mengutamakan pelayanan dan kenyamanan, bis yang tepat waktu, bersih, dan tidak ugal-ugalan, tapi kita hanya bisa naik dan turun di tempat-tempat tertentu.

Jika kita melihat bus-bus kota yang sudah ada sebelumnya, mungkin yang menjadi faktor keengganan masyarakt untuk naik bus kota adalah, kondisi bus yang sudah tua, sering mangkal untuk waktu yang lama dan sopir yang sering kebut-kebutan. Tapi baiknya, kita dapat naik dan turun di tempat yang kita mau, tidak mesti di halte.

Apa yang menjadi solusi ? mungkin pihak pengurus bus kota harus meremajakan kembali bus kota mereka, sehingga sedikit banyak dapat memberi kenyamanan kepada penumpang. Dan mungkin di berikan sedikit kelonggaran kepada sopit dalam masalah setoran, biar sopirnya gak terlalu mengejar setoran sehingga bersaing dengan bus lain dan kebut-kebutan di jalan.