sebenernya perjalanan muterin RingRoad jogjakarta ini udah lumayan lama pelaksanannya,sudah satu tahun berlalu (24 maret 2007) tapi gpp kan sekedar berbagi cerita, sapa tau menginspirasi temen-temen yang lain… (gak mungkin kali…)
perjalanan ini bisa terjadi karena tantangan seorang teman, namanya Astur Kurniawan untuk berjalan memutari ring-road dengan berjalan kaki dan saya menyanggupinya. Kemudian karena kami tidak bisa menemukan orang lain yang mau menerima tantangan ini , akhirnya kami berdua saja yang berangkat mengitari ring-road jogjakarta.
perjalanan dimulai dari perempatan kentungan, kearah timur, berangkat dari rumah terhitung pukul 07.30 WIB, dan start perjalanan memutari ring-road sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya semua berjalan lancar, kecepatan penuh kami ambil, perempatan Condongcatur lewat, kemudian UPN, maguwoharjo, sampai perempatan Janti.
Perjalanan terus kami lanjutkan dengan singgah sejenak di rumah seorang rekan kami bernama Adnan Arif, di perempatan JEC, disana kami diberi sedikit “bekal” minuman (lumayan he..he..he..). perjalanan diteruskan sampai ke perempatan Wonosari.
Mulai memasuki area Ring Road Selatan, disini agak sedikit membosankan karena pemandangannya tidak terlalu ramai dan cenderung sepi, terus sampai terminal Giwangan sampai perempatan paris sampai akhirnya masuk ke wilayah ringroad barat.
masuk wilayah ini, tenaga sudah terkuras habis, berjalan pun sudah terseok-seok, karena kaki kami sudah terasa sakit. kami istirahat lama di pom bensin Taman Tirto, sebelum UMY. lepas dari sana, perjalanan agak terganggu dan terpaksa sering berhenti untuk istirahat karena rasa sakit di kaki (rasanya mau copot…)
dan akhirnya, di perempatan jalan Wates, kami putuskan untuk mengakhiri perjalanan. selain merasa sudah tidak sanggup lagi. saat itu waktu sudah menunjukan pukul 17.45 WIB. setelah beristirahat sejenak, kami menyetop bis untuk pulang kembali ke rumah kontrakan.
Agak tidak puas sebenernya, karena perjalanan muterin ringroad tidak dapat terselesaikan tapi saya rasa itu sudah cukup dan saya sendiri heran kenapa mau menerima tantangan dari temen saya itu,..mungkin karena ego ya.






Komentar Terakhir