Kegiatan saya belakangan hari ini memaksa untuk menggunakan kembali bis kota, perjalanan yang cukup jauh dan panasnya matahari jogja membuat saya memilih untuk memarkirkan motor di rumah dan menggunakan jasa transportasi angkutan umum bis. Selain itu saya memang lebih senang menggunakan bis daripada motor, terutama jika harus melewati jalan-jalan yang cukup padat (pasti tahu alasannya kan..!!).
Kebetulan sekali, mulai bulan ini di Jogjakarta telah hadir sebuah alternatif transportasi umum baru. Orang -orang menyebutnya trans Jogja, agak mirip dengan trans Jakarta atau busway, bedanya trans Jogja tidak punya jalur pribadi.
Agak susah juga pada awalny, karena harus menghapal kembali jalur trayek tiap bis, trans jogja sendiri mempunyai 6 trayek. Pendapat pribadi ku ketika mencoba pertama kali adalah puas. Puas dengan pelayanan dan kenyamanan yang diberikan, baik oleh para pramugara/pramugari di halte maupun di bis dan oleh sopir yang bisa saya bilang profesional.
Harga tiket Rp.3000,- saya rasa cukup wajar dan pantas untuk fasilitas yang didapatkan. Bis ber-ac yang bersih dan wangi, tidak ada pengamen (tapi tetep ada musik..he..he..) dan jelas tidak ada copet.
Terakhir, saya sendiri tidak bisa memastikan dengan pasti. Halte pemberhentian bis trans Jogja itu mempunyai warna yang berbeda - beda di tiap tempat, ada merah, kuning, hijau dan biru. Pada awalnya saya berpikir bahwa warna menunjukan trayek, tapi ternyata ada selentingan kabar bahwa, warna tersebut secara tidak langsung menunjukan basis partai besar yang berada di lokasi tersebut. Sepintas saya pikir dan saya lihat cukup masuk akal, tapi kepastian benar atau tidak saya tidak tahu






Komentar Terakhir